MABADI ILMU TAUHID

Bismillah, Alhamdulillaah, washsholaatu wassalaamu ‘alaa Rosuulillaah. Selamat berjumpa kembali Sahabat Fillaah, pada kesempatan kali ini kita akan coba membuka kerangka ilmu Tauhid atau disebut juga Mabadi Ilmu Tauhid nya terlebih dahulu.

Kenapa kita harus mengetahui Mabadi Ilmu Tauhid terlebih dahulu sebelum mengkaji bahasan pokok dari ilmu tauhidnya…?

Ada beberapa jawaban dari pertanyaan diatas itu :

  1.  Dengan membeberkan Mabadi Ilmu tauhid itu supaya memberi motivasi bagi kita yang sedang mempelajarinya.
  2. Dalam Mabadi Ilmu tauhid juga ada penjelasan tentang Ahli sunnah Wal Jama’ah.
  3. Serta menjelaskan Makrifat yang wajib dan harus diusahakan.

Mabadi ilmu Tauhid

1. Mabadi ilmu Tauhid

Seyogyanya bagi setiap orang yang hendak mempelajari suatu Pan (cabang) keilmuan apa saja, diharuskan membahas terlebih dahulu Mabadi (kerangka bahasan) dari ilmu itu. Atau membahas dasar pokok serta tujuan yang akan dipelajari dari ilmu tersebut.

MUQADDIMAH

Tujuannya adalah supaya bertambahnya semangat untuk mempelajarinya dan lebih teguh keyakinan untuk menelisik Bab demi bab.

Adapun yang menjadi Mabadi (rancangan bahasan) dalam Setiap cabang keilmuan itu berjumlah Sepuluh Poin, seperti yang tercantum dalam sebuah Sya’ir sebagai berikut :

اِنَّ مَبَادِيَّ كُلِّ فَنٍ عَشَرَةٌ * اَلْحَدَّ وَالْمَوْضُوْعُ ثُمَّ ثَمَرَه

وَفَضْلُهُ وَنِسْبَةٌ وَالْوَاضِعُ * وَالْاِسْمُ الْاِسْتِمْدَادُ حُكْمُ الشَّارِعُ

مَسَائِلُ وَالْبَعْضُ بِالْبَعْضِ اكْتَفٰى * وَمَنْ دَرٰى الْجَمِيْعَ حَازَا الشَّرَفا

Artinya : ” Sesungguhnya Mabadi dari tiap-tipa cabang keilmuan (yang harus diketahui) itu ada sepuluh”. Yang sepuluh itu adalah :

  1. Had (Ta’rif/definisinya).
  2. Mawdlu’_nya (yang diolah/garapan ilmu tersebut atau juga Objeknya).
  3. Tsamrahnya (buahnya) hasilnya dari ilmu tersebut.
  4. Fadlilahnya (keunggulannya).
  5. Nisbatnya (Hubungan dengan keilmuan yang lainnya).
  6. Wadli’_nya ( yang mengatur dan menata ilmu tersebut/ Subyeknya).
  7. Ismuhu (Namanya/julukan ilmu itu).
  8. Istimdad_nya ( Nara Sumber pengambilannya / asal-usul ilmunya).
  9. Hukum Syara’nya mengkaji ilmu itu.
  10. Masalah yang dibahas oleh ilmu tersebut.

Maka barang siapa yang mengetahuinya walau hanya sebagian saja, itu sudah cukup baginya. Dan barang siapa yang mengetahui bahkan hafal/faham keseluruhan dari yang sepuluh poin diatas sudah ditentukan orang itu akan menyandang kemuliaan.

Tips mencintai yang Mulia :

Amalan BerMesraan dengan Yang Mulia

Adapun yang paling utama yang akan di bahas dalam blog escincau.com ini adalah 95% akan membahas ilmu Tauhid, maka sangatlah layak jika kita membahas terlebih dahulu tentang Mabadi dari Ilmu tauhid.

1. Had ilmu tauhid

 

Jika kita mengacu pada peraturan yang Sepuluh poin diatas tadi, maka yang pertama kita bahas itu adalah Had_nya ilmu Tauhid. Apa sih Had ilmu tauhid itu….??

Had Ilmu tauhid itu adalah :

 فَحَدُّهُ لُغَةً : اَلْعِلْمُ بِأَنَّ الشَّيْئَ وَاحِدٌ

وَشَرْعًا : بِمَعْنٰى فَنِ الْمَدُّوْنِ عِلْمٌ يُبْحَثُ فِيْهِ عَنْ اِثْبَاتِ الْعَقَائِدِ الدِّيْنِيَّةِ الْمُكْتَسَبُ مِنْ اَدِلَّتِهَا الْيَقِيْنِيَّةِ، وَبِغَيْرِ مَعْنٰى الْفَنِّ الْمُدَوَّنِ : اِفْرَادُ الْمَعْبُوْدِ بِالْعِبَادَةِ مَعَ اعْتِقَادِ وَاحْدَتِهٖ ذَاتًا وَصِفَاتٍ وَاَفْعَالًا


FAHADDUHU LUGHOTAN, AL-‘ILMU BI_ANNASY-SYAY_A WAAHIDUN.

WA SYAR’AN, BI MA’NAA FANIL-MUDAWWANI ‘ILMUN YUBHATSU FIIHI ‘AN ITSBAATIL-‘AQOO_IDID-DIINIYYATIL-MUKTASABU MIN ADILLATIHAAL-YAQIINIYYATI.

WA BIGHOYRI MA’NAL-FANNIL-MUDAWWANI : IFROODUL-MA’BUUDI BIL-‘IBAADATI MA’A’TIQOODI WAHDATIHII DZAATAN WA SHIFAATIN WA AF’AALAN.

Artinya : ” Yang disebut dengan Tauhid menurut Lughat (bahasa) adalah mengetahui bahwa Perkara itu hanya satu. Adapun kalau yang disebut Tauhid menurut Syara’ itu adalah Jikalau mengacu pada Fan Mudawwan yakni ilmu yang sudah dibukukan atau disusun menjadi sebuah buku, yaitu suatu ilmu yang membahas suatu ketetapan akan keyakinan dalam beragama yang bisa diusahakan ilmunya dari dalil-dalil yang bisa diyaqini seperti dalil ‘aqli dan dalil Naqli yang Qath’i (dari Al-Quran dan hadits”.

Adapaun yang disebut dengan Tauhid menurut syara’, tapi yang mengacu pada Fan (cabang keilmuan yang tidak dibukukan) itu adalah : Mengkhususkan kepada yang disembah dengan sebuah ibadah disertai meyakini akan Kemaha Tunggalan yang disembahnya, Tunggal Dzat-Nya, Tunggal Shifatnya, dan Tunggal Af’alnya.

 

2. Mawdlu’_nya Ilmu Tauhid

 

Poin selanjutnya Adalah Mawdlu’nya Ilmu Tauhid, (Objeknya Ilmu Tauhid). Terus apa sih yang disebut dengan Mawdlu’ itu….??

Yang dimaksud dengan Mawdlu’ dalam ilmu Tauhid adalah :


وَمَوْضُوْعُهُ ذَاتُ اللّٰهِ وَذَاتُ رُسُلِهٖ مِنْ حَيْثُ مَايَجِيْبُ وَمَا يَسْتَحِيْلُ وَمَايَجُوْزُ وَالْمُمْكِنُ مِنْ حَيْثُ اَنَّهُ يُسْتَدَلُّ بِهٖ عَلٰى وُجُوْدِ صَانِعِهٖ، وَالسَّمْعِيَّاتُ مِنْ حَيْثُ اِعْتِقَادُهَا

WA MAWDLU’UHUU DZAATULLOOHI WA DZAATU RUSULIHII MIN HAYTSU MAA YAJIIBU WA MAA YASTAHIILU WA MAA YAJUUZU WAL-MUMKINU MIN HAYTSU ANNAHUU YUSTADALLU BIHII ‘ALAA WUJUUDI SHOONI’IHII WAS-SAM’IYYAATU MIN HAYTSU I’TIQOODUHAA.

Artinya : ” Yang disebut dengan Mawdlu’ (yang diolah/objek) dalam Ilmu Tauhid adalah Dzat Alloh dan Dzat Rasul-rasul_Nya, dari sisi sifat-sifatnya. Sifat yang wajib, yang Mustahil dan yang Wenang bagi Alloh dan Rasulnya. Dan juga Mumkin atau Makhluk, dari sisi bisa dan tidaknya dijadikan Dalil akan keberadaan Sang Pencipta. Serta keterangan-keterangan yang terdengar dari Alloh dan Rasulnya yang wajib untuk diyakini. 

Jadi yang akan dibahas oleh ilmu Tauhid itu adalah sebagai berikut :

  • Sifat yang wajib, mustahil, dan wenang bagi Alloh.
  • Sifat yang wajib, mustahil, dan wenang bagi para Rasul (utusan Alloh).
  • Makhluk, sebab makhluk itu biasa dijadikan dalil akan adanya sang Pencipta.
  • Sam’iyyat, sebuah keterangan yang diterima melalui perantaraan Al-Qur’an dan al-Hadits yang Shohih yang berkaitan dengan keyakinan.

 

3. Tsamrah Ilmu Tauhid

 

Beranjak ke poin yang selanjutnya dalam uraian Mabadi Ilmu tauhid yaitu Tsamroh (buah) dari ilmu tauhid. Adanya disebut dengan buah dari ilmu Tauhid karena :

وَثَمْرَتُهُ مَعْرِفَةُ صِفَاتِ اللّٰهِ تَعَالٰى وَرُسُلِهٖ بِالْبَرَاهِيْنِ الْقَطْعِيَّةِ وَالْفَوْزُ بِالسَّعَادَةِ الْاَبَدِيَّةِ.

Artinya : ” Tsamrah/Faidahnya Ilmu Tauhid adalah dikala mempelajari (mengkaji) ilmu Tauhid itu, kita bisa menambah wawasan akan sifat-sifat Alloh dan Rasulnya dengan disertai Dalil-dalil yang pasti benarnya, dan selain itu kita juga akan mendapat kebahagiaan yang kekal dihari Qiyamat kelak”.

Maka dari itu, marilah sedikit demi sedikit kita mempelajari, mengingat-ingat, dan mengajarkannya lagi, supaya kita bisa mendapatkan suatu faidah yang berujung dengan kebahagiaan.

Untuk selanjutnya dalam uraian mabadi ilmu tauhid itu adalah :

4. Fadlol (Keunggulan Ilmu Tauhid)

 

Berhubung Ilmu tauhid ini adalah ilmu yang akan menuntun kita supaya mengenal Tuhan lebih dekat, agar ritual bermesraan (ibadah) dengan-Nya lebih nikmat, maka simaklah apa saja keunggulan dari ilmu Tauhid.

Keunggulan Ilmu Tauhid adalah :

وَفَضْلُهُ اَنَّهُ اَشْرَفُ الْعُلُوْمِ

WA FADLLUHUU ANNAHUU ASYROFUL-‘ULUUMI

Artinya : ” Keunggulan dari Ilmu Tauhid itu adalah menjadi Ilmu yang paling Utama”.

Karena ilmu ini hubungannya langsung dengan Dzat Sang Pencipta (Alloh Ta’ala) dan Dzat Rasul-Nya, sementara tidak ada yang lebih Mulia yang melebihi kemuliaan Alloh serta Para Rasul-Nya karena para Rasul itu Makhluk yang dimuliakan oleh Alloh.

Jadi jika kita simpulkan, bahwa ilmu yang membahas tentang sifat-sifatnya pun sudah barang tentu itu merupakan ilmu yang sangat mulia pula.

Itu yang dinamakan dengan Tsamrah (buah) dari ilmu Tauhid, untuk selanjutnya adalah :

 

5. Nisbatnya Ilmu Tauhid

 

Apa yang disebut dengan Nisbatnya Ilmu Tauhid…?

Nisbatnya ilmu Tauhid adalah :

وَنِسْبَتُهُ اَنَّهُ اَصْلُ الْعُلُوْمِ وَمَا سِوَاهُ فَرْعٌ عَنْهُ

WA NISBATUHUU ANNAHUU ASHLUL-‘ULUUMI WA MAA SIWAAHU FAR’UN ‘ANHU.

Artinya : ” Yang disebut dengan Nisbat ilmu tauhid adalah Pokok /Ushul (pohon)nya ilmu sementara ilmu-ilmu yang lain adalah cabang(dahan-dahan)nya”.

Maka dengan adanya kaidah seperti itu, makanya Ilmu Tauhid itu disebut juga dengan Ilmu Ushuluddin artinya Pokoknya agama ( pohonnya agama). Dan juga Ilmu Tauhid itu berperan sebagai Pondasi dalam sebuah bangunan, jadi ilmu-ilmu yang lainnya itu semuanya bertumpu kesana (nempel diatasnya).

Dengan demikian kita bisa menyimpulkan bahwa Kokohnya sebuah bangunan bisa dilihat dari kokohnya sebuah pondasi.

Bersambung….>>>>

1 tanggapan pada “MABADI ILMU TAUHID”

  1. Pingback: LANJUTAN MABADI ILMU TAUHID » ES CINCAU BANG THOYYIB