Bagi sebagian orang mungkin sangat familiar dengan kata-kata ini (Ma’rifat) namun bagi sebagian lainnya ada juga yang risih, nyinyir, mencela, menyesatkan, dan banyak lagi kata-kata yang lainnya. Namun dalam postingan kali ini sangat patut dipertanyakan Ma’rifat yang mana??? yang akan kita bahas, jangan-jangan tidak sesuai dengan Syari’at.

Jika melihat judul diatas (Ma’rifat yang mana???) berarti ada beberapa ma’rifat dong???

Jawabannya Iya. Yang menjadi alasan, karena secara harfiah Ma’rifat itu mempunyai makna (kenal) atau mengetahui dengan sesungguh-sungguh. Namum masih bersifat umum karena apapun dan siapapun yang kita ketahui dan kenali, itu bisa juga disebut dengan ma’ifat.

Namun yang akan kita bahas disini Ma’rifat yang masuk kedalam kategori Wajib bagi setiap orang yang baligh dan berakal sehat ( Mukallaf ). Ma’rifat yang mana yang wajib bagi mukallaf..??

Jawaban pertanyaan Ma’rifat yang mana???

 

Yaitu Ma’rifat yang sesuai dengan Firman Alloh :

فَاعْلَمْ أَنَّهُ لاإلٰه إلاالله 

Artinya : “Ketahuilah.!! Bahwa sesungguhnya tiada Tuhan yang wajib disembah kecuali Alloh ( QS : Muhammad : 19).

Jadi yang di maksud dengan Ma’rifat disini adalah Mengenali, sementara kalau Ilmu itu artinya Tau/mengetahui. Terus antara Ma’rifat dan Ilmu dalam Fan yang akan kita bahas disini, jika menurut Qaul yang shohih itu Sama dalam maknanya yaitu :

جَزْمٌ مُطَابِقٌ لِلْوَاقِعِ نَاشِئٌ عَنْ دَلِيْلٍ

Artinya : ” Yang dinamakan dengan Ma’rifat itu adalah Teguhnya keyakinan yang sesuai dengan kenyataan (pembuktiannya), serta pengetahuannya itu berlandaskan dengan sebuah dalil atau alasan”.

Wal hasil!!! Bisa disebut Ma’rifat jika kumpul Tiga perkara, yaitu :

  1. Jazimun (جازمٌ ) yaitu Keyakinan yang jauh dari keragu-raguan, yang tidak akan goyah sedikitpun.
  2. Keteguhannya itu Mufaqat dengan Waqi’nya ( sama dengan pembuktiannya yang ada di Lauhul Mahfudh) dan sesuai dengan Ilmunya Alloh.
  3. Timbulnya keyaqinan yang benar dan sesuai dengan dalil Qath’i, yakni dalil yang pasti akan kebenarannya. Yaitu dalil ‘Aqli dan dalil Naqli (Al-Qur’an dan al-Hadits yang shohih)

Maka dari Ta’rif (devinisi) diatas, ada Enam macam yang keluar dari Ma’rifat ( yakni yang tidak mengena dengan makna Ma’rifat).

  • Dhon ( ظن ) Besarnya prasangka

  • Syak ( شك ) Ragu-ragu

  • Wahmu ( وهم ) Kecilnya prasangka

Tiga poin diatas itu tidak termasuk kedalam makna Jazim ( جازم ). Jadi tidak termasuk kedalam kategori Ma’rifat.

Ma'rifat yang mana???
Hakikat Ma’rifat

Supaya gampang untuk dicerna, sekarang kita ambil contoh / gambaran saja, contohnya seperti ini :

” Ada seseorang melihat suatu benda dari kejauhan, didalam benaknya mengatakan : Apakah benda itu Batu atau kerbau..?? “

Jika Prasangka orang itu menitik beratkan bahwa benda tersebut adalah sebongkah batu, maka yang demikian itu disebut dengan Dhon sementara prasangka yang tidak dititik beratkan ( lebih kecilnya “prasangka terhadap kerbau” ) itu disebut dengan Wahm. Terus jika prasangkanya itu 50:50 ( imbang) maka yang demikian itu disebut dengan Syak (ragu-ragu).

  • Taqlid Shohih

Yang disebut dengan Taqlid Shohih adalah teguhnya keyaqinan yang sesuai dengan pembuktiannya / kebenarannya. Tapi tidak memakai atau berdasarkan Dalil / alasan.

Dia hanya sekedar mengikuti ucapan orang lain yang lebih mengerti atau faham, contohnya seperti Orang yang meyakini akan Adanya Alloh, Rosul-rosulnya, dan dia tau pada Sifat-sifat Alloh serta Rosulnya tapi tidak tau akan Dalil-dalilnya.

 

  • Jahlun Murokkab

Yang disebut dengan Jahlun Murokkab itu adalah orang yang berkeyakinan dan berpegang teguhnya itu tidak sesuai dengan Mufaqat dan tidak sesuai pula antara bukti dan kebenarannya, serta membubuhkan dalil atau alasan yang tidak sesuai pula.

Contoh nyatanya adalah seperti : Kaum-kaum Nashoro, karena mereka meyakini bahwa Tuhan itu ada Tiga dan juga mereka meyakininya dengan membubuhkan dalil, tapi dalilnya itu salah karena jika dibuktikan Tuhan itu tetap Satu.

 

  • Taqlid Bathil

Adapun Yang disebut dengan Taqlid Bathil adalah Keyakina yang jelas-jelas salahnya, serta tidak adanya dalil atau alasan yang tepat.

Contohnya seperti : Orang-orang Musyrikin Jahiliyyah yang menyembah berhala, serta hanya mengikuti kepada Nenek moyangnya dan tidak mempunyai alasan apapun.

Enam poin diatas itu yakni :

  1. Dhon
  2. Syak
  3. Wahm
  4. Taqlid Shohih
  5. Jahlun Murokkab
  6. Taqlid Bathil

Tidak termasuk kedalam kategori Ma’rifat, sebab yang disebut dengan Ma’rifat itu harus :

Yaqin

Sesuai dengan kenyataannya

Berlandaskan dalil (tidak hanya ikut-ikutan

Maka barang siapa yang termasuk kedalam salah satu dari kelompok atau golongan yang Lima, yaitu :

Dhon

Syak

Wahm

Taqlid bathil

Dan Jahlun Murokkab dalam aqidah yang Lima Puluh,

Maka orang itu termasuk kedalam kategori orang-orang Kufur yang dicalonkan menjadi penghuni abadi didalam neraka-Nya.

Adapun yang satu kelompok dari yang Enam tadi yaitu Taqlid Shohih itu masih diperdebatkan (ikhtilafkan) oleh para Ulama, ada yang bilang mereka (taqlid shohih) itu kafir, dan ada juga yang beranggapan bahwa mereka itu (taqlid shohih) Mukmin tapi durhaka.

Adapun jika menurut Qaul Shohih dalam masalah ‘Aqoid , mereka (taqlid shohih) itu Sah keimanannya tapi jika mereka ahli mikir (mampu untuk berfikir). Tapi akan durhaka jika tak mau berfikir.

Lain halnya jika mereka itu bukan ahli mikir, maka Sah keimanannya serta tidak termasuk orang durhaka. Dengan demikian maka kita wajib mengusahakan untuk Ma’rifat supaya keimanan kita tidak menjadi bahan perdebatan, minimal Sah dan tidak durhaka.

 

KeWajibn berMa’rifat

 

Kewajiban dalam berma’rifat itu diperuntukkan bagi orang yang sudah baligh serta memiliki akal yang sehat, adapun jika belum akil baligh serta akalnya tidak sempurna maka tidak ada kewajiban kepadanya. Beberapa kewajiban yang ditekankan kepada manusia yang Mukallaf itu adalah :

  1. Wajib mengetahui Sifat-sifat yang wajib bagi Alloh yang berjumlah 20 sifat, wajib pula mengetahui sifat-sifat yang Mustahil bagi Alloh yang jumlahnya 20 sifat juga, serta 1 Sifat yang wenang bagi Alloh.
  2. Wajib mengetahui Sifat-sifat yang wajib bagi para Rasul yang berjumlah 4 sifat, wajib pula mengetahui sifat-sifat yang mustahil bagi para Rasul yang berjumlah 4 sifat, serta 1 sifat yang wenang bagi para Rasul.
  3. ‘Aqoid Sam’iyyat, yang di maksud dengan ‘aqoid sam’iyyat adalah meyakini pada segala perkara yang tidak bisa dijangkau begitu saja oleh akal dan fikiran, terkecuali ada keterangan yang di ambil dari al-Qur’an dan Hadits-hadits yang shohih, contohnya seperti Iman kepada Malaikat, para Rasul, Kitab-kitab, Hari Qiyamat serta segala sesuatu yang berhubungan Qiyamat, dan juga Iman pada Qadla dan qadar-Nya.

Baca juga : Versi Bahasa Sunda

Kesimpulannya

 

Wajib bagi setiap Mukallaf harus mengetahui, Hafal, Faham dan mengerti pada ‘Aqoid Iman yang 50 serta Tafshil satu persatunya berikut Dalil-dalilnya.

Dengan demikian, Insya Alloh dalam posting demi posting akan kita ungkap disini. Yang akan kita Bahas nanti akan menjadi 4 Kategori dan yang kelimanya Khatimatun adalah :

  1. Bab awal akan membahas tentang ‘Aqoid ilahiyyat yang mencakup keterangan dari sifat-sifat yang wajib, mustahil, dan jaiz bagi Alloh, dan juga disana akan ada sedikit bahasan tentang Asmaul Husna.
  2. Bab kedua akan membahas tentang ‘Aqoid Nubuwwat yang mencakup keterangan dari sifat-sifat para Rasul yang wajib, mustahil, dan jaiz bagi para Rasul, serta Jumlah para Rasul.
  3. Bab ketiga akan membahas tentang ‘Aqoid Sam’iyyat yang menjelaskan apa yang disampaikan oleh Rasululloh dari Al-Qur’an atau Hadits yang isinya menyerukan dan menjelaskan tentang Iman kepada Malaikat-malaikat, Kitab-kitab, Hari Qiyamat dan segala sesuatunya.
  4. Bab keempat akan menjelaskan Kalimat Syahadat, yang mana isinya hasil dari  3 Bab diatas.
  5. Bab kelima yaitu Khatimatun yaitu akhir dari seluruh bahasan, dan dalam bab terakhir ini akan dibahas pula kewajiban untuk menjaga diri dari segala perkara yang akan menjerumuskan pada Kemurtadan (keluar dari Islam).

Sampai disini dulu perjumpaan kita kali ini….

WABILLAAHI TAWFIQ WAL HIDAYAH WAL INAYAH….

…………………………………………………………………………………………………

NB : INI LHO PENAMPAKAN REBANA HABIB SYECH, BARANG KALI ADA YANG BERMINAT