Home » Aqoid Ilaahiyyat » Ilmu Tauhid » PENJELASAN SIFAT MA’ANI

PENJELASAN SIFAT MA’ANI

Posted at Maret 21st, 2018

Escincau.com BAGIAN KETIGA PENJELASAN SIFAT MA’ANI

 Assalaamu’alaykum Sahabat Bang thoyyib yang di Rahmati Alloh, Alhamdulillah pada kesempatan kali ini kita masih dikasih kesempatan untuk merasakan nikmatnya denyutan jantung, dan bisa menghirup segarnya udara.

Dan sebagai ungkapan rasa syukur ini saya akan melanjutkan sebuah bahasan baru yaitu Bagian ketiga penjelasan Sifat Ma’ani, jika dalam postingan – postingan yang telah kita baca bersama baru dua bagian dari ilmu Tauhid yang telah kita bahas, yaitu Sifat 20 yang tebagi menjadi empat bagian :

  • Sifat Nafsiyyah
  • Sifat Salbiyyah
  • Sifat Ma’ani
  • Sifat Ma’nawiyyah

ULASAN SEBELUM BAGIAN KETIGA PENJELASAN SIFAT MA’ANI

Sebelum melangkah pada bahasan bagian ketiga penjelasan sifat ma’ani, mari kita sedikit mengulas bahasan, Dalam Sifat Nafsiyyah disana kita hanya menemukan satu sifat, yaitu Sifat Wujud, dan dalam uraian dari sifat wujud ini kita temui pula berbagai macam penjelasan, mulai dari Dalil-dalilnya, contoh-contohnya, dan segala penjelasan yang erat kaitannya dengan bahasan tersebut.

Baca juga : Sifat Nafsiyyah (Sifat Wujud dan dalil-dalilnya)

Setelah selesai dalam pembahasan Sifat salbiyyah tersebut, kita melangkah lagi pada bahasan berikutnya yaitu Sifat Salbiyyah, dalam uraian sifat Salbiyyah ini yang kita ketahui mulai bertambah, karena dalam Sifat salbiyyah ini ada Lima sifat, yaitu :

  • Sifat Qidam
  • Sifat Baqo
  • Sifat Mukhalafatun lil Hawaditsi
  • Sifat Qiyamuhu Binafsihi
  • Sifat Wahdaniyyat

Dari kelima Sifat Salbiyyah diataspun kita menjumpai beragam penjelasan yang lumayan panjang mulai dari Pengertiannya, dalilnya, yang menjadi kebalikan (lalawanan.[sunda]) dan contoh-contohnya. Dan sekarang kita akan mulai kepokok bahasan Bagian ketiga penjelasan Sifat Ma’ani.

BAHASAN BAGIAN KETIGA PENJELASAN SIFAT MA’ANI

Dalam pokok bahasan bagian ketiga penjelasan sifat Ma’ani ini terdapat beberapa perincian, diantaranya ;

  • Pengertian Sifat Ma’ani
  • Sifat-sifat yang termasuk kedalam Sifat Ma’ani
  • Cuplikan penjelasan dari Sifat-sifat yang ada dalam naungan sifat Ma’ani

Pengertian sifat Ma’ani

Yang disebut dengan Sifat Ma’ani adalah Sifat-sifat Ma’na (Makna) atau arti kesempurnaannya Dzat Alloh subhaanahu wa ta’ala.

Sifat-sifat yang tergabung kedalam sifat Ma’ani

Adapun Sifat 20 yang termasuk kedalam sifat Ma’ani ada 7 sifat, diantaranya ;

  1. Sifat Qudrat
  2. Sifat Iradat
  3. Sifat ‘Ilmu
  4. Sifat Hayat
  5. Sifat Sama’
  6. Sifat Bashor
  7. Sifat Kalam

Nah sifat yang 7 diatas ini disebut dengan Sifat Mawjuudaat, yakni Sifat yang Nyata (Ada), sekira bagi orang yang sudah Mukasyafah Mampu untuk melihat pada Sifat yang 7 diatas.

Dalam masalah ini para Ulama Ushuluddin, dalam penyebutan sifat Ma’ani ini mendahulukan sifat Qudrat dan diakhiri oleh sifat Kalam, yakni mengacu jalan Tadalii ( yaitu menurun).

Padahal jika mengacu pada jalan yang Utamanya itu adalah Taroqii ( yaitu meNaik) yakni dimulai dari sifat Hayat, ‘Ilmu, Iradat, Qudrat.

Maka yang menjadi sebab sifat Qudrat dicantumkan terlebih dahulu dalam penyebutannya, karena dalam sifat Salbiyyah yang terakhir yaitu Sifat Wahdaniyyat Fil af’al sudah ada sedikit ulasan disana yaitu : Yang disebut dengan pekerjaan itu adalah Mengeluarkan sesuatu perkara yang tidak ada menjadi Ada itu disebut dengan Qudrat.

Baca juga : Sifat salbiyyah ke lima

Di sana seolah-olah Qudrat yang mempunyai pekerjaan, tapi itu hanya Majaz. Karena Sesungguhnya yang memiliki pekerjaan itu adalah Dzat Alloh yang mempunyai sifat Qudrat.

Dengan alasan demikian, sehingga Qudrat disebutkan terlebih dahulu daripada Iradat, padahal Ta’tsir Qudrat itu berada setelah Ta’tsir Iradat ( Iradat (Qudrat), karena Ta’tsir Qudrat itu lebih jelas sehingga kita bisa terlebih dahulu menemukannya.

Setelah Qudrat barulah melangkah dengan menyebut Iradat, yang menjadi sebab karena Qudrat itu menyesuaikan Iradat dalam Ta’alluqnya, dan yang menjadi sebab ‘Ilmu disebutkan setelah Iradat, karena Iradat itu menyesuaikan ‘Ilmu. Alasannya, karena dalam mengadakan atau menciptakan segala perkara itu jika tidak memakai ‘Ilmu itu Mustahil.
Jadi tiga Sifat diatas, yaitu ;

  • Sifat Qudrat
  • Sifat Iradat
  • Sifat ‘Ilmu

Tertib tersusun rapi menurut Akal dan tidak akan terpisah satu sama lainnya, yang menjadi sebab Sifat Hayat di pisahkan dari sifat yang tiga padahal seluruh sifat Ma’ani itu menunggu kita untuk mengartikannya ( sifat hayat) yang bermakna Hidup.

Alasannya, karena Hayat itu tidak Ta’alluq dan karena jika yang menunjukkan pada pekerjaan itu lebih condong kepada Qudrat, Iradat, dan ‘Ilmu. Maka akan lebih diterima atau bisa dimengerti oleh hati, jika menurut Adat.

Sebab-sebab sifat Hayat dipisahkan dari Sifat Ma’ani yang tiga

Yang menjadi sebab sifat Hayat dipisah dari sifat Ma’ani yang tiga itu karena Dzat yang hidup itu biasa disifati dengan Mendengar ( Sama’), Melihat (Bashor), dan Bicara/Ngadawuh[Sunda] (Kalam).

Dengan demikian maka pantaslah jika sifat Sama’, Bashor, dan Kalam di ungkapkan setelah Sifat Hayat. Alasannya karena Sifat yang tiga ini Dalilnya memakai Dalil Sam’iyyun atau Dalil Naqli.

Sementara kalau Dalil sifat-sifat yang sebelumnya itu yaitu Qudrat,Iradat, ‘Ilmu, dan sifat Hayat itu lebih mengutamakan Dalil ‘Aqli (Akal). Karena dalil ‘aqli itu daripada dalil Naqli, yang menjadi alasannya ;

“Bahwa dalil Naqli itu Sah untuk di Takwil”.

Terus yang menjadi sebab sifat Sama’, Bashor, didahulukan daripada sifat Kalam, adalah sebagai berikut ;

“Karena Sifat Kalam itu mempunyai banyak pembahasannya, serta banyak kontroversi dengan fahamnya kaum Mu’tazilah”

Makanya ilmu ini ( Tauhid ) ini disebut juga dengan ilmu Kalam.
Dan yang menjadi sebab sifat Sama’ didahulukan daripada sifat Bashor adalah menganut pada Firman Alloh Yang berbunyi : Wa huwas-samii’ul Bashiir.

Pengertian Ta’alluq

Adapun Sifat Ma’ani selain sifat Hayat itu biasa Ta’alluq, mari kita simak apa yang disebut dengan Ta’alluq….????
Yang disebut dengan Ta’alluq itu adalah ;

طَلَبُ الصِّفَةِ اَمْرًا زَائِدًا عَلٰى قِيَامِهَا فِى الذَّاتِ

Artinya : “Menuntut atau menyelaraskan sebuah sifat pada suatu perkara yang melebihi berdirinya Sifat akan Dzat”.

Jadi Ta’alluq itu Amrun I’tibariyuun yakni sebuah perkara yang dikira-kirakan (Ijiran [Sunda]) atau perkiraan.

Penjelasan Ta’alluq

Jadi yang disebut dengan Ta’alluq itu adalah ; Jika berada pada diri kita, atau pekerjaannya, diperuntukkan. Seperti perkakas atau anggota badan kita digunakkannya (diperuntukkannya).

Pusing ya Sahabat .??????

Supaya mudah untuk difahami dari pengertian Ta’alluq tersebut kita ambil contoh sebagai berikut ; Pisau untuk Ngiris, Gergaji untuk membelah atau memotong, Telinga untuk mendengar, Mata untuk melihat, Kaki untuk berjalan, dan masih banyak contoh-contoh yang lainnya tinggal dibadingkan saja dengan contoh-contoh yang ada.

Nah dari contoh diatas ada sedikit gambaran untuk memaknai Ta’alluq yaitu Diperuntukkan, dari kalimat diperuntukkan ini masih melebar lagi pembahasannya. Contoh ; “ Mata untuk Melihat “ dari contoh ini bisa dimengerti maknanya bahwa Hubungannya atau keterkaitannya dengan yang dilihatnya.nah inilah yang disebut dengan Ta’alluq.

Tapi perlu di garis bawahi bahwa dalam sifat ketuhanan itu jangan diungkapkan (disebut) sebagai sarana yang diperuntukkan atau digunakan untuk… Sebab sifat Alloh itu bukan suatu alat atau sarana.

Dalam hal ini seperti yang di kemukakan oleh Syekh Nahrowi yang dituangkan dalam Kitab Ad-durrul Fariid sebagai berikut :

لَا يُقَالُ الْقُدْرَةُ وَسِطَةٌ وَلَا اٰلَةٌ

Artinya : Janganlah diungkapkan bahwa Qudrat itu sebagai perantaraan atau Qudrat itu sebuah alat.

Didalam penjelasan sifat Ma’ani ini kita juga akan mengetahui bahwa sifat Ma’ani yang diperuntukkan memperkirakan Ta’alluq itu terbagi menjadi Lima bagian, diantaranya :

  1. Yang sama sekali tidak Ta’alluq yaitu sifat Hayat, itu sekedar Tashih atau men_Syahkan pada adanya sifat Ma’ani.
  2. Ta’alluq Ta-tsiir yaitu Napaki pada menciptakan (mengadakan) atau meniadakan yaitu Qudrat.
  3. Ta’alluq Tahshish yaitu menentukan pada satu persatunya Mumkin.
  4. Ta’alluq Inkisyaf atau Idrok, terbuka yaitu ‘Ilmu, Sama’, Bashor.
  5. Ta’alluq Dilaalah, menunjukkan yaitu Kalam.

Dan sifat Ma’ani ini Meng_i’tibar Muta’allaq, yakni memperkirakan pada yang di Ta’alluqi nya. Itu ada empat bagian, diantaranya :

  1. Yang tidak ada Ta’alluqnya dalam segi apapun yaitu Hayat.
  2. Yang Ta’alluq pada Mumkin saja yaitu sifat Qudrat dan Iradat.
  3. Yang Ta’alluq pada Mawjuudat atau perkara yang ada (Nampak), entah itu wajib secara keseluruhan atau mumkin sebagiannya yaitu sifat Sama’ dan sifat Bashor.
  4. Yang Ta’alluqnya pada Waajibaat, Mustahiilaat, dan Jaaizaat, yaitu sifat ‘Ilmu dan sifat Kalam.

Adapun sifat Ma’ani yang diperuntukan buat memperkirakan Zaman Ta’alluq, itu ada Tiga, diantaranya ;

  1. Shuluhii Qodiim
  2. Tanjiizi Qodiim
  3. Tanjiizi Hadits

Untuk lebih jelasnya dari Penjelasan sifat Ma’ani yang akan kita bahas satu persatu secara terpisah, maka lihatlah Tabel ini terlebih dahulu supaya kita bisa melihat rancangan bahasan yang akan diuraikan kelak.

Dan Tabelnya seperti berikut ini :

Penjelasan sifat Ma'ani

Tabel pembagian sifat Ma’ani

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

[Tanbih] Penjelasan sifat Ma’ani

Yang perlu kita ingat dan harus kita ketahui dalam penjelasan sifat ma’ani ini bahwa ada yang disebut dengan Shuluuhii Qodiim dan Tanjiizii Qodiim.

Shuluuhii Qodiim dan Tanjiizii Qodiim itu adanya sebelum adanya zaman, jadi dalam bahasan disini semuanya hanya sekedar perkiraan semata.

Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga kita diberi kemudahan dalam segala urusan dunia dan akhirat.

Wallohu a’lam.

Sampai jumpa dalam bahasan SIFAT MA’ANI YANG PERTAMA ( SIFAT QUDRAT ).

Click here for more information about "PENJELASAN SIFAT MA’ANI"

Wooww, very nice! I want to share this Article!
facebook
twitter
stumbleupon
Delicious
reddit
Digg
Tags »

Write your comment about PENJELASAN SIFAT MA’ANI


Related post to PENJELASAN SIFAT MA’ANI