Home » Aqoid Ilaahiyyat » Ilmu Tauhid » SIFAT BASHOR

SIFAT BASHOR

Posted at Agustus 27th, 2018

Sifat Bashor, Asslaamu’alaykum warohmatullohi wa barokaatuh, Sahabat Bang Thoyyib Yang di Rahmati Alloh…. Lama kita tidak bersua dalam sebuah tulisan, dikarenakan kondisi kurang memungkinkan dan banyak kegiatan di dunia nyata, jadi terbengakalai semuanya. Untuk itu dari saya sebagai penulis menghaturkan berjuta Maaf yang tak terhingga.

Lihat ID Sang penulis dengan mengikuti tautan ini

Alangkah baiknya dalam kesempatan yang sangat berharga ini, kita langsung saja melanjutkan apa yang sedang kita bahas supaya tidak melebar kemana-mana. Karena jika tidak segera dilanjutkan, dikhawatirkan pengetahuan yang telah kita dapatkan dari bahasan Sifat Sama’ akan menggantung tidak ada kelanjutannya.

Silahkan dilihat bahasan sebelumnya :

Sifat Sama’

Jika sudah Anda lihat, sekarang kita tinggal melangkah pada Sifat Ma’ani yang lainnya yaitu sifat Bashor. Apa saja bahasan yang akan tertuang dalam tulisan kita ini…???

Nah yang akan kita bahas dalam kesempatan yang sangat berharga ini adalah :

  • Pengertian sifat Bashor
  • Muta’allaqnya sifat Bashor
  • Lawannya sifat Bashor
  • Dalilnya sifat Bashor

Dari poin-poin diatas, kita akan bahas secara ringkas satu persatu. Dan yang kita bahas lebih dulu adalah pengertian dari sifat Bashor.

Pengertian Sifat Bashor

Pengertian Sifat Bashor adalah :

صِفَةٌ وُجُوْدِيَّةٌ قَائِمَةٌ بِذَاتِهِ تَعَالَى مُتَعَلِّقَةٌ بِجَمِيْعِ الْمَوْجُوْدَاتِ عَلَى وَجْهِ الْإِحَاطَةِ تَعَلُّقًا زَائِدًا عَلَى تَعَلُقِ الْعِلْمِ وَالسّمْعِ

Artinya : “Sifat yang ada serta Qadim yang berdiri sendiri pada Dzat Alloh yang Ta’alluqnya pada semua yang ada ( yaitu meliputi keseluruhan), dengan konsep Ta’alluqnya melebihi pada Ta’alluq sifat Ilmu dan sifat Sama‘”.

Jadi sifat Bashor ini dalam Ta’alluqnya itu adalah Ta’alluq Inkisyaf dan Idrak seperti Ta’alluqnya sifat Ilmu dan sifat Sama’. Tapi walaupun demikian, jika ditilik dari segi Ta’alluqnya berbeda dengan yang di Inkisyaf oleh sifat Sama’ dan Sifat ‘Ilmu, dan juga Sifat ‘Ilmupun berbeda pula dengan Inkisyafnya sifat Sama’ dan Bashor.

Jadi walaupun dikatakan sama antara dua Ta’alluq tersebut, pada intinya tetep saja ada perbedaannya. Apa saja perbedaannya..??? 

Sifat bashor

Hanya ilustrasiUntuk jawaban dari pertanyaan diatas, jika Anda masih berminat untuk terus mengetahuinya, mari kita lanjutkan membaca tulisan ini sampai tuntas. Tapi jika tidak berminat, buka saja ahalaman yang lainnya.

Muta’allaqnya Sifat Bashor

Jika Anda dalam membaca sampai disini, postingan sudah sampai disini, Saya yakin Anda menginginkan untuk lebih menambah wawasan akan keTuhanan dan mengenal lebih jauh tentang sifat-sifatNya Alloh.

Alloh Subhaanahu wa Ta’alaa melihatnya itu oleh Sifat Bashor, dan melihatnya itu kepada Mawjuudaat ( segala apa yang Ada/diciptakan). Yakni pada keseluruhan yang Ada (diciptakan), entah itu mawjuudaat qodimat seperti Dzat Alloh dan sifat Ma’ani, atau Mawjuudaat Haaditsaat seperti Makhluk ( ciptaanNya ).

Jadi Alloh itu melihat kepada Dzat dan sifat Ma’ani, sehingga Alloh Subhaanahu wa Ta’ala melihat oleh sifat Basharnya. Serta Alloh itu Melihat pada segala apa yang Ada bukan hanya pada bentuknya saja tapi pada segalanya, seperti :

  • Rasa :
  • Manis
  • Kecut
  • Pahit
  • Getir
  • Warna :
  • Putih
  • Hitam
  • Hijau
  • Kuning
  • Merah
  • Aroma :
  • Bau
  • Wangi
  • Dan lain-lain

Nah kesemuanya itu oleh Alloh Terlihat secara nyata, sebab itu semua adalah termasuk kepada yang Mawjuudaat ( Perkara yang Ada/tampak ).

Dalam hal inilah yang dikategorikan serupa dengan sifat Sama’Nya Alloh, karena disana dijelaskan bahwa Alloh Maha Mendengar pada segala apa yang ada bukan suara saja yang bisa didengar oleh Alloh. Yakni Alloh itu mendengar pada semua Mawjuudaat, jadi semuanya terdengar dan terlihat oleh Alloh dari sana yang menjadi alasan antara Sama’ dan Bashor serupa dalam Muta’allaqnya.

Yakni yang di Ta’alluqinya sama-sama Mawjuudaat, hanya saja bedanya itu dari segi Ta’alluqnya لاَيَعْلَمُ إِلاَّاللّه Artinya Tidak ada yang mengetahui selain Alloh.

Perlu di ingat…!!!!

Bahwa melihatnya Alloh itu bukan oleh hitamnya mata seperti Makhluk, sebab Alloh itu Mukhalafatun lil hawaaditsi (beda dengan semua ciptaanNya/yang baru). Adapun yang disebut Bashor (penglihatan) bagi kita (Makhluk) menurut para Hukama (Ahli Hukum) adalah :

Baca juga : Sifat Mukhalafatun Lil Hawaditsi

Suatu kekuatan yang diaplikasikan pada dua Urat syaraf yang saling potong dijalur depan otak kita. Saling potongnya itu seperti huruf Dal yang saling membelakangi seperti ini

Sifat BashorTapi Kalau Menurut Fahamnya ahlus Sunnah

Yang disebut dengan Bashor pada makhluk itu adalah Sebuah kekuatan yang diciptakan oleh Alloh Subhaanahu wa Ta’ala pada Mata. 

Kalau Sama’ (Pendengaran) pada kita sebagai makhluk Alloh, itu lebih utama daripada Bashor jika Menurut Qaul yang Shohih.

QILA

Tapi kalau menurut salahsatu Qaul menyebutkan bahwa :

Penglihatan itu lebih utama daripada Pendengaran, sebab dengan Melihat bisa menemukan meng_Idrak pada Warna, Bentuk, dan pertingkah. Sedangkan kalau pendengaran itu hanya sebatas menemukan suara saja.

Maka jawaban dari pernyataan diatas itu seperti ini :

Itu hanya faidah dunia saja, sebagai sarana untuk menerima Ilmu itu tetep lebih Utama pendengaran. Sebagai contohnya adalah orang yang dikasih anugrah Tuli semenjak dilahirkan, karena walaupun dia bisa melihat tapi akan kesulitan dalam menerima ilmu ( membutuhkan metode khusus untuk mendapatkan ilmunya.

Tapi jika yang dilahirkannya dalam keadaan bisa mendengar, walaupun dia Buta maka tetep akan Mudah dalam menerima Ilmu.

Dengan demikian maka Pendengaran lebih utama daripada Penglihatan, tapi wajib kita garis bawahi pula bahwa yang demikian itu hanya berlaku pada Makhluk. Akan tetapi kalau Nisbat bagi Alloh mah tidak ada bedanya ( Sama saja ).

Waktu Ta’alluqnya sifat Bashor

Tak terasa ya sudah jauh bahasan kita, masih minat untuk menyelesaikan membacanya….?

Jika masih minat silahkan selesaikan, dan jika sudah tidak minat, berhentilah sejenak dan merefreshnya dengan mendengarkan alunan suara penyejuk jiwa.

Klik saja disini

Nah kalau sudah siap, mari kita lanjutkan kembali bahasan Waktu Ta’alluq atau Zaman Ta’alluqnya sifat Bashor. Jika Anda masih mengingat bahasan yang dulu, dalam bahasan Sifat Ma’ani.

Buka lagi : Sifat Ma’ani

Jika sudah membukanya, tentu disana kita akan menemukan cuplikan bahasan bahwa sifat Bashor ini memiliki Tiga (3) Zaman Ta’alluq serupa dengan sifat sebelumnya yaitu sifat Sama’, yang Tiga itu diantaranya :

  • Tanjiizii Qadiim

Tanjiizi Qadim dalam bab ini artinya Melihatnya Alloh Subhaanahu wa Ta’alaa itu oleh sifat Bashornya pada Dzat serta Sifat Ma’ani.

  • Shuluuhii Qadiim

Shuluuhi Qadiim dalam bab ini artinya kepatutan mampunya Alloh oleh sifat bahsor untuk melihat segal Mawjuudaat Jaaizaat ( makhluk yang akan diadakan/diciptakan) [sebelum adanya penciptaan].

  • Tanjizii Hadits

Tanjizii Hadits dalam Bab ini artinya Melihat-Nya Alloh kepada makhluk yang ada setelah diciptakannya makhluk tersebut.

Lawannya sifat Bashor

Tuh kan kalau dibaca sampai juga pada bahasan Lawannya sifat Bahsor, karena jika tidak selesai membaca sampai poin dalilnya, dikhawatirkan akan salah pemahaman nantinya. Maka saya sarankan diselesaikan saja membacanya terus diulang-ulang sampai bisa difahami.

Diatas telah dijelaskan bahwa Bashor itu mempunyai makna Melihat, Nah kalau kebalikan atau lawannya dari melihat itu adalah Al-‘Umyu yang memiliki makna Buta. Dengan demikian maka Mustahil Alloh Subhaanahu wa Ta’alaa di sifati oleh Buta ( Tidak melihat ).

Nah dalam konteks ini (Buta) disini ada dua faham ( qaul ), kedua faham ini diantaranya :

  • Faham Ahlus sunnah

Menurut fahamnya Ahlus sunnah wal Jama’ah, yang disebut dengan Buta itu adalah AMRUN WUJUUDIYYUN yang artinya suatu perkara yang tampak yang jadi lawan atau kebalikan dari melihat.

  • Faham Mu’tazilah

Namun kalau menurut fahamnya orang yang menganut pada faham Mu’tazilah, yang disebut dengan Buta itu adalah AMRUN ‘ADAMIYYUN yang mempunyai makna perkara yang tidak nampak ( tidak ada ). Yakni yang disebut dengan Buta menurut Fahamnya Mu’tazilah itu adalah tidak bisa melihat dari perkara yang biasa melihat.

Jadi kalau batu, pohon, dan yang lainnya tidak bisa melihat karena dalam kebiasaannyapun tidak melihat. Jadi ada ungkapan begini :

Buta, Tuli atau Bisu itu hanya pada perkara yang biasa Melihat, mendengar, dan berbicara seperti pada Manusia.

Sampai disini sedikit ulasan tentang lawannya sifat bashor bagi Alloh, poin terakhir yang belum kita ulas tinggal mengungkapkan Dalilnya. Supaya lebih mempersingkat waktu, mari kita gulirkan lagi ke poin berikutnya.

Dalil sifat Bashor

Sebelum melanjutkan bahasannya, alangkah baiknya jika Sahabat semua membaca bahasan ini.

Baca dulu : Pengertian Dalil

Jika sudah dibaca, maka akan saya lanjutkan pembahasannya tentang dalil sifat bashor. Disini yang akan kita bahas yaitu seperti dalam Bab-bab sebelumnya yang tak lepas dari dua metode, yaitu :

  1. Dalil Naqli
  2. Dalil ‘Aqli

Dalil Naqli sifat Bashor

Dalil Naqli dari sifat bashor adalah kutipan ayat atau firman Alloh yang tertuang dalam surat Asy-syura ayat 11 :

وَهُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ

Artinya : “dan Dialah yang Maha Mendengar dan Maha Melihat.”

Dan juga tertera dalam surat al-Mukmin 44 :

إِنَّ اللَّهَ بَصِيرٌ بِالْعِبَادِ

Artinya : “….Sesungguhnya Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya”.

Sampai disini kita mengulas dalil Naqli dari sifat Bashor, untuk penjelasan lebih lanjut dan mendetil silahkan konfirmasi saja pada Ulama setempat ya.

Dalil ‘Aqli sifat Bashor

Adapun Dalil ‘Aqli dari sifat Bashor adalah sperti ini :

Jika Alloh tidak melihat tentu Alloh itu Buta, sedangkan Buta itu adalah suatu sifat Kekurangan. Dan sangat Mustahil jika Alloh memiliki kekurangan tersebut. Karena Makhluknya saja bisa melihat maka dengan demikian Mustahil makhluk ( yang diciptakan ) lebih sempurna daripada Kholiq ( yang menciptakan ).

Dengan demikian maka Alloh itu wajib Bashor ( Melihat ), dan Mustahil kebalikannya yaitu Buta.

Kesimpulan

Sekarang kita tarik kesimpulan dari awal bahasan kita yaitu Sifat Bashor bagi Alloh.

Alloh itu wajib ketetapan oleh Bashor dengan muta’allaq yang serupa dengan sifat Sama’ dengan dua Zaman Ta’alluq, yang diperkuat oleh dua metode Dalil yaitu Naqli serta ‘Aqli.

Untuk gambaran tersebut mari kita lihat Gambaran dibawah ini :

Penjelasan sifat Ma'ani Sifat Ma’ani

Sekarang lengkaplah sudah bahasan kita, semoga Alloh senantiasa memberi kemudahan bagi kita dalam mempelajari serta mengenali Alloh melalui mempelajari sifat-sifatnya.

Wallohu a’lam bish-shawab.

Click here for more information about "SIFAT BASHOR"

Wooww, very nice! I want to share this Article!
facebook
twitter
stumbleupon
Delicious
reddit
Digg

Write your comment about SIFAT BASHOR


Related post to SIFAT BASHOR