Sifat Ilmu (escincaucom) Assalaamu’alaykum Sahabat, Semoga selalu dalam Naungan Rohmat dan Maghfiroh-Nya. Bismillaahirrohmaanirrohiim, Sahabatku pada kesempatan kali ini kita akan melanjutkan pembahasan ilmu Tauhid yang alhamdulillaah kita telah sampai pada bahasan Sifat Ma’ani.

Baca dahulu : Penjelasan dan Pembagian Sifat Ma’ani

Dalam kutipan diatas dijelaskan bahwa sifat Ma’ani itu terdapat beberapa bagian, dan salahsatunya adalah sifat ilmu. Dan dalam susunannya berada setelah sifat Qudrat dan Iradat, alhamdulillaah kedua sifat itu telah dijelaskan dalam pembahasan :

Supaya tidak membuang waktu, kita mulai saja pembahasan kita kali ini. Yaitu bahasan dari sifat Ilmu.

Sifat Ilmu

Dalam uraian sifat ilmu ini yang akan kita bahas ada beberapa poin, diantaranya :

  • Pengertian Sifat Ilmu
  • Muta’allqnya sifat Ilmu
  • Dalilnya sifat Ilmu

Insya Alloh poin-poin di atas yang akan kita bahas saat ini, dan akan menjadi pola bahasan kita.

  • Pengertian sifat ilmu

Poin pertama akan menjelaskan pengertian dari sifat Ilmu, bagaimanakah pengertiannya..?? Pengertiannya adalah :

صِفَةٌ لَهُ تَعَالٰى أَزَالِيَةٌ مَوْجُوْدَةٌ قَائِمَةٌ بِذَاتِهٖ تَعَالٰى يَنْكَشِفُ بِهَا كُلُّ مَعْلُومٍ وَهُوَ كُلُّ وَاجِبٍ وَكُلُّ جَائِزٍ وَكُلُّ مُسْتَحِيْلٍ إِنْكِشَافًا تَامًّا لَايَحْتَمِيْلُ النَّقِيْضَ بِوَجْهٍ

Artinya : Yang disebut dengan sifat Ilmu adalah sifat yang tetap bagi Alloh subhaanahu wa Ta’alaa, yang teraplikasi dari zaman azali, ada dari zaman baheula (bukan baru) sebab termasuk kedalam sifat mawjuudat, yang berdiri pada dzat Alloh Ta’ala serta terbuka sebab itu adalah segala perkara yang maklum/ diketahui. Yaitu setiap yang Wajib, Jaiz, dqn Mustahil dengan terbuka yang sempurna. Serta tidak pantas samasekali jika disifati oleh sifat lawannya (kebalikannya).

Dari pengertian diatas maka bisa difahami bahwa Ilmunya Alloh itu bukan Dhon, bukan Syak, dan bukan juga Wahm karena yang tiga ini tidak Inkisyaf Tam (terbuka secara sempurna). Dan Ilmunya Alloh itu bukan Taqlid (mengikuti), karena Taqlid itu sangat pantas diaplikasikan pada lawannya Ilmu yaitu Meragukan.

Adapun sifat Ilmu ini Ta’alluqnya adalah Ta’alluq Inkisyaf atau Idrak yang artinya terbuka yakni Alloh Maha mengetahui akan segala rupa perkara oleh sifat Ilmunya. Bisa dilihat dalam tabel dibawah.

  • Muta’allaqnya sifat ilmu

Adapun untuk Muta’allaqnya sifat Ilmu itu ada dua macam, yaitu :

  1. Pada Waajibaat
  2. Pada Jaaizaat
  3. Pada Mustahilaat

Yakni Ta’alluq pada sifat yang wajib, yang mustahil dan yang wenang. Yang Wajib pada Dzat Alloh serta sifatnya, yang Mustahil yaitu Syarik ( ada tuhan selain Alloh), dan yang Wenang (Jaiz) seperti kita dan seluruh makhluk yang ada. Makna Jaaizaat ini sama dengan artinya Mumkinaat.

Sifat Ilmu
Tabel sifat Ma’ani

1. Makna Ta’alluq sifat Ilmu pada Wajibat

Makna Ta’alluq Ilmu pada waajibaat adalah Alloh mengetahui oleh sifat Ilmunya, bahwa Dzat dan sifat-Nya itu Qodiim serta wajib Ada_nya sehingga tidak pernah terkena oleh tidak ada. Serta Dzatnya tidak pada tempat, dan tidak pula dilewati oleh zaman.

Dan Alloh mengetahui bahwa Qudratnya itu Tashorufnya Umum yakni pengolahannya (penciptaannya) merata, dan juga Alloh Maha mengetahui pada semua sifat-Nya. Sehingga Alloh mengetahui pada sifat Ilmunya itu oleh Ilmunya juga.

2. Makna Ta’alluq sifat Ilmu pada yang Mustahil

Adapun makna Ta’alluqnya Ilmu pada yang Mustahil adalah Alloh Maha mengetahui oleh sifat ilmunya itu, bahwa segala apa yang Mustahil bagi-Nya tidak akan terbukti. Contoh yang tidak akan terbukti itu seperti Ada yang menyerupai/menyamai (Syarik) kepada Alloh dalam ke Tuhanannya. Dan itu tidak akan terbukti atau Mustahil akan terbukti.

3. Makna Ta’alluq sifat Ilmu pada Jaiz / wenang

Yang terakhir, makna Ta’alluqnya Ilmu pada yang Jaiz atau wenang adalah Alloh Subahaanahu wa Ta’alaa mengetahui segala rupa Mumkinat yang telah ada, akan ada, dan yang tidak akan ada sama sekali oleh Ilmu-Nya.

KETAHUILAH…….

Alloh Subhaanahu Wa Ta’alaa mengetahui pada KULLIYAT ( كليات ) dan JUZIYYAT ( جزئيات ), yakni mengetahui pada keseluruhan dan perinciannya. Maka Alloh itu mengetahui pada segala apa yang Ada di bumi dan dilangit, mengetahui jumlah bilangan semut, mengetahui jumlah bilangan pasir, daun-daunan, pepohonan, detak jantung, kereteg hati makhluk, nafasnya, kedip matanya, dan lain sebagainya semua diketahui oleh Alloh tanpa ada yang terlewatkan.

Barang siapa yang menolak bahwa Alloh itu mengetahui segala macam perincian yang ada dialam ini, maka dia adalah orang yang Kufur.

Adapun mengetahuinya Alloh pada segala perkara itu sebelum semuanya ada, bukan setelah ada karena segalanya bagi Alloh itu tidak ada istilah SAMAR.

  • Waktu Ta’alluqnya sifat ilmu

Adapun waktu Ta’alluqnya, seperti yang tertuang dalam Tabel diatas yaitu hanya Tanjiizii Qodiim. Yang artinya dari Zaman Azali Alloh sudah langsung mengatahui segala rupa perkara walaupun perkara itu belum ada. Contohnya seperti Makhluk (ciptaannya).

Nah dalam sifat Ilmu itu tidak ada Shuluhi Qodiim dan juga tidak ada Tanjiizii Hadits, apa sebabnya..?? Karena Shuluhii Qodim itu lulus (mampu) untuk mengetahui segala perkara.

Jika ada Shuluhi Qodim dalam Ilmunya Alloh, maka Alloh belum mengetahuinya. Dan baru persiapan untuk mengetahui serta jika demikian maka Ilmunya Alloh itu didahului oleh Bodoh, nah yang demikian itu Mustahil bagi Alloh. Maka dalam sifat Ilmu itu tidak ada shuluuhii Qodiim.

Adapun arti Tanjiizii Hadits tidak ada dalam Ilmu , alasannya seperti ini :

Jika setelah ada baru mulai mengetahui akan suatu perkara, maka mengetahuinya itu baru saja (belum lama).

Jika demikian Ilmunya Alloh itu didahului oleh Bodoh, sedangkan Ilmunya Alloh itu tidak didahului oleh bodoh maupun samar.

Dengan demikian maka Mustahil adanya Tanjiizii Hadits dalam Ilmunya Alloh, dan sama juga halnya dengan tidak adanya Shuluhi Qodim tadi. Jadi Ilmunya Alloh itu (Maha Mengetahui) pada segala rupa perkara itu sebelum keberadaannya perkara tersebut (Tanjiizii Qodim) Namanya.

Tanbih

Peringatan…. Ilmunya Alloh itu bukan hasil dari belajar, bukan hasil eksperimen, dan juga bukan hasil pemikiran. Sebab jika demikian itu didahului oleh kebodohan. Maha suci Alloh dari sifat Bodoh.

  • Arti ‘ilmu

  • Sifat ilmu
    Sifat Ilmunya Alloh

Arti atau makna dari sifat Ilmu itu adalah Maha Mengetahui dan lawannya adalah al-Jahlu (bodoh), dan Bodoh itu Mustahil adanya bagi Alloh.

Dan bodoh disini dibagi menjadi Dua kategori, diantaranya :

  1. Jahlun Baasithun
  2. Jahlun Murakkabun

Jika kita lihat sepintas kedua Jahlun diatas nyaris tidak ada perbedaan, tapi jika diuraikan akan terlihat perbedaan antara satu dan lainnya. Agar tidak ada kerancuan dalam memaknai dari kedua Bodoh diatas, mari kita lihat perbedaannya dibawah ini.

Jahlun Baasithun

Yang disebut dengan Jahlun (Bodoh) Baasithun adalah kebodohannya itu hanya satu atau selapis, contohnya seperti ini : ” kita tidak mengetahui akan suatu perkara, serta mengakui akan ketidak tahuan itu.”

Nah contoh diatas itu disebut dengan Jahlun / bodoh Baasithun, karena dia bener-tidak tahu dan tidak juga sok tahu. Maka disini disebut dengan satu kebodohan saja.

Jahlun Murokkab

Dan kebodohan yang kedua adalah Jahlun Murokkab, adapun yang disebut dengan Jahlun Murokab adalah Kebodohan doubel atau kebodohan yang berlapis atau juga kebodohan yang bertumpuk-tumpuk.

Seperti apakah yang disebut dengan Jahlun Murokab..?? Contoh dari Jahlun Murokab adalah seperti ” Kafir Nashrani yang mempunyai keyakinan bahwa Tuhan itu ada Tiga (Trinitas)“.

Nah contoh diatas mengungkapkan salahsatu contoh dari Jahlun Murokab, kenapa disebut dengan Jahlun Murokab??

Karena keyakina Umat Nashrani itu merupakan keyakinan terbodoh, sehingga kebodohannya merangkap beberapa kali. Jika diperinci kebodohannya itu seperti ini ;

  • Salah dalam keyakinan karena tidak sesuai dengan kenyataannya.
  • Tidak mengetahui bahwa dirinya itu salah dalam meyakini (bodoh).
  • Menyalahkan orang lain yang benar keyakinannya.

Nah yang demikian itu disebut dengan istilah Jahlun Murokkab, (Bodo katotoloyoh. Sunda) serta dia itu menganggap bahwa dia itu pintar.

Masih ada contoh lagi untuk menjelaskan Jahlun Murokab supaya lebih gamblang, contohnya seperti ini ; ” Ada orang yang menunjuk Kerbau sambil berujar bahwa itu adalah Kuda sebab ada tanduknya”. Padahal dia sendiri tidak tahu bagaimana rupanya kerbau dan dia juga tidak tahu seperti apa bentuknya kuda karena kuda itu tidak bertanduk.

Dari dua definisi bodoh diatas, itu sangat Mustahil jika Alloh disifati oleh sifat Bodoh walaupun salahsatunya. Dan juga Mustahil Alloh keliru dalam sifat Ilmu nya.

Dalil sifat ilmu

Yang terakhir dalam bahasan sifat Ilmu adalah dalil untuk mempertegas dan memperkuat keyakinan kita pada ilmunya Alloh. Dan dalil yang akan kami kemukakan disini tetep mengacu pada Dua metode, yaitu :

  1. Dalil Naqli

  2. Dalil ‘Aqli

Sekarang mari kita simak dalil Naqli (al-Qur’an)nya sifat ilmu.

  • Dalil Naqli sifat ilmu

Dalil Naqli dari sifat Ilmu adalah Firman Alloh yang tertuang dalam surat at-Taubat ayat 115 :

إِنًَ اللّٰهَ بِكُلِّ شَيْئٍ عَلِيْمٌ

Artinya : Sesungguhnya Alloh itu Maha Mengetahui segala sesuatu.

Dan juga firman Alloh yang tertuang dalam surat an-Nuur ayat 64 :

وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْئٍ عَلِيْمٌ

Artinya : Dan Alloh itu Maha Mengetahui pada segala rupa perkara.

Serta Firman Alloh dalam surat an-Nisaa ayat 11 :

إِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلِيْمًا حَكِيْمًا

Artinya : Sesungguhnya Alloh Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Dari ketiga kutipan ayat diatas, maka kuatlah alasan tentang sifat Ilmunya Alloh. Tapi walaupun sudah menyertakan dalil, namun masih belum lengkap karena baru satu macam yang kita tuangkan yaitu dalil naqlinya sementara dalil Aqlinya belum, sebab diatas telah di ulas bahwa dalilnya ada 2.

Silahkan dilihat disini : Pengertian Dalil

  • Dalil ‘Aqli sifat Ilmu

Kalau dalil yang menunjukkan bahwa Alloh Subhaanahu wa ta’ala itu wajib disifati oleh Ilmu adalah Adanya Alam jagat Raya ini. Urutan penyusunan dalillnya seperti ini :

Alloh  itu di sifati oleh sifat Ilmu, karena jika tidak disifati oleh ilmu maka sudah pasti akan di sifati oleh lawannya yaitu Bodoh.

Tapi jika Alloh disifati oleh Bodoh, itu sangat Mustahil. Karena jika Alloh Bodoh maka tidak akan di sifati oleh Sifat Iradat (Berkehendak), sebab Mustahil Alloh berkehendak/ bermaksud pada suatu perkara yang tidak Dia ketahui.

Jika Alloh tidak Iradat itu Mustahil, karena jika Alloh tidak disifati oleh Iradat, tentu oleh Qudratpun tidak akan disifati. Lantas jika Alloh tidak disifati oleh Qudrat itu Mustahil, karena kalau tidak disifati oleh Qudrat maka sudah pasti akan disifati oleh lawannya sifat Qudrat. Yaitu apes (Lemah )

Dan jika Alloh Lemah utu mustahil, karena jika lemah (apes), maka pasti tidak akan ada seluruh alam ini. Sementara jika Alam ini tidak ada, maka itu Batal karena alam ini terlihat dengan jelas. Dengan demikian maka mustahil jika Alloh itu Apes (lemah).

Kesimpulan sifat Ilmu

Setelah panjang lebar kita mengurai bahasan sifat Ilmu, mulai dari pengertiannya, Muta’allaqnya, dan dalil-dalilnya. Maka kita akan mengetahui pula bahwa antara sifat Qudrat, Sifat Iradat, dan Ilmu itu sangat erat kaitannya.

Dengan itu maka Alloh itu wajib disifati oleh sifat Qudrat, maka wajib pula disifati oleh sifat Iradat. Karena Qudrat merupakan cabang dari Iradat dalam jalan pemikiran kita. Jika demikian maka Alloh wajib disifati oleh sifat Ilmu, karena Mustahil akan ada Iradat (kehendak), jika tidak mengetahui terlebih dahulu akan apa yang dikehendaki-Nya.

Dengan demikian maka Mustahil jika Alloh disifati oleh sifat Bodoh. Jadi wajiblah Alloh disifati oleh Sifat Ilmu, karena tidak mungkin akan ada Alam yang sangat mempesona ini jika yang Menciptakannya BODOH.

Sebelum menutup bahasan, silahkan dicermati terlebih dahulu Tabel keterangan dari sifat Ilmu dibawah ini :

Sifat Ilmu
Tabel sifat Ilmu