Home » Ilmu Tauhid » SIFAT SAMA’ Bagi Alloh

SIFAT SAMA’ Bagi Alloh

Posted at Juli 22nd, 2018

Sifat Sama’ bagi Alloh Alhamdulillah sahabat Bang Thoyyib,  sekarang kita sudah sampai pada bahasan sifat Ma’ani yang selanjutnya yaitu sifat Sama’. Namun Sebelum kita melanjutkan bahasan kita ini,  alangkah baiknya jika kita melihat-lihat lagi apa yang telah kita bahas sebelumnya yaitu sifat Ma’ani yang keempat.

Baca dahulu : Sifat Hayat

Nah Jika sahabat semua sudah membacanya, sekarang sudah saatnya kita melangkah pada sifat Ma’ani yang selanjutnya yaitu sifat Sama’ bagi Allah. Yang akan kita bahas disini tak lepas seperti bahasan-bahasan sebelumnya,  yaitu :

  • Pengertian/ ta’rif sifat sama’.
  • Muta’allaqnya sifat sama’
  • Masalah yang ada dalam sifat sama’
  • Dalil-dalil sifat sama’

Sudah siap untuk melanjukan bahasannnya…?

Saya yakin Anda semua sudah siap,  mari kita baca dan kita fahami dengan seksama ya, karena hanya kesungguh-sungguhanlah yang akan membuahkan sebuah ilmu manfaat bagi kita.

Pengertian/ ta’rif sifat sama’Bagi Alloh

Kita tidak akan mengetahui pada suatu bahasan permasalahan, jika kita tidak mendalami terlebih dahulu pengertian dari pokok bahasan tersebut. Maka dalam setiap bahasan yang terangkum dalam uraian ilmu Tauhid ini kita akan mengetahui atau membahas pengertiannya terlebih dahulu.

Adapun pengertian dari Sifat Sama’ bagi Alloh adalah sebagai berikut:

صفة وجودية قديمة قائمة بذاته تعالى متعلقةبجميع الموجودات من ذوات وأصوات على وجه الإحاطة تعلقا زائدا على تعلق العلم

Shifatu wujuudiyyatun qadiimatun qaaimatun bi Dzaatihi ta’alaa muta’alliqatun bi jamii’il mawjuudaati min dzwaati wa ashwaati ‘alaa wajhil ihaathoti ta’alluqan zaa_idan ‘alaa ta’alluqil ‘ilmi. 

Artinya : Sifat sama’bagi Alloh itu adalah sifat yang ada serta kekal ( yakni bukan baru ), yang berdirinya pada Dzat Alloh Ta’alaa yang ta’alluq ( teraplikasi)  pada segala perkara yang ada. Entah itu sebangsa Dzat ataupun suara, menetapi pada jalan meliputi serta ta’alluqnya itu melebihi dari ta’alluqnya sifat ‘ilmu.

Baca lagi : Sifat Ilmu

Jadi sifat sama’bagi Alloh itu ta’alluqnya Inkisyaf (terbuka), atau ta’alluq Idraak (menemukan). Tapi dalam sifat sama’ ta’alluqnya melebihi Inkisyafnya Sifat Ilmu, maka sekarang kita lanjutkan untuk mengetahui ta’alluqnya sifat Sama’ bagi Alloh.

Muta’allaqnya sifat sama’ bagi Alloh

Jika melihat lagi postingan yang terdahulu,  disana ada sebuah tabel/ gambar yang merangkum muta’allaqnya dari semua sifat Ma’ani, nie gambarnya kawan :

  GAMBARNYA KLIK DISINI

Kalau hanya untuk mengetahui secara garis besarnya, melihat gambar diataspun kita akan mendapatkannya disana. Tapi kalau untuk perinciannya, mari kita lanjutkan lagi membaca tulisannya.

Adapun untuk Muta’allaqnya sifat Sama’ bagi Alloh, yakni yang di ta’alluqi oleh sifat Sama’ itu adalah Mawjuudaat موجودات  yakni segala sesuatu yang ada atau nampak. Entah itu perkara yang Wajib, seperti Dzat Alloh dan sifat-sifat Ma’ani, atau juga yang Wenang ( جائزات ) yang ada juga.

Dengan demikian, jadi Alloh itu mendengarnya itu oleh Sifat Sama’ pada Dzat dan sifat-sifatnya.  Yang disebut dengan Mawjuudaat yaitu Sifat Ma’ani, maka darisana dapat kita cerna bahwa Alloh Subhaanahu wa Ta’ala itu, mendengar pada Sifat Sama’nya itu oleh Sifat Sama’.

sifat sama' bagi Alloh

Sifat Sama’ bagi Alloh

Dan Alloh Subhaanahu wa Ta’ala itu mendengar pada Mawjuudaat Haaditsaat  موجودات حادثات  yakni pada setiap perkara yang ada, serta dzat yang baru, atau suara atau juga penciuman.

 Jadi Alloh Subhaanahu wa Ta’alaa itu tidak hanya mendengar suara, tapi Alloh itu mendengar segala rupa perkara yang ada. Jadi yang didengar oleh Alloh itu selain suara, bahkan bentuknya,  warnanya, baunya, Contohnya : Batu, aroma wangi dan lainnya, dan mendengar pada Rasa (manis, asin, pahit dan lain-lain. 

Kesemuanya contoh yang diatas itu Terdengar Oleh Alloh sebab yang diatas  itu merupakan suatu perkara yang nampak. Dan diperkuat dengan apa yang ada dalam

Gambar; INI.

Wal Hasil

Mendengarnya Alloh itu bukan hanya pada suara saja, yang menjadi alasan (dalil)nya ada dua metode seperti biasanya yaitu memakai :

  1. Dalil Naqli (Al-Qur’an) 
  2. Dalil ‘Aqli ( Akal) 

Dalam sifat Sama’ bagi Allah ini yang akan diungkap terlebih dahulu adalah dalil ‘Aqlinya, tidak seperti pasal-pasal pasal terdahulu yang mengedepankan dalil Naqlinya. Tapi walaupun demikian, dalam intinya sama saja memberi penjelasan pada sifat-sifat Allah.

Dalil ‘Aqli sifat Sama’bagi Alloh

Kita langsung saja pada pokok bahasannya ya… Daripada kebanyakan kata-kata kagak jelas.

Mari kita baca dengan sesama supaya mudah untuk dipahami…

Jika Sama’nya Alloh itu hanya terfokus kepada suara saja, sudah barang tentu disana Allah membutuhkan pada yang menentukan. 

Sedangkan yang membutuhkan itu adalah sesuatu yang baru, sedangkan jika Alloh membutuhkan sesuatu, dan Alloh itu suatu perkara yang baru maka itu Mustahil bagi Alloh Subhaanahu wa Ta’alaa.

Karena bagi Alloh itu Wajib Qiyamuhu Binafsihi dan Wajib Qidam, dengan demikian maka Sifat Sama’ bagi Alloh itu wajib Ta’alluq pada pada segala hal yang Ada bukan terpaku pada suara saja.

Untuk mengingat kembali silahkan saudara semua untuk menyambangi :

Baca lagi : Sifat Qiyamuhu binfsihi

dan Sifat Qidam

Dalil Naqli sifat Sama’ bagi Alloh

Untuk mengukuhkan alasan bahwa Alloh Wajib disifati oleh sifat Sama’, itu tertuang dalam Surat An-Nisaa ayat 164 : 

وَكَلَّمَ اللَّهُ مُوسَىٰ تَكْلِيمًا
Wakallamalloohu Muusaa takliiman
Artinya : Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung.
Ayat ini menunjukkan bahwa Nabi Musa ‘alayhis salaam mendengarkan Kalam Qodim ( perkataan-Nya yang tidak baru/terdahulu ). Sedangkan Kalam Alloh iitu tidak dengan Suara bahkan Huruf tapi bisa terdengar oleh Nabi Musa.

Dari ayat Diatas bisa kita simpulkan bahwa mendengarnya itu bukan hanya kepada suara saja.

Masalah sifat Sama’ bagi Alloh

Sekarang kita ambil sebuah permasalahan atau tanya jawab yang berkaitan dengan sifat Sama’ bagi Alloh, jika ada yang bertanya seperti ini :

  • Tanya : Jikalau Ta’alluq pada suara, itu jelas. Tapi kalau Ta’alluq pada Dzat itu tidak jelas….?
  • Jawab : Kita Wajib harus Iman (percaya) bahwa Sama’ bagi Alloh Subhaanahu wa Ta’alaa itu Ta’alluq pada segala sesuatu yang Ada, entah itu suara atau Dzat, walaupun kita tidak mengetahui disisi mana Ta’alluqnya pada Dzat tersebut.

Karena pertingkahnya Ta’alluq bagi kita itu samar atau tidak ada yang mengetahuinya terkecuali Alloh Subhaanahu wa Ta’alaa,  dan Sama’-Nya (mendengarnya) Alloh Subhaanahu Wa Ta’alaa itu bukan oleh telinga. Tapi Sama’nya Alloh itu oleh Sifat Sama’ yang berdiri sendiri pada Dzat Alloh yang tidak akan dihampiri oleh Tuli (Budek).

Sebab yang biasa dihampiri oleh penyakit budek (Tuli) itu adalah makhluk yang baru ( pendengarannya Makhluk ).

Menurut Hukamaa ( Pakar Hukum )

Yang disebut dengan Sam’un سَمْعٌ pada Makhluk itu adalah suatu kekuatan yang dititipkan pada urat syaraf yang terhampar didalam liang telinga kita.

Adapun kalau menurut pemahaman para pakar Hukum Ahlis Sunnah wal Jama’ah itu yang disebut dengan سَمْعٌ pada Makhluk itu adalah sebuah kekuatan yang diciptakan oleh Alloh Subhaanahu wa Ta’alaa dan disimpan didalam telinga.

Waktu Ta’alluq sifat Sama’ bagi Alloh

Waktu ta’alluqnya sifat Sama’ bagi Alloh itu ada Tiga, seperti yang telah dijelaskan dalam Pembukaan Bab Sifat Ma’ani.

Baca lagi : Sifat Ma’ani

Ta’alluq yang tiga itu adalah :

  1. Tanjiizii Qodiim, yang artinya Mendengarnya Alloh Subhaanahu wa Ta’alaa itu oleh Sifat Sama’ dari zaman Azali pada Dzat dan Sifatnya.

  2. Shuluuhi Qodiim, yang artinya pantasnya/serasinya sifat Sama’ ( Lulus mampunya sifat Sama’ pada zaman Azali untuk mendengar pada Mawjuudaat, Jaaizaat. Yaitu pada setiap perkara yang ada serta wenang sebelum keberadaannya perkara tersebut.

  3. Tanjiizii Hadits, yang artinya mendengarnya Alloh Subhaanahu wa Ta’alaa oleh Sifat Sama’-Nya, pada perkara yang Ada serta Wenang yaitu mendengar pada Makhluk ciptaan-Nya ( موجودات جائزات ) setelah ada /terciptanya Makhluk tersebut.

Tanbih #Peringatan #

Peringatan ini bertujuan agar kita mengingat kembali bahwa tadi dalam Muta’allaq Sam’un bahwasannya Ta’alluqnya itu pada seluruh Mawjuudaat, tapi kalau Akwan (keadaan )yang Empat itu :

  • Kumpul
  • Pisah
  • BerGerak
  • Diam

Itu tidak dita’alluqi oleh sifat Sama’, sebab ini mah termasuk kedalam Amrun I’tibariyyun yakni perkara yang dikira-kirakan. Dan juga yang Empat diatas itu tidak termasuk yang dita’alluqi oleh sifat Bashor, karena yang terdengar dan terlihat itu bukan empat perkara diatas tapi yang disifati oleh Empat perkara tadi.

Supaya tidak bingung, kita bikin contohnya saja :

Bergerak dan diamnya itu tidak terlihat tapi yang tampak terlihat itu yang disifati oleh bergerak dan terdiam dan yang disifat oleh kumpul dan terpisah.

Lawan dari sifat Sama’ bagi Alloh

Sesuai dengan apa yang telah kita bahas diatas dalam Pengertian Sifat Sama’, bahwa arti dari Sama’ itu Mendengar dan yang menjadi lawan atau kebalikannya adalah Ash-Shomamu الصَّمَمُ yang artinya Tuli.

Adapun yang disebut dengan Tuli menurut Kaidah Ahlus sunnah Wal Jama’ah adalah : Amrun Wujuudiyyun أَمْرٌ وُجُوْدِيٌ yakni perkara yang Ada, yang menjadi lawan atau kebalikan dari Sama’ (Mendengar).

Namun jika menurut Qaulnya penganut Mu’tazilah, yang disebut dwngan Tuli itu adalah tidak bisa mendengar dari apa yang biasa bisa didengar. Jadi Batu, kayu, dan lain sebagainya itu tidak dikategorikan kedalam luang lingkup Tuli. Karena biasanya tidak pernah mendengar.

Dengan demikian maka kalau menurut fahamnya Mu’tazilah, yang disebut dengan Tuli itu adalah Amrun ‘Adamiyyun أمرٌ عَدَمِيٌّ yakni perkara yang tidak pernah Ada.

Bahasan Sifat Sama’ Bagi Alloh ini sudah hampir selesai secara garis besarnya, tinggal Dalil utamanya saja yang belum kita cantumkan disini. Sekarang kita masuk judul baru yaitu Dalil Sifat Sama’.

Dalil Sifat Sama’ Bagi Alloh

Dalam Dalil Sifat Sama’ bagi Alloh ini tidak jauh berbeda kok dengan sifat-sifat yang lainnya, yaitu :

  • Dalil Naqli
  • Dalil ‘Aqli

Dalil Naqli

Untuk mengetahui Dalil Naqlinya Sifat Sama’ Bagi Alloh adalah Firman Alloh yang tertuang dalam Surat Asy-Syuro ayat 11 :

وَهُوَ السَمِيْعُ الْبَصِيْرُ

Wahuwas samii’ul Bashiir

Artinyadan Dialah yang Maha Mendengar dan Melihat.

Dan juga seperti Firman Alloh yang tertuang dalam Surat Az-Zukhruf ayat 80 :

أَمْ يَحْسَبُونَ أَنَّا لَا نَسْمَعُ سِرَّهُمْ وَنَجْوَاهُمْ ۚ بَلَىٰ وَرُسُلُنَا لَدَيْهِمْ يَكْتُبُونَ

Artinya : Apakah mereka mengira, bahwa Kami tidak mendengar rahasia dan bisikan-bisikan mereka? Sebenarnya (Kami mendengar), dan utusan-utusan (malaikat-malaikat) Kami selalu mencatat di sisi mereka.

Selain dua Ayat diatas, yang menjadi Dalil sifat Sama’ bagi Alloh itu adalah Dawuhan Kangjeng Nabi Muhammad Shollallohu ‘alayhi wa sallam, yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari Muslim sebagai berikut :

 يَااَيُّهَاالنَّاسُ اِرْبَعُوْا عَلَى اَنْفُسِكُمْ فَإِنَّكُمْ لَاتَدْعُوْنَ اَصَمَّ وَلَا غَائِبًا اِنَّهُ حَكِيْمٌ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ

Artinya : Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Wahai manusia, lemah lembutlah terhadap diri kalian; karena kalian tidaklah menyeru Dzat yang tuli dan jauh. Sesungguhnya Dia berada bersama kalian. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi sangat dekat’.”

Aku katakan, Irba’u, artinya arfiqu bianfusikum (lemah lembutlah terhadap diri kalian).

Hadits dan ayat diatas, itu menunjukkan bahwa Alloh Subhaanahu wa Ta’alaa itu yang Maha Mendengar serta tidak mungkin dihinggapi oleh Tuli, yakni Mustahi Alloh itu Ashomma (Tuli).

Nah setelah Jelas untuk dalil Naqli dari sifat Sama’ bagi Alloh, sekarang yang masih tertinggal dan belum kita bahas itu adalah Dalil ‘Aqli ( menurut akal sehat ).

Dalil ‘Aqli Sifat Sama’ bagi Alloh

Jika Alloh tidak Mendengar, maka Alloh itu disifat oleh Tuli. Padahal Tuli itu adalah sifat yang kurang, dengan demikian maka Mustahil Alloh itu mempunyai kekurangan, sedangkan Makhluknya juga bisa mendengar.

Masa makhluk (ciptaannya) lebih sempurna dari daripada Kholiq ( penciptanya ). Dengan demikian maka Mustahil Alloh shomamun (Tuli). Dengan demikian maka Wajiblah Alloh itu di Sifati oleh sifat Sama’.

Silahkan lihat Gambarnya disini

Alhamdulillaah Sahabat bahasan  garis besar dari Sifat Sama’ bagi Alloh telah usai. Fa Insya Alloh, dalam pertemuan yang akan datang, kita akan melanjutkan lagi bahasan Sifat Bashor.

Hadzaanalloh wa iyyaakum ajma’in was salaamu’alaykum warohmatulloohi wa barokaatuh.

Click here for more information about "SIFAT SAMA’ Bagi Alloh"

Wooww, very nice! I want to share this Article!
facebook
twitter
stumbleupon
Delicious
reddit
Digg

Write your comment about SIFAT SAMA’ Bagi Alloh


Related post to SIFAT SAMA’ Bagi Alloh