MENGENALI FUNGSI-FUNGSI AKAL PADA MANUSIA

Selamat berjumpa kembali sahabat Fillaah, mari kita melanjutkan lagi apa yang tertinggal kemaren dalam mengurai Bahasan tentang Batin manusia, sebab disana terdapat dua bagian yaitu Nafsu dan Akal.

Karena adanya Nafsu dan akal itu merupakan sebuah alat untuk menilai harga dari seorang manusia, dan akal pula yang menjadikan manusi lebih mulia daripada makhluk yang lainnya. Sekarang mari kita pelajari bersama.

Nafsu dan akal
Penggila

Akal

Pada perjumpaan kita kali ini dalam ulasan nafsu dan akal, pertama kita akan mencoba mencari tau apa itu akal..?

-Apa saja keUtamaan akal..?
-Ada berapa bagian akal…?
-Apa saja pendukung – pendukung akal…?

Sekarang mari kita ulas satu persatu dari poin – poin diatas, poin pertama kita harus tau dulu.

1. Apa yang disebut akal

Nah pada tahapan awal yang harus kita ketahui lebih dulu yaitu apa yang disebut akal, karena kita tidak akan tau seandainya kita belum mengetahui sebuah pengertian akal itu sendiri.

Untuk pengertian akal adalah :

اَلْعَقْلُ هُوَ لَطِيْفَةٌ رَبَّانِيَّةٌ رُوْحَانِيَّةٌ وَهِيَ حَقِيْقَةُ الْإِنْسَانِ وَهُوَ اَلْمُدْرِكُ اَلْعَالِمُ اَلْعَارِفُ مِنَ الْإِنْسَانِ وَهُوَ اَلْمُخَاطَبُ وَالْمُعَاقَبُ وَالْمُعَاتَبُ وَالْمُطَالَبُ

Artinya : “Akala itu ialah (جِسْمٌ لَطِيْفٌ) #anggota tubuh yang sangat halus, sebangsa Ruh. Yang tidak akan ada seorangpun yang mengetahui kecuali Alloh Ta’ala, akal itu haqiqatnya yang menjadikan sebab pada manusia untuk membuktikan dan mengerti atau mengetahui dan Ma’rifat darinya. Serta yang menjadi sebab akan perintah dan pertanggung jawaban, juga yang dipertanyakan serta ditagih nantinya”.

Dengan demikian alangkah bijaknya jika kita memaksimalkan fungsi akal, supaya disaat pembuktian nanti tidak sia-sia.Dan disaat adanya penagihan kelak.

Maka dari itu mari kita ketahui poin seterusnya, untuk memaksimalkan fungsi dari akal kita.

2. Apa saja Keutamaan Akal

Keutamaan akal itu adalah yang menjadi tolak ukur pada segala urusan duina maupun Agama, berupa adab kesopanan dan lain sebagainya.

Adapun yang menjadikan akal sebagai tolak ukur, karena akal itu mempunyai beberapa tahapan (derajat/martabat). Dan dari tahapan – tahapan itulah, maka terbentuklah sebuah keutamaan.

Merupakan sebuah pengetahuan mulia bagi kita seandainya kita mengetahui apa saja yang derajat / martabatnya akal ?

Martabat akal itu jumlahnya ada Empat (4), diantaranya :

1. Akal Huyuulaa i

Yang disebut Akal huyulaai adalah akalnya anak kecil yang belum bisa berfikir apa-apa.

2. Akal Malakah

Dan juag ada yang dusebut dengan Akal Malakah , yang disebut akal Malakah adalah akalnya orang yang sudah bisa berfikir.

3. Akal Bil Fi’li

Nah kalau akal Bil Fi’li adalah akalnya orang yang sudah bisa memahami segala sesuatu atau bisa mengerti akan suatu keadaan.

4. Akal Mustafaad

Derajat atau tingkatan akal yang terakhir adalah Akal Mustafaad, adapun yang disebut dengan akal mustafaad adalah akalnya orang yang sudah Pinter (dalam artian hasil olah pemikirannya itu sudah bisa memberi dan dialap Faidah oleh orang lain.

Nah dari empat poin diatas kita bisa menimbang dalam tingkatan yang mana akal seseorang, karena tak jarang orang yang umurnya sudah dewasa, tapi akal pemikirannya gak jauh beda dengan anak kecil.

Nafsu dan akal
Habib Umar

3. Bagian – bagian akal

Untuk selanjutnya mari kita ulas apa saja bagian – bagian dari akal itu. Karena melalui bagian – bagian ini bisa tercapai sebuah kema’rifatan pada Sang Pencipta ( Alloh ).

Adapun bagian – bagian akal itu terbagi menjadi Lima Bagian. Yang lima itu ialah :

1. Akal Ghariziyyun

Yang disebut aka dengan Akal Ghariziyyun adalah ; Akal yang disediakan untuk membuktikan suatu Ilmu yang Nampak.

2. Akal Kasbi

Bagian akal yang selanjutnya adalah Akal Kasbi, yang dimaksud dengan akal kasbi ialah; akal yang dipakai untuk menentukan sebuah pilihan yang Baik.

3. Akal ‘Atho i

Selanjutnya Akal ‘Atho i, adapun yang disebut dengan Akal ‘Atho i adalah ; Akal yang menuntun akan  Taufiq dan Hidayah dalam agama Islam.

4. Akal Zuhaad

Berikutnya lagi adalah Akal Zuhaad, yang dimaksud dengan akal Zuhad adalah Akal yang dipakai untuk Bertapa ( red. Tidak tertarik ) pada hal keduniawian.

5. Akal Syarofii

Yang terakhir adalah Akal Syarofii adapun maknanya akal syarofii ialah ; Akal Nubuwwah (akal Kenabian) seperti akal yang dipersembahkan oleh Alloh kepada Baginda Nabi Muhammad shollallohu ‘alayhi wasallam.

Dengan demikian, adanya akal dalam badan manusia itu disejajarkan seperti adanya Raja di muka bumi, yang mana sama – sama membutuhkan pasukan – pasukan tertentu untuk menyelesaikan suatu perkara satu demi satu.

 

4. Yang menjadi pendukung Akal

Kaya mau menjelang pemilu saja pake bahasa dukung -dukungan segala he.ho..

Di atas telah diulas bahwa keberadaan akal dalam diri manusia itu kedudukannya ibarat Raja di muka bumi, adapun seorang raja itu sudah barang tentu mempunyai parlemen – parlemen yang bertanggung jawab dalam bidang masing – masing.

Nah keberadaan akalpun demikian ada pasukan khusus yang menangani dalam bidang – bidang tertentu, tapi jumlahnya tidak banyak kaya dewan – dewan Mentri.

Dan pasukan atau teman se-iya sekata nya akal itu hanya ada Empat, diantaranya :

  1. Baa’its Mustahits
  2. Muharrik
  3. Mudrik Muta’arif
  4. Dalil

Sekarang mari tinggal kita ulas satu persatu dari poin – poin diatas.

  • Baa’its Mustahits

Pasukan yang pertama adalah Baa’its Mustahits , pasukan ini bergerak dalam bidang Membangunkan, memotivasi, dengan menarik segala perkara yang dibutuhkan dan bermanfaat yaitu Syahwat.

Dan memberi dukungan untuk menolak segala macam perkara yang menghancurkan, yang menimbulkan ke madlorotan, yaitu Ghodlob (Marah).

Nah yang demikian itu ( poin pertama) itu disebut dengan Iradah Haditsah atrinya keinginan yang baru.

  • Muharrik

Poin selanjutnya adalah Muharrik. Muharrik itu ialah yang menggerakkan seluruh anggota badan supaya menghasilkan segala macam perkara yang di maksud.

Dan yang demikian itu disebut dengan Qudrat Haditsat, yang artinya Kekuasaan Baru yang ada dalam seluruh anggota Badan.

  • Mudrik Muta’aarif

Selanjutnya salah satu dari pasukan akal (wadia balad{sunda}) yaitu Mudrik Muta’aarif , Mudrik muta’arif adalah yang penelusuran sebuah pengetahuan dan membuktikannya pada segala macam perkara.

Bagian ini ( Mudrik Muta’arif) ada sepuluh macam, insya Alloh nanti dibahasan yang akan datang kita ulas dan simak bareng – bareng.

  • Dalil

Dan yang terakhir yang terkait dengan pasukan – pasukan akal adalah Dalil, kenapa dalil termasuk pada pasukan akal..?

Karena Dalil adalah yang akan menunjukkan pada suatu jalan, yaitu Ilmu dan Musyir serta bertugas untuk membimbing fikiran manusia.

Nah sekarang tinggal kita ulas dari poin nomer Tiga tadi yaitu Mudrik Muta’aarif yang terpecah menjadi Sepuluh bagian, dan yang Sepuluh bagian itupun menjadi Dua kelompok.

  • (5) Bagian anggota Lahir
  • (5) Bagian anggota Batin

Sekarang mari kita urai satu persatu dari lima bagian – bagian diatas.

Yang mencakup dari Lima bagian yang terdapat dalam anggota lahir ( Dzohir ) adalah :

1. Penglihatan 

Penglihatan yang bertempat di mata. Ta’alluqnya atau berkaitannya dengan Sebelas perkara :

  1. Terang
  2. Gelap
  3. Rupa jisim
  4. Latarnya
  5. Bangunannya
  6. Sifatnya
  7. Jauhnya
  8. Dekatnya
  9. Geraknya
  10. Diamnya
  11. Dan yang terakhir bilangannya.

2. Pendengaran

Pendengaran yang tersemat di telinga. Itu keterkaitannya (Ta’alluqnya) dengan Dua macem :

  1. Suara keras
  2. Suara lirih

3. Penciuman

Penciuman tersemat pada Hidung dan keterkaitannya (Ta’alluq) pada Dua perkara :

  1. Bau tak sedap
  2. Wangi

4. Pe_Rasa

Pe_rasa yang tersemat di Lidah dan keterkaitannya (Ta’alluq)nya dengan Tujuh perkara :

  1. Manis
  2. Asem
  3. Pahit
  4. Asin
  5. Sepet
  6. Getir
  7. Hambar

5. Peraba

Peraba tersemat pada telapak tangan dan lainnya, dan keterkaitannya atau pelarapnnya (Ta’alluq)nya pada Sepuluh perkara :

  1. Panas
  2. Dingin
  3. Basah
  4. Kering
  5. Halus
  6. Kasar
  7. Keras
  8. Empuk
  9. Berat
  10. Ringan

Nah itu rincian secara garis besar tentang Mudrik Muta’arif dalam bagian Dzohir.

Sekarang kita lanjutkan lagi dengan 5 uraian Mudrik Muta’arif di bagian batin yaitu :

1. Hissul Musytarok ( حسّ المشترك )

Hissul Musytarok adalah yang membuktikan dan menangkap segala gambaran – gambaran fisik (Hisi) yaitu yang bisa ditemui oleh panca indera yang sudah di urai diatas tadi.

Nah Hissul Musytarok itu bertempat di otak bagian depan, insya Alloh di akhir postingan ada gambarnya.

2. Al-Quwwaatul Khoyyaalii ( القوة الخيالي )

Al-quwwatul Khoyyaalii adalah Gudangnya Hissul musytarok tadi dan bertempat di belakang Hissul Musytarok.

3. Al Quwwatul Wahimmah ( القوة الوهمه )

Al quwwatul Wahimmah adalah organ otak yang membuktikan pada jenis – jenis perkara yang berkenaan dengan Ma’aniy ‘Aqliyyi (Yang tidak ditemukan oleh salah satu panca indera) ( bukan hisi/fisik atau kata lainnya metafisik ) dan keberadaannya Quwwatul Wahimmah ada di gurat tengah.

4. Al-Quwwatul Haafidzoh ( القوة الحافظة )

Al Quwwatul Hafidhoh itu adalah gudangnya (penyimpanan) dari Al-Quwwatul Wahimmah yang bertempat di otak paling belakang (otak kecil).

5. Al-Quwwatul Mutashirrfatu ( القوة المتصرفة )

Al-Quwwatul Mutashirrifah adalah yang mengatur, merubah, menyusun, memilah, mengumpulkan, serta menyambungkan Segala perkara. 

Dan Al-Quwwatul Wahimmah ini tempatnya melintang ditengah. Seperti ini gambarannya :

1.Hissul Musytarok2.Khoyyali3.Al-Wahimmah4.Al-Mutashorrifah5.Al-Hafidhoh

Akal
Gambaran Mudrik Muta’aarif

Demikian lah yang bisa disampaikan, semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan bagi kita semua. Adapun jika diatas telah disebutkan bahwa yang akan dibahas itu ialah nafsu dan akal, yapi ternyata yang tertuang belum bisa semuanya, tapi jangan khawatir untuk bahasan Nafsu

Adanya disini : MENELISIK SISI MAKNAWI DARI BATIN MANUSIA

Dan untuk versi bahasa sundanya silahkan dilihat disini : Blog ES CINCAU

Semoga bermanfaat..

والله اعلم

Kidung Rindu Penyejuk Qolbu