Home » Aqoid Ilaahiyyat » Ilmu Tauhid » DALIL SIFAT WUJUD (SIFAT NAFSIYYAH)

DALIL SIFAT WUJUD (SIFAT NAFSIYYAH)

Posted at Oktober 24th, 2017

Melanjutkan bahasan yang tertunda dalam PENJABARAN SIFAT NAFSIYYAH yang belum tersampaikan yaitu Dalil sifat wujud (sifat Nafsiyyah) yang mana dalam mengutarakan dalil ini ada dua metode :

  1. Dalil Naqli.
  2. Dalil ‘Aqli.

Karena dalam menguraikan bahasan disini akan menggunakan kedua metode dalil tersebut.

Baca juga :Pengertian Dalil

Dengan demikian Sangatlah pantas jika kita mengetahui apa saja dalil dari sifat wujud itu.

1. Dalil sifat wujud (sifat Nafsiyyah) Dalil Naqlinya

 

Yang menjadi dalil Naqli atau dalil hasil Nuqil dari ayat Al-Quran adalah dari Firman Alloh :

أَلَّذِى خَلَقَ السَّمٰوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَابَيْنَهُمَا …الاية

Artinya : ” Alloh itu yang menciptakan berlapis-lapis langit dan bumi, dan setiap perkara yang ada diantara langit dan bumi” ( Surat As-Sajdah ayat : 4)

Dan juga Firman Alloh dalam surat Al-Mujadilah ayat : 7 yang bunyinya :

مَا يَكُوْنُ مِنْ نَجْوٰى ثَلَاثَةٍ إِلَّا هُوَ رَابِعُهُمْ وَلَا خَمْسَةٍ اِلَّا هُوَ سَادِسُهُمْ وَلَااَدْنٰى مِنْ ذٰلِكَ وَلَا أَكْثَرَ إِلَّا وَهُوَ مَعَهُمْ أَيْنَ مَاكَانُوْا

Artinya : Tiada pembicaraan rahasia di antara tiga orang. melainkan Dia-lah yang keampat, dan tidaklah berlima melainkan Dialah yang Kenam. Dan tidak pula kurang dari demikian dan tidak lebih banyak melain- kan Dia ada serta mereka di mana saja mereka ada (oleh Ilmu-Nya).

Baca juga Versi Bahasa Sundanya : Dalil sifat wujud

2. Dalil sifat wujud (sifat Nafsiyyah) Dalil ‘Aqlinya

Untuk Dalil ‘Aqli dari Sifat Wujud (Sifat Nafsiyyah) yang menjelaskan tentang Adanya (Wujudnya) Alloh Ta’ala adalah : Hudutsul ‘Alam (حدوث العالم ) Barunya alam ini dalam artian adanya alam jagat raya ini setelah ketiadaannya (alam).

Urutan dalilnya seperti dibawah ini :

وَتَرْكِيْبُ الدَّلِيْلُ كَاَنْ تَقُوْلَ : اَلْعَالَمُ حَادِثٌ، وَكُلُّ حَادِثٍ لَهُ صَانِعٌ، يُنْتِجُ :اَلْعَالَمُ لَهُ صَانِعُ، وَالصَّانِعُ هُوَ اللّٰهِ تَعَالٰى

Artinya : ” Adapun untuk penyusunan Dalil tersebut, seperti apa yang anda katakan : Alam itu baru, setiap yang baru pasti ada yang menciptakan (membuat), adapun yang menciptakan Alam ini adalah Alloh Subhaanahu Wa Ta’ala”.

Maka sangat tidak masuk akal jika Alloh itu tidak ada, dengan demikian Wajiblah Ada (wujud)nya Alloh yang menciptakan Alam ini.

Dalil sifat wujud (sifat Nafsiyyah)

Al ikhlas

Jika kita meneliti dalil yang barusan itu belum ada kejelasan yang dapat dimengerti sebab masih banyak yang harus dipertanyakan serta masih banyak yang harus dijelaskan pula. Sementara yang namanya Dalil itu harus sampai pada Level Dloruri.

Seperti yang di Dawuhkan oleh Al-Imaamul Ahdlori sebagai berikut :

وَتَنْهِي اِلٰى ضَرُوْرَةٍ لِمَا * مِنْ دَوْرٍ اَوْ تَسَلْسُلٍ قَدْ لَزِ

Maka dari dalil yang telah kita ulas diatas tadi timbullah pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut :

  1. Apa ‘Alam itu?
  2. Apa yang dimaksud dengan ucapan Hadits (Baru) itu?
  3. Apa tandanya atau yang menjadi alasan bahwa Alam ini Baru?
  4. Apa benar setiap sesuatu yang baru, harus ada yang menciptakan?
  5. Kata siapa yang menciptakan Alam ini bernama Alloh?

 

Jawaban Lima pertanyaan diatas

Sekarang mari kita jawab satu persatu dari 5 pertanyaan diatas, supaya tidak ada keraguan bagi kita dalam memaknai sifat nafsiyah (sifat wujud) ini.

a. Jawaban no. 1 Apa ‘alam itu??

Untuk jawaban dari pertanyaan Apa ‘alam itu, adalah :

Setiap perkara yang selalu berubah seiring berlalunya Zaman, atau yang disebut dengan ‘alam itu كُلُّ مَاسِوٰاللّٰه yakni setiap perkara selain Alloh (itu disebut ‘Aalam).

Jadi setiap perkara yang bisa terlihat, diraba, tercium, terdengar, dan terrasa oleh kita, itu semua adalah ‘Alam (bukan Alloh).

Maka jika ada orang yang mengaku melihat Alloh berupa kilatan cahaya, sudah jelas itu orang pendusta dengan merujuk pada jawaban ini.

b. Jawaban no.2 Apa yang dimaksud dengan ucapan Hadits (Baru) itu?

Yang dimaksud dengan ucapan Baru dalam Ilmu Ushuluddin itu adalah setiap perkara yang ada permulaanya karena asal muasalnya tidak ada, jadi keberadaannya itu didahului oleh ketiadaan.

 

c. Jawaban no.3 Apa tandanya atau yang menjadi alasan bahwa Alam ini Baru?

Untuk jawaban dari nomer 3 ini adalah sebagai berikut : Yang menjadi sebab bahwa Alam itu baru tandanya seperti ini, Alam itu tersusun dari dari Jirim dan ‘Arodl.

Jirim itu adalah benda, sedangkan ‘Arodl adalah yang melekat erat pada jirim secara berfantian datangnya, seperti Diam dan bergerak.

Maka adanya bergerak itu setelah tidak adanya diam, dan adanya diam pun setelah tidak adanya pergerakan. Jadi adanya pergerakan dan diam itu setelah ketiadaannya, sementara yang ada setelah ketiadaan itu namanya Baru.

Selanjutnya Jirim itu sudah jelas dan biasa mempunyai sifat diam dan bergerak yang baru keduanya, jadi jika Jirim itu baru maka jelaslah bahwa Alam inipun Baru sebab Alam ini tersusun dari Jirim dan ‘Arodl yang sama-sama baru keduanya.

d. Jawaban no. 4 Apa benar setiap sesuatu yang baru, harus ada yang menciptakan?

Jelaslah sudah bahwa Alam itu sesuatu yang baru, dan perlu kita ingat bahwa setiap yang baru itu sudah tentu harus ada yang memperbarui (membuatnya).

Jadi Alam ini ada yang menciptakannya, dan sangat tidak masuk di akal sehat jika alam jagat raya ini ada dengan sendirinya tanpa ada yang menciptakannya.

Adapun untuk penjelasannya sebagai berikut : Pada dasarnya (asalnya) Alam ini Sah adanya dan tidak adanyapun Sah juga. Yakni sebelum adanya Alam itu, mau ada atau terus tidak adapun itu bisa dimengerti oleh akal atau disebut juga dengan Wenang.

Jadi mau ada atau tidak alam ini sama saja, seperti datarnya sebuah timbangan emas yang kosong, terus sekarang isi.

Jadi keberadaannya itu, melebihi atau lebih tinggi dari tiadanya. Dan sudah barang tentu itu ada sebabnya, dan tidak mungkin timbangan itu tinggi dengan sendirinya.

dalil sifat Nafsiyyah (sifat wujud)

Ini contoh timbangan yang kosong, sama rata tidak tinggi salah satunya.

Terus salah satu dari ujung timbangan itu lebih tinggi dari ujung yang satunya seperti ini :

Dalil sifat Nafsiyyah (sifat wujud)

Tidak mungkin akan ngangkat dengan sendirinya tentu ada sebabnya.

Entah itu tertiup angin atau sengaja diangkat oleh yang punya timbangan tersebut. Dan itu sudah menjadi suatu kepastian.

Dan adanya alam ini sudah melebihi dari tidak adanya, yang mana pada mulanya antara ada dan tiadanya itu seimbang daripada Wenangnya.

Jadi ini mesti ada sebabnya, karena sangat tidak mungkin jika ada dengan sendirinya. Yakni pasti ada yang menciptakannya.

Sekarang jelaslah bahwa Alam ini ada yang menciptakannya, dan tidak masuk akal jika alam tidak ada yang menciptakannya, sama halnya dengan tidak bisa difahami jika sebuah bangunan tidak ada yang membangunnya.

e. Jawaban no. 5 Kata siapa yang menciptakan Alam ini bernama Alloh?

Pada jawaban nomer empat diatas sudah jelas bahwa Akal itu hanya sekedar sampe pada peringkat Tau/ mengerti serta meyakini bahwa Alam ini ada yang menciptakannya, dari sini timbullah pertanyaan begini :

 Siapa yang menciptakan Alam ini..??

Nah untuk jawaban yang ini, akal kita tidak akan menemukannya begitu saja, tapi kita bisa mengetahuinya itu oleh adanya seorang Rasul yang menjelaskan bahwa yang menciptakan seluruh alam jagat raya ini adalah Dzat yang memiliki Nama Alloh.

Sebab jika segala sesuatu bisa ditemukan oleh akal, maka tidak diperlukan lagi keberadaan para Rasul itu. Dan orang yang tidak beriman harus disiksa walaupun dia Ahlu Fatrah, sementara seperti apa yang telah kita bahas dalam judul :

Sebuah peringatan penting

Disana dijelaskan bahwa Alhi Fatrah itu adalah termasuk kedalam Golongan yang selamat walaupun Mereka penyembah berhala, dikarenakan mereka itu tidak tersentuh oleh Dakwahnya seorang Rasul.

Dari contoh diatas mulailah ada titik terang bahwa akal dan Syara’ itu tidak boleh terpisah tapi selamanya harus seiring sejalan, tapi walaupun demikian peringkat Akal ada dibawah Syara’.

Adapun wahyu yang diturunkan pada Junjungan kita Nabi Besar  Muhammad Sholallohu ‘alayhi wa sallaam, yang menjelaskan bahwa yang menciptakan Alam ini adalah Alloh, itu sesuai dengan Firman-Nya :

قُلْ مَنْ رَبُّ السَّمٰوَاتِ وَالْأَرْضِ قُلِ اللّٰهُ dan قُلِ اللّٰهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْئٍ وَهُوَ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ ( Ar-Ra’du).

Artinya : ” Katakanlah olehmu (Muhammad) siapa yang mengurus dan Merajai langit dan Bumi..?? Jawablah “Alloh” dan Katakanlah bahwa Allohlah yang menciptakan semuanya serta Dialah yang Maha Tunggal dan Maha Gagah Perkasa”.

Dari ayat ini, maka jelaslah sudah bahwa yang menciptakan seluruh aLam ini yaitu satu Dzat yang bernama Alloh.

Wallohu a’lam

Bersambung ke >>>>>

Click here for more information about "DALIL SIFAT WUJUD (SIFAT NAFSIYYAH)"

Wooww, very nice! I want to share this Article!
facebook
twitter
stumbleupon
Delicious
reddit
Digg

Write your comment about DALIL SIFAT WUJUD (SIFAT NAFSIYYAH)


Related post to DALIL SIFAT WUJUD (SIFAT NAFSIYYAH)