(escincau.com) Sifat Hayat Alloh, Assalaamu’alaykum warohmatullohi wabarokaatuh, Sahabat Bang Thoyyib yang selalu di Rahmati Alloh. Agak telat nie melanjutkan bahasannya karena waktu yang kurang mendukung dan banyak urusan yang harus diselesaikan.
Supaya tidak menghabiskan waktu dengan celotehan yang kagak ada habisnya, maka mari kita lanjutkan saja bahasan kita yang terbengkalai dahulu yaitu kita masih membahas Bab sifat Ma’ani yang diawali dari Sifat :

  1. Qudrat
  2. Iradat
  3. Ilmu
  4. Dan sekarang Sifat Hayat Alloh

Jika kita urutkan maka Sifat Hayat Alloh ini termasuk pada deretan sifat Ma’ani yang ke Empat dan mempunyai posisi lain dari pada Sifat Ma’ani yang lainnya. Yang menjadi sebab sifat Hayat ini tidak sama dengan sifat-sifat ma’ani yang tiga diatas karena sifat Hayat Alloh itu tidak adanya Ta’alluq, Untuk lebih jelasnya silahkan lihat uraian terdahulu.
Lihat lagi : Uraian sifat Ma’ani

SIFAT HAYAT ALLOH

Yang akan kita bahas dalam uraian sifat hayat ini ada beberapa poin, diantaranya :

  1. Pengertian sifat hayat
  2. Perbedaan Ruh dan Hayat
  3. Lawan Sifat Hayat
  4. Dalil sifat Hayat

Nah dari rancangan diatas ini bagi sebagian dari sahabat-sahabat, saya yakin sudah mengetahuinya. Tapi tak apalah saya tuangkan disini, supaya tidak membuang waktu lagi kita langsung kepokok bahasan saja.

1. Pengertian Sifat Hayat Alloh

Pengertian Sifat Hayat Alloh itu Adalah :

هِيَ صِفَةٌ تُصَحِّحُ لِمَنْ قَامَتْ بِهِ الْإِدْرَاكُ كَالْعِلْمِ وَالسَّمْعِ وَالْبَصَرِ

Artinya : Sifat Hayat Alloh itu adalah Sifat yang me_ngesahkan bahwa Dzat yang disifati oleh Hayat itu dan mempunyai Idraak ( Pemahaman ), seperti Mengetahui, mendengar, melihat, dan lain sebagainya.

Yakni Hayat Alloh itu menjadi syarat kepada Sah adanya Idrok pada salahsatu Dzat. Adapun yang disebut dengan Idrok itu sendiri adalah : Ta’alluqnya sifat Alloh yang tiga, diantaranya :

  1. Sifat Ilmu
  2. Sifat Sama’
  3. Sifat Bashor

Sedangkan maknanya Idrok itu adalah Menemukan Perkara yang di Ta’alluqinya. Dengan demikian, maka Ta’alluqnya itu disebut dengan Ta’alluq Inkisyaaf ( Terbuka ), oleh sebab itu maka tidak akan bisa dimengerti seumpama ada satu Dzat yang mempunyai sifat Maha mendengar, Maha melihat, dan Maha berkehendak, tapi Dzat tersebut tidak Hidup.

Sehingga keberadaan Sifat Haya Alloh itu menjadi syarat kepada semua sifat Ma’ani selain Sifat Hayat, sebab tidak akan ada sifat-sifat ini :

  • Sifat Qudrat
  • Sifat Iradat
  • Sifat Ilmu
  • Sifat Sama’
  • Sifat Bashor
  • Sifat Kalam

Baca juga : Sifat Ma’ani

Nah semua sifat diatas itu tidak akan ada jika Yang memiliki sifat itu tidak Hayat ( Hidup ).

Ta’alluqnya sifat Hayat Alloh

Jika kita teliti dalam postingan yang telah kita ulas dahulu, bahwa Sifat Hayat Alloh itu tidak memiliji Ta’alluq pada sifat manapun. Karena Sifat Hayat itu sekedar Tashih ( mengeSahkan ) keberadaan sifat-sifat yang lain seperti yang tertera dalam Gambar Ini.

BUKA GAMBAR

Yakni enam dari tujuh sifat Ma’ani itu selain Sifat Hayat Alloh.

Harus kita ketahui dan harus kita Garis bawahi bahwa Hidupnya Alloh itu bukan oleh perkara yang melebihi pada Dzatnya. Sangat Berbeda dengan kita, karena hidupnya kita itu terjadi oleh suatu perkara yang melebihi pada dzat kita sendiri.

Dari sedikit gambaran diatas, maka  Hidupnya Alloh itu tidak akan pernah menemui ajal ( tidak akan didatangi oleh kematian ). Sedangkan kalau kita mah jika Ruhnya dicabut, maka akan mati.

2. Perbedaan antara Ruh dan Hayat

Sahabat Bang Thoyyib yang di Rahmati Alloh, biar tidak terjadi kekeliruan dalam pemahaman antara Ruh dan Hayat, sekaran mari kita ketahui bersama Bagaimana perbedaan antara Ruh dan Hayat itu..?

Perbedaan antara Ruh dan Hayat itu sebagai berikut ;

  1. Hayat itu mempunyai makna Hidup.
  2. Ruh itu mempunyai makna Nyawa pada makhluk berbeda.

Setelah kita melihat perbedaan diatas, mari kita perinci lagi supaya lebih faham dan bisa kita mengerti perbedaan tersebut.

1. Ruh

Yang disebut dengan Ruh itu adalah :

جِسْمٌ لَطِيْفٌ

Artinya : Dzat yang sangat halus (lembut).

Yang berbaur (menyatu) keberadaannya didalam badan, seperti menyatunya air pada tumbuhan atau kayu yang masih basah (Hijau).

2. Hayat

Dan yang disebut dengan Hayat atau Hidup, bagi kita itu ‘Arodl atau dalam artian baru diciptakan oleh Alloh subhaanahu wa ta’ala ketika ada Ruh. Dengan demikian, bisa kita fahami bahwa Hayat atau hidup kita itu bukan oleh Ruh. Tapi disaat ruh bersemayam didalam jasad makhluk, Alloh membuat kehidupan pada jasad tersebut.

Jadi ruh itu hanya sekedar sabab adat yang sangat sah untuk salah, karena terkadang ada Ruh tapi tidak ada kehidupan. Atau juga ada kehidupan tapi tidak ada ruh, yang menjadi contoh pada adanya hidup tapi tidak ada ruh itu seperti Mukjizatnya Kangjeng Nabi Muhammad Shollalloohu ‘alayhi wa sallam.

Pohon menghampiri Kangjeng Rosul, serta membaca Salam dan Syahadat dihadapannya.

Dalam kondisi seperti ini, yang bisa kita fahami adalah bahwa pohon tersebut tidak memiliki Ruh sama sekali, dan jika kita ukur dengan hukum adat atau menurut kebiasaan yang ada bahwa Jika ada Ruh maka biasanya Hidup dan jika tidak ada Ruh maka tidak ada pula kehidupan.

Baca juga : Sebab-sebab menurut adat

3. Lawan dari sifat Hayat Alloh

Setelah kita mengetahui sedikit perincian dari sifat Ma’ani yang ke empat yaitu sifat Hayat Alloh, maka dalam perjalanan kita kali ini, kita dituntut pula untuk mengetahui apa yang menjadi lawan dari Sifat Hayat tersebut.

Apa sih yang menjadi lawan dari sifat Hayat itu..?

Yang menjadi lawan (yang Mustahil) dari Sifat Hayat itu adalah Maut (Mati), jadi Alloh Subhaanahu wa Ta’ala itu Mustahil dihampiri oleh kematian. Karena Maut itu ( أَمْرٌ وُجُوْدِيٌّ ) yakni perkara yang ada atau nampak yang menjadi lawan dari Hayat atau Hidup.

Ungkapan diatas itu yang menjadi tolak ukur pemahaman Aqidah Ahlus sunnah wal-Jama’ah.

Sedangkan jika menurut pemahaman penganut aqidah Mu’tazilah itu Yang namanya Maut itu mutlaq tidak ada kehidupan, jadi jika demikian Maut itu suatu perkara yang tidak ada kehidupan didalamnya ( أَمْرٌ عَدَمِيٌّ ).

Adapun yang menjadi petunjuk bahwa Maut itu hal yang ada (nampak), yaitu merujuk kepada Firman Alloh yang tertuang didalam Surat al-Mulk ayat 2 :

أَلَّذِيْ خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ

Artinya : Yang menjadikan mati dan hidup.

Kutipan ayat diatas menunjukkan kepada kita bahwa kehidupan dan kematian itu diciptakan Oleh Alloh subhaanahu wa ta’ala. Dan bisa kita fahami bahwa sesuatu yang diciptakan itu menjunjukan kepada sesuatu yang ada (tampak).

Dengan demikian, maka jelaslah bahwa hidup dan mati itu Ada. Dan pendapat ini sesuai dengan Keyakinan (Aqidah Ahlus sunnah Wal Jama’ah).

4. Dalil sifat Hayat Alloh

Hampir dari setiap postingan yang Muncul di blog Aqidah Ahlus sunnah ini, selalu menyertakan sebuah dalil untuk memperkuat pendapat dan mengukuhkan keyakinan kita semua.

Dan dalam postingan sifat Hayat Alloh pun kami akan menyertakan sebuah dalil yang mencakup :

  • Dalil Naqli
  • Dalil ‘Aqli

Dalil Naqlinya sifat Hayat Alloh

Yang menjadi dalil Naqli atau kutipan ayat yang mengukuhkan akan sifat hayat Alloh adalah yang tertuang dalam Al-Qur’an surat Al-Baqoroh ayat 255 :

اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ

Artinya : Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya).

Sampai disini saya rasa penjelasan dari Dalil Sifat Hayat Alloh sudah tidak perlu diuraikan lagi, karena uraian diatas sudah sangat jelas. Dan kalaupun masih kurang dimengerti, bisa dibaca berulang kali atau konfirmasi saja pada Ulama setempat, atau bisa hubungi admin.


Nah jika setelah mengungkap Dalil Naqli, biasanya dalam uraian sebelumnya diungkap pula Dali ‘Aqlinya. Dan untuk uraian dalil ‘Aqli dari sifat hayat Alloh.

Dalil ‘Aqlinya sifat Hayat Alloh

Dalil Aqli (alasan yang masuk akal) yang memperkuat bahwa Alloh ditetapi oleh sifat Hayat, yaitu nampaknya (adanya) seluruh alam ini. Adapun cara penyusunan dalam peng_ungkpannya seperti ini :

Alloh itu disifati oleh sifat Hayat (Hidup), sebab jika Alloh tidak Hayat maka Alloh itu disifati oleh kebalikannya yaitu Maut (Mati).

Sedangkan jika Alloh Maut itu suatu hal yang sangat Mustahil, karena jika Alloh subhaanahu Wa Ta’alaa Maut sudah tentu tidak akan di sifati pula oleh sifat Ma’ani. Dan dengan tidak adanya sifat Ma’ani pada Alloh itu Mustahil, karena akan berakibat pula pada tidak adanya alam semesta beserta isinya.

Serta jika alam semesta ini tidak ada, maka itu tidak dibenarkan (Batal) sebab tidak sesuai dengan kenyataannya. Dengan demikian, maka tetaplah sifat Ma’ani pada Alloh Subhaanahu wa Ta’ala, dan maka tetap pula lah sifat hayat Alloh tersebut.

Sifat Hayat Alloh
Sifat hayat

Karena jika Dzat yang Maha Kuasa, Maha Berkehendak, Maha Mengetahui, Maha Mendengar, Maha Melihat, dan Maha Berkata-kata, itu pasti haruslah Hidup ( Maha Hidup). Dan yang menjadi Sahnya disifati oleh suruh sifat yang ada. Tatkala Alloh ketetapan oleh sifat Hayat, maka sangat mustahil disifati oleh lawannya (kebalikannya) yaitu Maut (Mati).

Kesimpulan dari sifat Hayat Alloh

Sahabatku sekarang sampailah kita pada kesimpulan bahasan dari sifat Hayat Alloh, yang mana dalam pembahasan ini ada sedikit persamaan antara sifat yang empat. Persamaan dari sifat Alloh yang nisbat ada pada kita semua adalah :

  • Hayat (Hidup)

  • Ilmu ( Pemahaman)

  • Iradat (Kehendak/rencana)

  • Qudrat ( Pelaksanaan)

Mari Kita Uraikan ya dari poin-poin diatas.

– Qudrat itu merupakan cabang dari dari Iradat, sebab tidak mungkin akan ada pelaksaan mengerjakan sesuatu jika tidak ada perencanaan terlebih dahulu.

– Iradat itu merupakan cabang dari Ilmu, sebab tidak mungkin akan muncul sebuah rencana jika tidak diketahui / dimengerti terlebih dahulu.

Nah yang tiga diatas yaitu : Qudrat, Iradat, dan Ilmu, kesemuanya itu menunggu kepada adanya Hayat sebab jika tidak ada Hayat, maka tidak akan ada sifat yang tiga itu. Jadi ke empat sifat diatas jika teraplikasi kepada kita mah tertib ( tersusun).

Adapun bagi Alloh itu tiada istilah duluan ataupun belakangan, dan ini hanya sekedar Ta’alluq yakni jalan fikiran agar mudah dimengerti saja. Sebab Alloh itu Mukhalafatun Lil Hawaditsi karena jika sifat-sifat Alloh tertib (terurut) maka sudah pasti sifat yang terakhir sebelumnya tidak ada pada Alloh Ta’ala. Sedangkan jika yang tadinya tidak ada, terus ada diakhir kemudian, maka itu disebut dengan Baru sementara dalam bab terdahulu dijelaskan bahwa jika Alloh Baru itu Mustahil.

Yuk kita Baca lagi : Sifat Mukhalafatun Lil Hawaditsinya

Sampai disini dulu Sahabatku penjelasan singkat dari Sifat Hayat Alloh, semoga dengan tertuangnya tulisan ini menjadi sebuah jembatan bertambahnya Pengetahuan kita dan semoga lebih mempertebal keImanan Kita. Aamiin….