Home » Ilmu Tauhid » DALIL-DALIL SIFAT WAHDANIYYAT

DALIL-DALIL SIFAT WAHDANIYYAT

Posted at Februari 17th, 2018

escincau.com Dalil-dalil sifat wahdaniyyat, Assalaamu’alaykum Bismillaah alhamdulillaah washsholaatu wassalaamu ‘alaa Rosuulillaah.

Sahabat Bang Thoyyib Yang di Rahmati Alloh, sifat demi sifat telah kita lalui dalam bahasan yang lumayan terperinci, dari mulai sifat Wujud sampai sekarang sifat Wahdaniyyat.

Dan Alhamdulillaah pada kesempatan kali ini kita sudah sampai kepada penjelasan dalil-dalil sifat wahdaniyyat, dan dalam menguraikan dalil ini ada dua metode ;

  1. Dalil Naqli
  2. Dalil Aqi

Dalil-dalil sifat wahdaniyyat pertama, Dalil Naqli

Dari setiap sifat Alloh yang sudah kita lewati, disana selalu terdapat yang namanya dalil. Dan saat ini juga kita akan membahasa dalil-dalil sifat wahdaniyyat, sebelum kita melangkah pada bahasan yang lain, mari kita simak dalil Naqlinya terlebih dahulu.

Adapun dalil Naqli dari sifat Wahdaniyyat adalah Firman Alloh yang tertuang dalam surat al-Baqoroh ayat 163 :

وَاِلٰهُكُمْ اِلٰهٌ وَاحِدٌ لَااِلٰهَ اِلَّا هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ الرَّحْمٰنُ الرَّحِيْمُ

Dalil-dalil sifat wahdaniyyat

dalil sifat wahdaniyyat

Artinya : Dan Tuhan kalian semua adalah Tuhan yang satu (Tunggal), tidak ada Tuhan selain Dia (Alloh) yang maha pengasih juga maha penyayang.

Dan juga Firman Alloh yang tertuang didalam surat an-Nahl ayat 51 :

لَا تَتَّخِذُوا اِلٰهَيْنِ اثْنَيْنِ اِنَّمَا هُوَ اِلٰهٌ وَاحِدٌ فَإِيَّايَ فَرْهَبُوْنَ

Artinya : Janganlah kamu menyembah dua Tuhan, hanyalah Dia Tuhan Yang Maha Esa. Maka hendaklah kepada-Ku saja kamu takut.
Yuk Baca: Sumber terjemahnya

Dan juga seperti Firman Alloh yang tertuang dalam surat al-Isra’ ayat 39 :

وَلَا تَجْعَلْ مَعَ اللّٰهِ اِلٰهًا أٰخَرَ فَتُلْقٰى فِيْ جَهَنَّمَ مَلُوْمًا مَدْحُوْرًا

Artinya : Dan janganlah kamu mengadakan tuhan yang lain di samping Allah, yang menyebabkan kamu dilemparkan ke dalam neraka jahannam dalam keadaan tercela lagi dijauhkan (dari rahmat Allah).

Dan juga untuk lebih memperkuat pendapat serta keyakinan kita, mari kita simak Firman Alloh yang lainnya yang tertuang didalama surat al-Anbiya ayat 22 :

لَوْ كَانَ فِيْهِمَا أٰلِهَةٌ إِلَّا اللّٰهُ لَفَسَدَتَا فَسُبْحَانَ اللّٰهِ رَبِّ الْعَرْشِ عَمَّا يَصِفُوْنَ

Artinya : Sekiranya ada di langit dan di bumi tuhan-tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu telah rusak binasa. Maka Maha Suci Allah yang mempunyai ‘Arsy daripada apa yang mereka sifatkan.

Dari beberapa ayat yang tertuang diatas, itu menunjukkan akan ke Maha Esa_an Alloh ( Wahdaniyyatnya Alloh ) yang secara utuh berhaq atas sifat ketuhanan.

Adapun bagi orang -orang yang menyembah pada selain Alloh dan tidak mau bertobat ( kembali menyembah kepada Alloh ), maka dia akan kekal didalam Neraka-Nya ( dijauhkan dari Rohmat Alloh).

Dalil-dalil sifat wahdaniyyat kedua, Dalil ‘Aqli

Adapun dalil-dalil sifat wahdaniyyat yang kedua adalaha dalil ‘aqli, adapun dalil ‘aqli yang menunjukkan bahwa Alloh ketetapan oleh sifat wahdaniyyat yaitu ;

Terbukti adanya Alam ini, setelah ketiadaannya. Jika kita urutkan dalilnya, seperti ungkapan ini ; “Jika Alloh ada yang menyertai didalam keTuhanan-Nya, maka akan menunjukkan pada kehancuran” seperti yang tertuang dalam ayat : لوكان فيهما الهة الا الله لفسدتا diatas.

Yang dimaksud dengan rusak atau hancur disana, Tidak akan ada dan tidak akan tentramnya alam ini. Tapi dengan terbuktinya langit dan bumi ini, maka itu membuktikan bahwa Alloh itu Maha Tunggal.

Jadi tidak ada yang menyertai kepada Alloh dalam keTuhanan, dengan demikian maka Alloh itu ketetapan oleh sifat Wahdaniyyat (Esa).

Jika Alloh Esa ( Tunggal ), maka Mustahil akan kebalikan dari Wahdaniyyat ( اَلتَّعَدُّدُ ) yang artinya Terbilang.

Baca juga : Sifat Wahdaniyyat

Penjelasan Dalil-dalil sifat Wahdaniyyat

Berhubung dari dalil-dalil sifat wahdaniyyat diatas belum begitu jelas secara Tafshil (terperinci), maka seyogyanya harus kita jelaskan satu persatu.

Yang memerlukan penjelasan itu, diantaranya :

  1. Wahdaniyyat fidz-Dzat
  2. Wahdaniyyat fish-shifat
  3. Wahdaniyyat fil-Af’aal

1. Wahdaniyyat fidz-Dzat

Adapun dalil yang menetapkan bahwa Dzat Alloh itu tidak tersusun dari beberapa Juz atau bahagian, itu difahami dari dalil sifat Mukhalafatun Lil Hawaditsi.

Sifat Mukhalafatun lil hawaditsi

Sebab jika Alloh memiliki Juz, sudah barang tentu Alloh itu menyerupai pada makhluk-Nya. Sementara jika Alloh itu Baru, maka itu Mustahil. Karena Alloh itu wajib disifati oleh sifat Qidam, Baqa’, dan Mukhalafatul lilhawaditsi.

Adapun dalil yang menyatakan bahwa Alloh itu tidak terbilang dalam satu jenispun yaitu : Karena jika sifat Alloh itu terbilang dalam jenisnya, seperti : Sifat Qudrat 2, sifat Iradat 2, dan sifat-sifat yang lainnya.

Sudah tentu Alloh itu Baru, sebab jika yang bisa dihitung itu adalah sesuatu yang baru, sementara Alloh itu wajib Qidam dan mustahil Baru dan mustahil pula untuk mempunyai sifat ganda dengan demikian maka tetaplah Wahdaniyyat bagi Alloh.

Dan jika Sifatnya ganda seperti Qudrat-Nya dua, maka akan terjadi bertolak belakangnya antara Qudrat yang satu dan Qudrat yang lainnya, Nah yang demikian itu Mustahil bagi Alloh.

Penjelasan dalil yang lainnya

Dalam penjelasan dalil-dalil sifat wahdaniyyat yang ini akan menjelaskan bahwa selain Alloh tidak ada yang memiliki Dzat yang seperti Dzat Alloh, dan selain Alloh tidak ada yang memiliki pekerjaan yakni selain Alloh tidak ada yang berhaq menjadi Tuhan.

Dalilnya seperti ini ; Jika di kira-kirakan bahwa Tuhan itu tidak Tunggal (berdua) maka pasti kedua Tuhan itu entah sepakat secara damai atau tidak Dalam menciptakan atau menghancurkan Alam ini.

Atau juga Tuhan yang satu mencerdaskan ki Zaid, Tuhan yang satunya membodohkan Ki Zaid. Atau juga Tuhan yang satu memberi kekayaan, Tuhan yang lainnya memberikan kefaqiran.

Keterangan pertama, itu diperkirakan kedua Tuhan itu sepakat, sudah barang tentu tidak akan kosong dari Tiga perkara.

Yang tiga perkara itu diantaranya:

  • Berbarengan
  • Bergantian
  • Setengah-setengah (50:50)

Sekarang kita uraikan lagi biar mendapat gambaran yang mudah dimengerti.

a. Berbarengan

Jika kedua Tuhan itu berbarengan dalam menciptakan Alam ini, itu Mustahil. Sebab Mustahil ada satu titik, jika Pulen yang dipakenya dua secara bersamaan.

Sebab bagi Tuhan itu dalam menciptakan Alam ini sangatlah mudah, jika dibandingkan dengan kita membuat satu titik.

b. Bergiliran

Jika saja kedua Tuhan itu bergantian dalam menciptakan alam ini, sekiranya oleh Tuhan yang satu sudah diciptakan alam ini terus diciptakan lagi oleh Tuhan yang lainnya.

Nah yang demikian itu Mustahil adanya karena تَحْصِيْلُ الْحَصِيْل yakni ; menghasilkan yang sudah hasil (menciptakan yang sudah tercipta/ diciptakan lagi).

c. Setengah-setengah (50:50)

Jika dikira -kirakan lagi seandainya kedua Tuhan itu menciptakan alam ini (50:50), itu juga Mustahil. Karena jika demikian berarti Alloh itu Apes/Lemah, dalam artian Alloh membutuhkan pembantu.

Keterangan kedua, jika dikira-kirakan kedua Tuhan itu bertentangan, seperti Tuhan yang satu bermaksud akan menciptakan alam ini, sementara tuhan yang lainnya bermaksud men_tiadakannya. Nah yang demikian juga tidak luput dari yang tiga perkara, diantaranya ;

  1. Lulus tujuan keduanya
  2. Lulus tujuan dari salah satunya
  3. Satupun tidak ada yang lulus

Sekarang kita perjelas lagi dari ketiga poin diatas tersebut.

a. Lulus tujuan keduanya

Untuk poin yang pertama, jika lulus keduanya dalam melaksanakan maksud serta tujuannya, itupun Mustahil karena tidak mungkin berbarengan antara ada dan tiadanya alam ini.

b. Lulus salah satunya

Poin kedua, jika disini lulus salah satu dari kedua tuhan tersebut, maka sudah tentu tuhan yang satunya tidak lulus dalam maksud dan tujuannya itu atau juga disbut dengan Lemah/apes.

Terus jika demikian mana mungkin ada yang disebut dengan tuhan tapi dia sendiri lemah,berarti itu bukan tuhan. Demikan juga yang satunya lagi ( yang lulus), itu pun sama bukan tuhan karena dia juga teman dari yang tidak lulus itu.

c. Tidak lulus semuanya

Yang terakhir, jika kedua tuhan tersebut tidak ada yang lulus dalam segala maksud dan tujuannya, maka tidak akan terbukti keberadaan alam ini, Sedangkan alam ini terbukti dan jelas terlihat.

Jadi jika mengira-ngirakan bahwa tuhan itu ada dua dengan pendapatnya yang bertentangan, maka itu mendorong kepada ke_Mustahilan. Entah perkiraannya itu lulus keduanya, lulus salah satunya, atau tidak ada yang lulus sama sekali.

Kesimpulan dalil-dalil sifat wahdaniyyat

Jadi jika mengira-ngirakan bahwa Tuhan itu dua, maka itu tetep mustahil, entah itu mufakat ataupun bertentangan. Apalagi lebih dari dua, itu sangat mustahil karena tidak akan terbukti adanya alam ini.

Tapi alam ini jelas terbukti nyata, maka jelaslah sudah bahwa Alloh itu hanya satu atau dalam istilah Tauhid itu disebut dengan Wahdaniyyat.

Seperti apa yang tertuang dalam Firman Alloh :

Dalil-dalil sifat wahdaniyyat

Artinya : Dan Tuhan kalian semua adalah Tuhan yang satu (Tunggal), tidak ada Tuhan selain Dia (Alloh) yang maha pengasih juga maha penyayang.

Setelah jelas ke_Esaan Alloh maka Mustahil Alloh Ta’addud (Terbilang dari mulai dua keatas).

 

Muhimmah

Penting untuk kita ketahui, apa yang didawuhkan oleh Ulama Ahli Tauhid yang meninggal pada tahun : 411.H yaitu Syekh Ishaq al-Asfaroyiin yaitu :

Telah sepakat Ahlul-Haqq bahwasannya semua apa yang telah dibahas oleh Ahli Mutakallimuun, bahwa dalam Ilmu Tauhid itu dikembalikan pada dua kalimat, diantaranya :

  1. Yakini lah bahwa seluruh atau setiap-tiap yang tergambar, atau terbayang dalam hati, maka Alloh itu tidak sama dengan apa yang terbayang disana.
  2. Yakini lah bahwa Dzat Alloh itu tidak sama dengan dzat yang lainnya, serta tidak luput dari sifat-sifat.

Maka sudah cukup bagi dalil dari sifat Wahdaniyyat itu oleh Firman Alloh, surat Al-Ikhlas ( قل هو الله احد. الاياة ).

Karena surat al-Ikhlas ini melenyapkan pada pokok-pokok kekufuran yang Delapan.

Kekufuran yang delapan itu kita juga harus mengetahuinya, supaya kita tidak ter jerumus kesana. Dan satu persatu dari macam-macam kekufuran yang Delapan itu adalah ;

  • Katsrah bi ma’naa at-Tarkiib yakni meyakini bahwa Alloh itu tersusun dari Juz (bagian-bagian).
  • Al-‘Adadu, yakni meyakini bahwa Alloh itu terbilang (2, 3 dan seterusnya).
  • An-Naqshu bima’naa Ihtiyaj, yakni meyakini bahwa Alloh itu mempunyai sifat kekurangan, dalam artian membutuhkan.
  • Al-Qillatu bima’naa al-Bisaathoh, yakni meyakini bahwa Alloh itu lebih sedikit daripada satu bagian yang dibagi-bagi, seperti beranggapan bahwa Alloh itu setengahnya dari Dua.
  • Al-‘Illatu, yakni meyakini bahwa Alloh itu menjadi ‘Illat akan adanaya alam ini, padahal Alloh itu yang menciptakannya. Tidak seperti seorang ayah yang menjadi penyebab adanya anak.
  • Al-Ma’luul, yakni meyakini bahwa Alloh itu yang di ‘Illati oleh adanya alam, seperti adanya anak disebabkan adanya bapak dan ibu. Yang disebut dengan ‘illat itu adalah alasan atau sebab.
  • Asy-Syabiihu, yakni meyakini bahwa ada yang serupa (menyerupai) kepada Alloh.
  • An-Nadhiiru, yakni meyakini bahwa ada yang me_nyamai (sama) dengan Alloh.

Nah Delapan poin ini semuanya di Napi_kan ( dibersihkan )oleh surat al-Ikhlas.

Penempatan poin demi poin dalam surat al-Ikhlas

  • Katsroh dan ‘adad

Katsroh dan ‘adad dibersihkan atau dinafi kan oleh lafadz : قل هو الله احد 

Artinya : Katakanlah : Dialah Alloh yang maha Esa 

  • An-Naqshu dan Al-Qillati

An-Naqshu dan Al-Qillati itu dibersihkan oleh Lafadh : اللَّهُ الصَّمَدُ

Artinya : Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.

  • Al-‘Illati

Al-‘Illati dibersihkan oleh lafadh : لَمْ يَلِدْ 

Artinya : Tidak beranak.

  • Al-Ma’luul

Al-Ma’luul di bersihkan oleh lafadh : وَلَمْ يُولَدْ

Artinya : Tidak pula diperanakkan.

  • Asy-syabiihu wan Nadhiiru

Asy-Syabiihu wan Nadhiiru dibersihkannya oleh lafadh : وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Artinya : Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.

Tanbiih

Makanya dalam menguraikan sifat Wahdaniyyat beserta dalil-dalil sifat wahdaniyyat itu bahasannya sangat panjang, tujuannya supaya jelas dan bisa dimengerti oleh awam sebab sifat wahdaniyyat ini yang menjadi pokok dalam Ilmu Tauhid.

Ucapan (kata) Wahdaniyyat itu juga dari tauhid, jika ada orang yang tidak mengerti pada sifat wahdaniyyat beserta dalil-dalil sifat wahdaniyyat, maka tidak akan sempurna pemahaman ketauhidannya. Sementara orang yang tidak bertauhid maka dia itu disebut dengan orang Musyrik. yang dicadangkan untuk jadi penghuni Neraka yang kekal. Na’udzuu billaahi min dzaalik.

Baca juga : Musrik

Sesuai dengan Firman Alloh yang tertuang dalam surat an-Nisa ayat : 48

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَىٰ إِثْمًا عَظِيمًا

Artinya : Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik ( Yakni Menyekutukan Alloh dengan selain Alloh), dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.

Oleh sebab itu kita harus mempelajarinya secara sungguh-sungguh, apalagi dalam sifat wahdaniyyat beserta dalil-dalil sifat wahdaniyyat.

Penutup dalil-dalil sifat wahdaniyyat

Sampai disini penjelasan dari dalil-dalil sifat wahdaniyyat, semoga bisa menambah wawasan, memperkokoh keimanan, ketauhidan kita pada yang maha Kuasa.

Dan pelajari juga penjelasan sifat-sifat yang lainnya dengan mengikuti Tautan ini 

Walloohu A’lam

Click here for more information about "DALIL-DALIL SIFAT WAHDANIYYAT"

Wooww, very nice! I want to share this Article!
facebook
twitter
stumbleupon
Delicious
reddit
Digg
Tags »

Write your comment about DALIL-DALIL SIFAT WAHDANIYYAT


Related post to DALIL-DALIL SIFAT WAHDANIYYAT