SIFAT QUDRAT

posted in: Ilmu Tauhid | 1

escincau com SIFAT QUDRAT Assalaamu’alaykum warohamtullohi wa barokaatuh, Sahabat Bang Thoyyib yang dirahmati Alloh, pada kesempatan kali ini kita akan melanjutkan lagi sebuah bahasan yang masih sangat panjang. Kita akan mengurai satu persatu dari sifat – sifat Ma’ani yang telah kita baca dalam postingan yang lalu.

Baca disini : Penjelasan sifat Ma’ani

Nah dalam rancangan yang akan kita bahas jika kita melihat dan membaca tulisan yang lalu, maka disana sifat yang pertama yang termasuk kedalam sifat Ma’ani itu adalah SIFAT QUDRAT. Maka dalam bahasan kali ini, sifat Qudrat-lah yang akan kita bahas terlebih dahulu.

 

Sifat qudrat
Sifat qudrat

Sifat Qudrat

Tak perlu panjang untuk berbasa-basi, mari langsung saja kepokok bahasan dari Sifat Ma’ani yang pertama yaitu sifat Qudra. Tapi sebelum itu mari kita baca Bismilaahirrohmaanirrohiim terlebih dahulu.

Sekarang mari kita simak dengan seksama apa itu sifat Qudrat…?

Pengertian sifat Qudrat

Pengertian sifat Qudrat adalah ;

صِفَةٌ وُجُوْدِيَّةٌ قَائِمَةٌ بِذَاتِهٖ تَعَالٰى يَتَأَتّٰى بِهَا اِيْجَادُ كُلِّ مُمْكِنٍ وَاِعْدَامُهُ

Artinya : Yang disebut dengan sifat Qudrat itu adalah sifat yang ada yang berdiri pada Dzat Alloh subhaanahu wata’alaa, yaitu mudah bagi Alloh menciptakan atau menghilangkan segala apa yang ada dari perkara yang mumkin oleh sifat Qudrat-Nya.

Jadi oleh sifat Qudratnya ( Ke Maha Kuasaannya) Alloh itu, hendak menciptakan yang tidak ada, atau mentiadakan yang sudah ada, sebab yang disebut dengan Qudrat itu Ta’alluqnya Ta_tsir yakni membekas pada penciptaan dan menghilangkan Mumkin.

Dari pengertiaan sifat qudrat diatas itu bisa di fahami dari kata يَتَأَتَّ بِهَا ( Yata_atta bihaa) bahwa yang mempunyai bekas itu ( yang bisa menciptakan dan menghilangkan itu bukanlah Qudrat, tapi Dzat Alloh yang di sifati oleh Qudrat.

Jadi Qudrat itu hanya sekedar jadi sebab Ta_tsir, sementara Mu_atstsirnya (yang mempunyai bekas bisa mengadakan dan mentiadakan) itu bukanlah Qudrat itu sendiri, tapi Dzat Alloh yang memiliki sifat Qudrat.

Barang siapa yang meyakini bahwa Qudrat itu bisa mengukuhkan pada saat menciptakan atau menghilangkan, maka dia adalah orang yang Kufur.

Karena haqiqatnya yang mempunyai pekerjaan itu bukan sifat, melainkan Mawshuf ( yakni yang mempunyai sifat ) yaitu Dzat Alloh subhaanahu wa ta’alaa. Sebab yang kita sembah itu bukan sifatnya, tapi yang mempunyai sifat (Alloh).

Jadi Ma’bud (yang disembah oleh kita itu Al-Musamma bukan Ismun) yaitu yang memiliki Nama, bukan Namanya yang kita sembah. Adapun makna dari kata Ismun itu adalah Nama dan Kalimat Jamaknya adalah al-Asmaa_u artinya beberapa nama, seperti  lafadh Alloh, ar-rohmaan, ar-rohiim, dan seluruh Asmaa_ul Husna yang berjumlah 99, itu semuanya juga hanya sebatas Nama-nama Alloh.

Dengan demikian, maka barang siapa yang Ibadah atau menyembah hanya kepada Nama-nama itu, maka dia termasuk orang yang Kufur. Dan barang siapa yang ibadah kepada sifatpun, maka dia juga termasuk orang yang Kufur. Dan juga barang siapa yang beribadah kepada Dzat serta sifat, kalau menurut Imam Barowi, maka masih tergolong orang-orang kufur pula.

Dan yang ibadah hanya kepada Dzat sementara tidak disertai sifat, maka dia termasuk orang-orang Fasiq.

Adapun yang benar keimanannya itu adalah:

Orang yang beribadah kepada Dzat yang mempunyai Nama 99, serta memiliki sifat-sifat kesempurnaan, atau 20 sifat Wajib, 20 sifat Mustahil, dan 1 sifat yang Wenang.

Yang wajib disifati oleh segala sifat kesempurnaan, serta Mustahil memiliki sifat kekurangan.

Sebuah tanya jawab dalam sifat Qudrat

Sekarang mari kita eksplor sebuah pertanyaan yang berkaitan dengan sifat Qudrat, dan dari sedikit tanya jawab ini semoga memberi sedikit pencerahan bagi kita.

Tanya jawab yang berkaitan dengan sifat qudrat-Nya dan Pertanyaannya sebagai berikut ;

Bagaimana hukumnya orang yang berkata begini ; Abdi Ibadah kepada Alloh, sementara Alloh itu kan hanya sebuah Nama..?

Jawabannya : ” Yang dimaksud oleh ucapan Alloh tersebut, itu bukan dilihat dari lafadhnya tapi yang dimaksud adalah Maknanya. Yaitu satu Dzat yang bernama Alloh.

Seperti kita mengucapkan begini ; ” Ki Zaid telah tiba ” Nah yang dimaksud dari ucapan tersebut adalah Sesosok manusia yang mempunyai nama Zaid. Sebab tidak mungkin yang datang itu hanya namanya saja, berhubung sebuah nama itu tak pernah terpisah dari yang punya nama itu, maka sudah cukup dengan menyebut namanya saja. { Di sadur dari kitab Tuhfatul Majiid hal. 47 dan Fathul Majiid hal. 22 }.

Jika ada orang bilang begini ; ” Lihatlah jejak Qudrat Alloh, atau Alam ini merupakan hasil dari Qudratnya Alloh, atau Alam ini hasil dari Qudrat. Jika berkata demikian dengan serta meyakini seperti itu, maka dia orang yang Kufur. Tapi kalau tidak dengan meyakininya, maka ungkapan demikian itu termasuk HARAM. ( As-Sanusiyyah, hal. 20 ).

Macam-macam  Ta’alluq dari Sifat Qudrat

Tertuang dalam pengertian Sifat Qudrat diatas ada kalimat : إِيْجَادُ كُلِّ مُمْكِنٍ وَإِعْدَامُهُ Kalimat ini menjadi suatu isyarat pada Ta’alluq Shuluhi Qodiim ( تعلق صلوحي قديم ).

Baca juga : Pengertian Ta’alluq ( تعلّق )

Karena Ta’alluq sifat Qudrat itu jika sedang Ijmal ( اجمال ) atau garis besarnya, itu terdapat 2 tujuan makna, yaitu :

  1. Shuluhi Qodiim ( صلوحي قديم ).
  2. Tanjiizi Hadits ( تنجيز حديث )

Dan juga disaat sifat qudrat sedang diTafshil ( تفصيل ) atau diperinci itu terdapat 7 bagian, diantaranya :

  1. Shuluhi Qodiim ( صلوح قديم ).
  2. Ta’alluq Qobdloh ( تعلّق قَبْضَه ).
  3. Ta’alluq Tanjiizii ( تعلق تنجيزى ).
  4. Qobdloh lagi ( قبضه ).
  5. Ta’alluq Tanjiizi Hadits ( تعلق تنجيزى حديث ).
  6. Qobdloh lagi.
  7. Ta’alluq Tanjiizi Hadits lagi.

Sekarang mari kita kasih uraian satu persatu dari hasil Tafshil sifat Qudrat.

  • Shuluuhii Qodiim

Dikala sifat Qudrat itu ditafshiil disana terdapat shuluhii Qodiim, yang dimaksud dari shuluuhi Qodim itu adalah sebagai berikut ;

Pantasnya Qudrat itu di azali pada menciptakan dan mentiadakan seluruh Mumkin.

Yakni mampu atau Lulus Alloh oleh sifat Qudratnya di Azali ( Sebelum adanya Zaman) dalam mengadakan (menciptakan) dan mentiadakan (menghancurkan) Mumkin. Tapi menciptakan dan menghancurkannya itu baru persiapan (belum dilaksanakan).

Lihat juga : Penjelasan Mumkin

  • Ta’alluq Qobdloh

Dikala sifat Qudrat ditafshiil, maka disana ada Ta’alluq Qobdloh. Apa yang disebut dengan Ta’alluq Qobdloh..? Yang disebut dengan Ta’alluq qobdloh adalah Ta’alluq Genggaman kekuasaan Alloh.

Yakni Mumkin disaat tidak ada sebelum ada, nah itu berada dalam genggaman atau pegangan kekuasaan Alloh yang menetapkan ada atau tidak adanya Mumkin. Yaitu bagi Alloh sangatlah kuasa jika hendak mengadakan mumkin setelah tidak adanya juga.

  • Ta’alluq Tanjiizi Hadits

Selanjutnya dalam sifat Qudrat yang ditafshil itu terdapat Ta’alluq Tanjiizi Hadits, lantas apa yang dimaksud dengan Ta’alluq Tanjiizii Hadits..??

Ta’alluq Tanjiizii Hadits artinya Bahwasannya Alloh subahaanhu wa ta’alaa mengadakan (menciptakan) Mumkin itu oleh sifat Qudratnya ( Kuasa-Nya ).

  • Ta’alluq Qobdloh lagi

Yang tersusun dalam sifat Qudrat ketika ditafshil (diperinci) maka disana ada Ta’alluq Qobdloh lagi (yang kedua), kenapa kok ada Ta’alluq Qobdloh lagi..??

Dalam Ta’alluq Qobdloh yang kedua ini artinya Mumkin disaat Ada, itu dalam genggaman Qudrat. Yakni Alloh subhaanahu wa Ta’alaa berKuasa untuk menetapkan Mumkin pada keberadaannya, dan kuasa pula mentiadakan (menghancurkan) setelah terciptanya Mumkin tersebut, maka inilah yang disebut dengan Qobdloh yang kedua setelah Ta’alluq Tanjiizii Hadits.

  • Ta’alluq Tanjiizii Hadits lagi

Dalam Tafshiil sifat Qudrat ini ada lagi Ta’alluq Tanjizii Hadits lagi atau yang kedua, tapi yang dimuat dalam Tanjiizii hadits yang kedua ini pemaknaannya beda dengan yang pertama.

Karena yang dimuaat dalam Tanjiizii Hadits yaang kedua berfokus kepada Mentiadakannya Alloh subhaanahu wa ta’alaa pada segala bentuk mumkin oleh sifat Qudrat-Nya. Contohnya mentiadakan (mematikan) Manusia.

  • Ta’alluq Qobdloh lagi

Dan yang Ta’alluq pada sifat Qudrat selanjutnya adalah Ta’alluq Qobdloh lagi ( ketiga ), kenapa sih ta’alluqnya berulang sampai tiga kali..?

Alasannya karena Arti Qobdloh yang sekarang itu berfokus kepada keberadaan Mumkin dikala tidak ada, itu sama dalam genggaman Qudrat. Yakni Alloh Kuasa dalam menetapkan tiadanya Mumkin dan juga Alloh Kuasa untuk mengadakannya ( menciptakan ) mumkin setelah ketiadaannya.

  • Ta’alluq Tanjiizii Hadits lagi

Ta’alluq sifat qudrat saat ditafshil yang terakhir yaitu Tanjiizii Hadits lagi ( yang ketiga ), pada Tanjiizii hadits yang ketiga ini mempunyai arti sebagai berikut ;

Alloh mengadakan (menciptakan) mumkin disaat Ba’ats yakni ketika manusia dibangkitkan dari Alam kubur. Sebagai contoh gambarannya, mari kita simak dengan seksama ;

Jika mengacu pada dalil Hukum Syara’, sebab menurut Hukum syara’ itu setelah dibangkitkan dari alam kubur, ahli Surga dan ahli Neraka tidak akan mati kembali dalam artian akan kekal ( langgeng ).

Dan jika di nalar oleh akal, walaupun di matikan kembali juga masih dapat dimengerti, Walau itu tidak akan terjadi. Karena menurut akal itu tidaklah suatu yang mustahil.

Sehingga jika di ukur oleh hukum akal mah, masih ada Qobdloh yang ke empat. Yang artinya “Setelah bangkit dari alam kubur, makhluk berada dalam genggaman Qudrat, sekira hendak ditetapkan dalam keberadaannya, dan itu Sah.

Atau sekira ditiadakan setelah keberadaannya juga itu sah-sah saja, tapi itu tidak akan terbukti sebab sudah di Nash untuk kekal keberadaan ahli surga dan ahli neraka.

Muta’allaqnya sifat Qudrat dan sifat Iradat

Dari setiap judul mulai pembahasan pertama, antara sifat yang satu dan sifat yang lainnya selalu ada keterkaitan. Dan dalam sifat Qudrat pun demikian yaitu terkait ( ber_Muta’allaq ) pada sifat Iradat.

Yang jadi pertanyaan, Kenapa sifat Qudrat Muta’allaq pada sifat Iradat..??

Jawabannya, karena sifat Qudrat dan sifat Iradat Ta’alluqnya sama, yaitu hanya ta’alluq pada Mumkinaat dan Jaaizaat saja. Yakni pada perkara yang sah ada_nya dan sah juga tidak adanya, dan tidak pernah Ta’alluq pada yang Wajib dan Mustahil.

Kenapa tidak pernah Ta’alluq pada yang Wajib dan Mustahil..?

Karena Sifat Qudrat dan sifat Iradat itu diperuntukkan buat mengadakan ( menciptakan ) yang tidak ada dan menghancurkan (mentiadakan) yang ada. Hanya saja perbedaannya itu kalau Qudrat itu untuk pembuktiannya ( Ibraz ), sedangkan kalau Iradat untuk menentukan (Takhshish).

Sedangkan yang disebut dengan Wajib itu selamanya harus ada dan tidak masuk alal atau tidak bisa dimengerti jika tidak ada. Contohnya seperti Dzat Alloh dan sifat-sifatnya, jadi wajib itu tidak harus di adakan karena sudah ada.

Sebab tidak ada artinya jika menciptakan yang sudah ada, dan wajib itu tidak bisa dihilangkan sebab tidak pernah menerima jika tidak ada. Karena jika bisa dihilangkan, itu namanya bukan wajib lagi tapi itu namanya Wenang ( Jaiz ).

Sifat Qudrat
Klik Galeri Foto Haul Abah Guru Sekumpul Martapura

Masalah dalam Muta’allaq sifat Qudrat dan Iradat

Kita bisa faham pada suatu permasalahan khususnya Masalah agama, jika ada sebuah contoh yang menggambarkan masalah tersebut. Dan disini juga kita akan membuat contoh permasalahan atau pertanyaan dalam sifat Qudrat.

Jika ada yang bertanya ; ” Apakah Alloh itu Kuasa menciptakan untuk mempunyai Istri, anak, dan Teman lainnya..?” Ingat jangan sesekali menjawab Alloh tidak Kuasa atas pertanyaan diatas karena itu tidak Sopan, tapi Jawablah seperti dibawah ini.

Jawabannya ; ” Bagi Alloh itu Mustahil jika punya Istri, anak, atau Teman. Karena Sifat Qudrat itu tidak pernah Ta’alluq atau ketergantungan pada yang Mustahil bahkan yang wajib sekalipun, tapi sifat Qudrat itu Ta’alluqnya hanya pada yang Jaiz saja ( Mumkin).

Mumkin yang di Ta’alluqi oleh sifat Qudrat dan Iradat

Adapun Mumkin yang di ta’alluqi oleh sifat qudrat dan sifat Iradat, itu disebut dengan Mumkinaat Mutaqoobilaat yang maknanya Mumkin yang berhadapan atau yang membandingi. Dan juga perlu kita ketahui bahwa Mumkinaat Mutaqoobilaat itu semuanya ada 6 diantaranya :

  1. Wujud dan ‘Adam
  2. Sifat
  3. Zaman
  4. Makan/Tempat
  5. Jihat
  6. Maqoodir

Sekarang mari kita simak rincian satu persatu dari enam poin diatas.

  • Wujud dan ‘Adam

Wujud dan ‘Adam artinya Ada dan tiada, adapun untuk pengertian dari saling membandinginya yaitu ; Jika seorang manusia ditentukan akan Adanya (terlahir kedunia), maka disaat yang bersamaan tidak ditentukan akan ketiadaannya. Dan juga sebaliknya jika ditentukan untuk tidak ada (tidak terlahir kedunia), maka sudah pasti tidak ditentukan untuk ada.

Dalam kalimat diatas, bisa kita fahami bahwa antara ada dan tiada itu saling bergantian dalam artian tidak akan bisa menyatu antara yang ada dan yang tiada.

  • Sifat

Yang kedua dari Mumkinaat mutaqoobilaat itu adalah Sifat, dan yang menjadi contoh sifat disini adalah Tinggi dan Pendek.

Jadi sifat yang ditentukannya juga tergantikan oleh sifat yang lainnya, Contohnya seperti ; Merah, tergantikan oleh Hijau, atau Hitam tergantikan oleh putih, atau Tinggi tergantikan oleh pendek.

Singkat kata dari kedua sifat itu tidak bisa kumpul bersama (bersamaan) karena itu tidak mungkin, adapun jika dua sifat itu menjadi satu maka akan berganti juga sifat dan sebutannya.

  • Zaman

Poin selanjutnya dari Mumkinat Mutaqoobilaat adalah Zaman ( waktu ), kenapa zaman (waktu) termasuk kedalam mumkinaat mutaqoobliaat..??

Karena zaman pun menjadi pengganti atau bergantian dengan zaman yang lainnya, Contoh ; Seorang manusia di ciptakan sekarang, maka bisa kita fahami bahwa tidak diciptakan kemarin, besok, ataupun lusa.

Jadi Zaman yang sudah ditentukan itu membandingi pada zaman yang lainnya, dan tidak bisa kumpul bersama juga.

  • Makan/tempat

Mumkinaat Mutaqoobilaat selanjutnya adalah Makan atau tempat, dalam poin ini kita langsung mengambil contoh saja supaya mudah untuk mendapatkan gambaran dan biar gampang untuk difahami.

Contohnya : Ada seseorang yang diciptakan atau dilahirkan di PENGGING, maka sudah pasti orang itu tidak ditentukan untuk diciptakan atau dilahirkan ditempat lain. Maka dari sini bisa kita fahami bahwa Pengging itu membandingi atau mengantikan tempat-tempat yang lainnya.

  • Jihat atau arah tempat

Poin selanjutnya adalah jihat atau arah, jadi jihat atau arah yang sudah ditentukan itu mengganti dari arah tempat yang lainnya.

Yang disebut dengan Jihat atau arah itu adalah :

  • Atas
  • Bawah
  • Barat
  • Timur
  • Utara
  • Selatan

Sekarang tinggal kita ambil contoh saja : Seseorang yang diciptakan atau dilahirkannya di Timur, maka sudah pasti tidak di barat, utara, selatan, diatas, dan dibawah.

Jadi Jihat atau arah tempat yang sudah ditentukan itu membandingi arah atau tempat yang lainnya, tidak mungkin bersamaan.

  • Maqoodiir

Mumkinaat Mutaqoobilaat yang terakhir adalah Maqoodiir, Maqoodiir artinya Ukuran yang dipastikan, atau berbagai macam kepastian.

Yang menjadi contoh pada poin terakhir ini adalah seperti : Sehat, sakit, kaya, miskin, pintar, bodoh, dan masih banyak lagi yang lainnya. Dari contoh diatas bisa kita menyimpulkan seperti contoh-contoh sebelumnya yaitu jika Sehat berarti tidak sakit, dan dapat kita artikan pula bahwa sehat itu menjadi pengganti atau membandingi daripada sakit.

Atau juga seperti ini : Jika seseorang ditentukan menjadi orang yang beriman, maka sudah ditentukan atau dipastikan bahwa dia itu tidak Kufur. Dan juga sebaliknya, dan untuk contoh yang lainnya tinggal kita ambil tolak ukur saja dari contoh-contoh diatas.

Kesimpulan Mumkinat Mutaqobilat yang di ta’alluqi sifat Qudrat dan Iradat

Jadi 6 poin Mumkinaat Mutaqoobilaat yang di ta’alluqi oleh sifat Qudrat dan Iradat, itu seperti ini. Sifat Iradat itu untuk menentukan, dan sifat Qudrat yang membuktikannya, jadi antara Qudrat dan Iradat itu selalu seiring sejalan.

Dan dari sini yang harus kita ingat bahkan harus kita tanamkan dalam keyakinan (keimanan) kita itu, bahwa Mukhoshshish dan Muatstsir ( مخصّص dan مؤثِّر )nya itu adalah Alloh Subhaanahu wa Ta’alaa.

Yakni yang menentukan dan yang memberi bekas akan sebuah ciptaan itu Alloh Dzaatul Aqdaas ( ذات الأقداس ) yaitu Dzat yang maha  Bersih dari segala sifat kekurangan, yang di sifat oleh sifat Qudrat dan Irodat dan juga seluruh sifat kesempurnaan.

Dan Artinya sifat Qudrat itu adalah Kuasa, kalau kebalikannya (lalawanannya) al-‘Ajzu ( ألعجزُّ ) yang artinya Apes atau lemah. Dengan demikian jadi Mustahil bagi Alloh Subhaanahu wa Ta’ala mempunyai sifat Lemah/ apes tidak bisa mengadakan atau menghilangkan mumkin.

Dalil sifat Qudrat

Dalam kajian Ilmu Kalam atau Ilmu Tauhid tidaklah lengkap jika belum menyampaikan sebuah Dalil atau alasan yang kuat, dan dalam menyajikan dalil untuk sifat Qudrat dan untuk penyampain dalil tersebut ada dua cara, yaitu :

  1. Dalil Naqli
  2. Dalil ‘Aqli

Untuk mengingat kembali, Lihat dahulu Pengertian Dalil

a. Dalil Naqli sifat Qudrat

Dalil yang pertama yang akan mengukuhkan sifat Qudrat adalah dalil Naqli atau disebut juga Dalil al-Quran, dan kutipan ayat al-Quran yang menjadi dalil disini tertuang dalam surat an-Nahl ayat 77 :

إِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ

Artinya : Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Dan juga yanga menjadi dalil sifat Qudrat itu tertuang dalam surat al-ahzaab ayat 27 :

وَكَانَ اللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرًا

Artinya : Dan adalah Allah Maha Kuasa terhadap segala sesuatu.

Dan masih banyak ayat-ayat lain yang menjadi dalil dari sifat Qudrat.

b. Dalil ‘Aqli sifat Qudrat

Adapun dalil yang menunjukkan bahwa Alloh Subahaanahu wa Ta’ala itu wajib disifati oleh sifat Qudrat, yakni Wajibnya Qudrat bagi Alloh itu adalah ;

Nampaknya (jadinya) seluruh alam ini setelah ketiadaannya.

Jika diucapkan susunan dalilnya itu seperti ungkapa engkau yang seperti ini ;

Alloh itu di sifati oleh sifat Qudrat (Kuasa), sebab jika tidak disifati oleh sifat Qudrat, maka akan disifati oleh sifat yang sebaliknya yaitu( al-‘Ajzu apes/ lemah)

Sementara kalau Alloh itu Lemah / apes, maka itu Mustahil. Karena jika Alloh Lemah, maka tidak akan terbukti satu perkara pun dari Alam jagat raya ini tapi jika Alam ini tidak ada, maka itu batal (salah) sebab itu nyata terlihat.

Dengan demikian maka Mustahil jika Alloh subhaanahu wa Ta’ala itu Apes/Lemah, maka tetaplah bagi Alloh itu lalawananya Apes/Lemah yaitu Kekuasaan-Nya yang disebut dengan sifat Qudrat. Dan mustahil al-‘Ajzu yaitu lemah/apes.

Kesimpulan dari Sifat Qudrat

Sahabat Bang Thoyyib yang Budiman, mari kita simpulkan sedikit pembahasan sifat qudrat ini. Dan sebagai garis besar dari bahasan ini, mari lihatlah Tabel berikut ini :

Sifat Qudrat
Tabel sifat Qudrat

Setelah kita menyimak semuanya, maka akan saya akhiri saja pembahasan sifat Qudrat ini. Semoga dengan adanya bahasan ini bisa menambah pengetahuan kita semua, dan lebih mempertebal ke Imanan kita kepada Alloh Subhaanahu wa Ta’alaa.

Sampai bertemu lagi di dalam bahasan Sifat Ma’ani yang kedua yaitu sifat Iradat.

Wassalaamu’alaykum.

Walloohu a’lam