SEBUAH PERINGATAN PENTING bag. (1)

Peringatan…

Peringatan adalah sesuatu yang harus dan di anjurkan untuk tidak dilupakan.

Yang dikasih peringatan disini bukan siapa – siapa, terutama ya buat saya sendiri dan termasuk juga buat pembaca semua he.ho…

Yang intinya peringatan buat siapa saja yang berminat untuk mengkaji ilmu Akal,

Yang tela ditulis disini :MENGENALI FUNGSI-FUNGSI AKAL PADA MANUSIA

Apa yang harus diketahuinya..?

Yang harus diketahuinya adalah mengetahui setiap perkara yang ditemukan oleh Akal, selain Alloh Ta’ala dan Sifat – sifat-Nya.

Apa saja yang dimaksud dengan suatu perkara selain Alloh dan sifat-Nya itu…?

Yang dimaksud perkara selain Alloh itu ialah Ciptaan Alloh yang berjumlah Delapan jenis, diantaranya :

  1. Mumkin
  2. Jirim
  3. Jawhar
  4. Jisim
  5. ‘Arodl
  6. ‘Alam
  7. Muhdats
  8. Makhluk

Nah ini semua adalah suatu perkara yang baru dan sesuatu yang baru itu sudang pasti Makhluk (ciptaan), karena asal muasalnya tidak ada sama sekali dan adanya juga karena di ciptakan oleh Alloh.

Peringatan
Penampakan sebuah peringatan

1. Mumkin atau Jaiz

Sekarang tinggal kita ketahui satu persatu, biar lebih mengena dan nambah wawasan.

Poin pertama dari yang bisa diketahui oleh akal itu adalah Mumkin (Jaiz) .

Adapun pengertian Mumkin adalah:

اَلْمُمْكِنُ هُوَ مَا يَصِحُ وُجُوْدُهُ وَعَدَمُهُ

Artinya : “Yang disebut dengan mumkin itu adalah, sesuatu yang Sah keberadaannya ( bisa dimengerti oleh akal) dan Sah pula ketiadaannya (bisa dimengerti juga oleh akal)”.

Tapi dalam hal ini ( mengertinya ) itu bergantian. Cotohnya :

Seperti diri kita dan seluruh makhluk ( yang nampak dan tak nampak ) itu disebut Mumkin. Karena dinamakan mumkin itu sebab sanagat masuk akal dan bisa dimengerti antara ada dan tiadanya.

Supaya tidak tanggung pengetahuan kita, maka perlu kita ketahui juga bahwa Mumkin itu terbagi menjadi Empat bagian, diantaranya :

1. Mumkinul Mawjud Ba’dal ‘adam

Yang disebut Mumkinul Mawjud ba’dal ‘adam ( ممكن الموجد بعد العدم ) adalah keberadaannya itu (mumkin) setelah ketiadaan.

Contohnya gini : Seperti kita dan Makhluk – makhluk yang lainnya yang ada dijagat raya ini, semuanya berawal dari ketiadaan ( tidak ada ) terus di ciptakan dan menjadi ada.

2. Mumkinul Ma’duum ba’dal Mawjuud

Yang disebut dengan Mumkinul Ma’duum ba’dal Mawjuud adalah Mumkinnya yang sudah tiada setelah Ada.

Contohnya seperti orang – orang yang sudah meninggal dunia. Nah yang demikian itu dinamakan dengan Mumkin ma’duum ba’dal Mawjuud.

3. Mumkinu Sayuujadu

Mumkin yang seterusnya adalah Mumkinu Sayuujadu, yang disebut dengan Mumkinu sayuujadu adalah Mumkin yang akan Ada ( belum ada ) tapi dengan Kekuasaan Alloh akan di adakan (diciptakan).

4. Mumkinun ‘Alimalloohu Annahu Laa Yuujadu

Dan untuk pembagian Mumkin yang terakhir adalah Mumkinun ‘Alimalloohu annahu laa Yuujadu.

 Yang disebut dengan Mumkinun ‘Alimalloohu annahuu Laa Yuujadu adalah Mumkin yang diketahui oleh Alloh bahwa Mumkin tersebut tidak akan diciptakan.

Contohnya seperti : Adanya Tanduk dikepala kucing, yang demikian itu Sah – sah saja keberadaannya dan tidak Mustahil menurut Akal sebab Alloh itu Maha Kuasa untuk menciptakannya. Akan tetapi Alloh tidak menciptakannya.

Yang demikian itu disebut dengan Mumkinun ‘alimalloohu annahu Laa yuujadu.

Dengan demikian lengkaplah sudah sedikit uraian dari poin pertama yaitu Mumkin.

 

2. Jirim

Poin Peringatan yang selanjutnya adalah menjelaskan tentang Masalah Jirim. Karena dalam hal ini kaitannya sangatlah erat dalam Ilmu Tauhid.

Sekarang mari kita mulai saja biar gak bertele-tele, tapi sebelum beranjak lebih jauh dalam mengurai tentang Jirim, mari kita ketahui dulu apa pengertian Jirim.

Pengertian ( Ta’rifnya ) Jirim adalah:

مَايَتَحَيَّزُ قَدْرًا مِنَ الْفِرَاغِ

Artinya : Yang dinamakan dengan Jirim itu adalah suatu perkara yang membutuhkan akan adanya tempat.

Yang mana tempatnya itu seukuran dengan Jirim itu sendiri, Dan mengisi seluruh ruang  kosongnya, maka yang demikian itu disebutlah sebagai jirim.

Yang menjadi alasan disebut dengan Jirim, karena membutuhkannya pada suatu tempat.

Untuk selanjutnya, Jirim itu terbagi menjadi Dua bagian, diantaranya :

  1. Jirim Lathiif
  2. Jirim Tajassud
– Jirim Lathiif

Yang disebut Jirim adalah Jirim yang halus atau tidak nampak, seperti Angin dan lain sebagainya.

– Jirim Tajassud

Yang disebut dengan Jirim Tajassud adalaj Jirim yang memilik Jasad kasar.

Contohnya seperti : Batu, Kayu, Air, Hewan, Manusia dan banyak lagi yang lainnya…

Yang dua poin ini adalah bagian – bagian dari Jirim, dan selain itu ada juga ciri khususnya Jirim.

Ciri – ciri khususnya Jirim ( yang wajib ada pada Jirim)

Segala sesuatu yang kita temui dengan panca indera kita, itu tak lepas dari sebuah ciri khususnya atau tanda pengenalnya.

Nah disini juga sama saja dan penting untuk kita ketahui serta kita kenali apa saja yang menjadi tanda khusus ( ciri khusus ) yang ada pada Jirim.

Ciri khusus yang wajib pada yang dinamakan jirim itu jumlahnya ada empat macem, yaitu :

  1. Jirim harus punya tempat
  2. Jirim harus Bergerak serta bergantian, antara diam dan bergeraknya.
  3. Jirim harus mempunyai sifat, seperti warna putih, hitam dan sebagainya, pendek tinggi, besar, dan kecil.
  4. Jirim harus terbungkus oleh arah ( Jihat ) yang Enam, yaitu: atas, bawah, depan, belakang, kanan dan kiri.

Secara nalar akal sehat, kalau ada sesuatu yang Wajib, sudah tentu ada kebalikannya, apa kebalikannya dari wajib..?

Kebalikan dari wajib itu adalah Mustahil. Adapun keMustahilan dari sebuah Jirim itupun jumlahnya ada Empat, yang empat itu adalah :

  1. Tidak mungkin (Mustahil) Jirim tidak mempunyai tempat.
  2. Tidak mungkin (Mustahil) Jirim tidak bergerak dan tidak diam berbarengan dalam satu Jirim dan dalam satu waktu.
  3. Tidak mungkin (Mustahil) Jirim tidak punya sifat.
  4. Tidak mungkin (Mustahil) Jirim tidak terkurung atau terbungkus oleh arah yang Enam tadi.

Nah itu penjelasan antara yang wajib bagi sebuah Jirim dan yang Mustahilnya.

Sekarang tinggal kita buka apa yang Wenang atau Jaiz untuk Jirim?

Adapun kewenangan Jirim pun itu ada Empat macem, diantaranya :

  1. Wenang bagi jirim mau bertempat disana ataupun disini.
  2. Wenang bagi jirim mau bersifat hitam ataupun putih dan sifat yang lainnya.
  3. Wenang bagi jirim mau diarah (jihat) di atas ataupun dibawah dan yang lainnya.
  4. Wenang bagi jiri mau bergerak ataupun diam.
Keterangan untuk mengenali apa yang disebut dengan Jirim

Nah sekarang yang terakhir dari apa yang disebut dengan Jirim, ialah sebuah Jirim bisa dikenali dengan adanya sebuah keterangan tentangnya.

Apa saja yang bisa dijadikan sebuah keterang bagi Jirim..??

Keterangan bagi Jirim itu terdiri dari Empat kata, diantaranya :

  • أَيْنَ (Ayna) = Dimana
  • مَتٰى (Mataa) = Kapan
  • كَيْفَ (Kayfa) = Bagaimana
  • كَمْ (Kam) = Berapa

Jadi kalau yang namanya Jirim itu bisa dipertanyakan oleh empat kata kata diatas dan pasti jawabannya akan menjadi sebuah keterangan.

Lain halnya dengan Alloh, karena Alloh itu tidak bisa dipertanyakan oleh pertanyaan – pertanyan yang empat tadi. Sebab Alloh itu bukan Jirim dan beda dengan semua Makhluknya (ciptaannya).

Adapun kalau jirim itu memiliki Sepuluh perkara dibawah ini :

  1. Sehat
  2. Sakit
  3. Kaya
  4. Miskin
  5. Suka
  6. Duka
  7. Perkasa
  8. Lemah
  9. Hidup
  10. Mati

Sekarang lengkaplah sudah sedikit ulasan tentang Jirim. Dan untuk selanjutnya mari kita menelaah lagi untuk sepuluh poin peringatan diatas.

Berhubung di bab ini bahasannya agak panjaaang jadi mau saya Cut dua nomer dulu, insya Alloh sambungannya ada dipostingan berikutnya. Yang akan mengurai pengetahuan tentang :

Jawhar

Jisim

Arodl

والله اعلم