PENGERTIAN AHLUS SUNNAH WAL-JAMA’AH

Alhamdulillaah dalam kesempatan kali ini kita masih bisa dipertemukan kembali, dan pada pertemuan kali ini kita akan melanjutkan materi, yang sempat tertunda. Dan materi kita saat ini adalah Pengertian Ahlus sunnah Wal jama’ah.

Berhubung dalam kondisi saat ini sangat banyak yang mengaku bahwa Kami golongan ahlus sunnah, golongan kami yang bakal selamat dan golongan yang lain adalah sesat, maka alangkah layak untuk kita pelajari, kita fahami apa sih pengertian dari ahlus sunnah wal jama’ah itu?

Penting untuk dibaca : PEMABAWA AQIDAH AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH

Dalam hal apa yang termasuk kedalam ahlus sunnah wal-Jama’ah tersebut??

 

Pengertian Ahlus sunnah wal Jama’ah

 

Berhubung kita diberi kewajiban untuk memegang teguh keyakinan Ahlus sunnah wal jama’ah, jadi secara tidak langsung kita itu dituntut untuk mengenali pula apa itu pengertian ahlus sunnah wal Jama’ah.

Baca juga :

Siapakah Ahlus sunnah Wal Jama’ah???

Untuk itu sekarang mari kita telaah pengertian ahlus sunnah wal jama’ah itu, karena hanya golongan inilah yang dijamin selamat dari api Neraka yang abadi.

Dengan mengutip sebuah Dawuhan Kangjeng Nabi Muhammad Shollallohu ‘alayhi wa sallam sebagai berikut :

فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ مِنْ بَعْدِيْ فَسَيَرٰى اخْتِلَافًا كَثِيْرًا، فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِيْ وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الْمُهْدِيًِيْنَ الرًَاشِدِيْنَ تَمَسَّكُوْا بِهَا وَعَضُّوْا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ (رواه: أبو داود)

FA INNAHU MAN YA’ISY MINKUM MIN BA’DII FASAYAROO IKHTILAAFAN KATSIIRON, FA’ALAYKUM BISUNNATII WA SUNNATIL-KHULAFAA_IL-MUHDIYYIINAR-ROOSYIDIINA TAMASSAKUU BIHAA WA ‘ADLDLUU ‘ALAYHAA BIN-NAWAAJII ( H.R : Abu Dawud).

Artinya : ”  Barang siapa diantara kalian yang hidup setelah kematianku, maka kalian akan menemukan banyak perselisihan. Dengan demikian, Genggam eratlah sunnahku dan sunnah Khulafaur Rasyidin yang mendapatkan Hidayah. Pegangan yang kuat dan gigitlah dengan gigi geraham. (Hadits riwayat : Abu Dawud).

Dan Dawuhan Kangjeng Nabi Muhammad shollallohu ‘alayhi wa sallam yang diterima oleh Abu Hurayroh sebagai berikut :

تَفَرَّقَتِْ الْيَهُوْدُ عَلٰى إِحْدٰى وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً، وَالنَّصَارَى مِثْلَ ذَالِكَ، وَتَفَرَّقَتْ اُمَّتِيْ عَلٰى ثَلَاثٍ وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً. (رواه : الترميذي)

TAFARROQOTIL-YAHUUDU ‘ALAA IHDAA WA SAB’IINA FIRQOTAN WAN-NASHOORO MITSLA DZAALIKA, WA TAFARROQOT UMMATII ‘ALAA TSALAATSIN WA SAB’IINA FIRQOTAN.

Artinya : ” Terpecahlah Umat Yahudi menjadi Tujuh puluh Satu (71) kelompok, dan Umat Nashoropun demikian. Dan sementara Umatku akan terpecah menjadi Tujuh puluh Tiga kelompok. (Hadits Riwayat : At-Turmudzi).

Dan juga seperti Dawuhan Kangjeng Nabi Muhammad shollallohu ‘alayhi wasallam sebagai berikut :

إِنَّ بَنِي إِسْرَائِيْلَ تَفَرَّقَتْ عَلٰى ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِيْنَ مِلَّةً، وَتَفَرَّقَتْ اُمَّتِيْ عَلٰى ثَلَاثٍ وَسَبْعِيْنَ مِلَّةً، كُلُّهُمْ فِى النَّارِ إِلَّا مِلَّةً وَاحِدَةً. قَالُوْا : وَمَا هِيَ يَارَسُوْلَ اللّٰهْ..؟ قَالَ مَاأنَا عَلَيْهِ وَأَصْحَابِيْ (رواه: الترميذي).

INNA BANII ISROOIILA TAFARROQOT ‘ALAA TSINTAYNI WA SAB’IINA MILLATAN, WA TAFARROQOT UMATII ‘ALAA TSALAATSIN WA SAB’IINA MILLATAN, KULLUHUM FIN-NAARI ILLA MILLATAN WAAHIDATAN. QOOLUU : WA MAA HIYA YAA ROSUULALLOOH..?? QOOLA : MAA ANA ‘ALAYHI WA ASH_HAABII.

Artinya : ” Sesungguhnya Bani Isroil itu terpecah menjadi 72 kelompok(Millah), sementara Umat Kamipun demikian (terpecah) menjadi 73 kelompok (Millah) dan semuanua itu masuk Neraka terkecuali Satu kelompok. Maka para Shahabat bertanya : ” Yaa Rasulalloh, siapakah yang satu kelompok itu “?? Rasululloh pun Menjawab : ” Yaitu orang -orang yang memegang teguh Sunnahku.”

Dan dalam redaksi lain ( Imam ath-Thabroni )disebutkan begini :

مَنْ هُمْ يَارَسُوْلَ اللًٰه..؟ قَالَ : أَهْلُ السُّنَّةِ وَالْجَمَاعَةِ

MAN HUM YAA ROSUULALLOOH..? QOOLA : AHLUS-SUNNATI WAL-JAMAA’ATI

Artinya : ” Siapakah Mereka itu Ya Rasulalloh ??? Rosulalloh menjawab : Mereka adalah Ahlus sunnah wal Jama’ah “.

Baca juga :

Kitab- kitab rujukannya 

 

pengertian ahlus sunnah wal jama'ah

Dahulukan Niyat sebelum amal

Jadi untuk kesimpulan yang difahami dari Hadits diatas itu, bahwa ada Firqoh (aliran-aliran atau kelompok kelompok) setelah Rosululloh Meninggalkan dunia ini, semuanya CELAKA, terkecuali hanya ada satu Firqoh yang selamat yaitu Ahlus sunnah wal Jama’ah.

Yang mana pengertian Ahlus sunnah wal Jama’ah itu adalah sekelompok orang yang keyakinannya menganut pada keyakinan Kangjeng Nabi Muhammad Shollallohu ‘alayhi wasallam, dan keyakinannya para Sahabat yaitu yang dipegang teguh oleh Imam Abul Hasan al-Asy’ariy dan Abu Manshur al-Maturidiy.

Semua keterangannya itu tertulis didalam Kitab Ittihaafu Saadatil Muttaqiin Syarah kitab Ihya ‘Ulumuddin Juz 2 halaman 6 yang berbunyi :

إِذَا اُطْلِقَ أَهْلُ السُّنَّةِ، فَالْمُرَادُ بِهٖ اَلْاَشَاعِرَةُ وَالْمَاتُرِدِيَّةُ

IDZAA UTHLIQO AHLUS-SUNNATI FAL-MUROODU BIHII AL-‘ASYAA_’IROTU WAL-MAATURIDIYYATU.

Artinya : ” Tatkala menyebut Ahlus sunnah, maka sudah barang tentu yang dimaksud oleh ucapan tersebut adalah Faham fan Fatwanya Imam al-Asy’sriy dan Imam al-Maturidiy.

Dan golongan Ahlus sunnah wal Jama’ah itu akan kekal adanya sampai Hari Qiyamat. Yang menjadi acuan akan kekalnya Ahlus sunnah wal Jama’ah itu menurut pada ungkapan Kangjeng Nabi Muhammad shollallohu ‘alayhi wasallam berikut ini :

لَاتَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ اُمًَتِيْ ظَاهِرِيْنَ عَلٰى الْحَقِّ حَتّٰى يَأْتِيَهُمْ أَمْرُ اللّٰهِ وَهُمْ ظَاهِرُوْنَ. (رواه البخاري(

LAA TAZAALU THOOIFATUN MIN UMMATII DHOOHIRIINA ‘ALAAL-HAQQI HATTA YA_TIYAHUM AMRULLOOHI WA HUM DHOOHIRUUN.

Artinya : ” Akan selalu ada dalam kemenangan atau kebenaran satu kelompok umatKu, sampai Hari Qiyamat tiba. dan mereka selalu tetap didalam kebenaran itu”.

 

– Firqoh yang tidak termasuk Ahlus sunnah Wal Jama’ah

Adapun firqah yang Tujuh puluh Dua (72) itu yakni yang keluar dari keyaqinan Ahlus sunnah wal Jama’ah itu diringkas (dikelompokkan) lagi menjadi Tujuh kelompok, yang Tujuh kelompok itu adalah :

  • 1. Syi’ah

Kelompok Kaum Syi’ah ini adalah suatu Kaum yang sangat berlebihan dalam memuja kepada Sayyidina ‘Ali Karromallohu Wajhah

Baca Juga )

sehingga mereka mengesampingkan bahkan tidak mengakui akan ke khalifahan sahabat yang Tiga ( Abu Bakar ash-Shiddiq, Umar ibnu Khattab, dan Utsman bin ‘Affan Rhodliyallohu ‘Anhum ).

Sementara kalau Ahlus sunnah Wal Jama’ah itu, mengakui kekhalifahan Sahabat yang Empat setelah Rasululloh wafat dari Mulai Abu Bakar sampai pada Sayyidina ‘Ali secara bergantian dalam menjabatnya.

Berhubung diatas telah terrangkum dari 72 kelompok menjadi 7, maka pada kelompok Kaum Syi’ah mereka terpecah menjadi menjadi (22) aliran kepercayaan. Untuk rinciannya silahkan bisa dilihat disini :

Macam – macam aliran Syi’ah

  • Kaum Khawarij

Jika Kaum Syiah diatas sangat berlebihan dalam memuja (menyanjung) Sayyidina ‘Ali Karromallohu Wajhah, nah kalau Kaum yang ini ( Khawarij ) itu kebalikan dari Syi’ah yaitu sangat membenci pada Sayyidina ‘Ali. Bahkan sebagan dari mereka ada pula yang menganggap Kufur padanya.

Kaum ini mempunyai keyakinan bahwa jika orang yang melakukan dosa besar maka dia jadi Kufur. Bahkan kala itu saking bencinya mereka pada Sayyidina ‘Ali, sehingga Gugurlah Beliau ditangan salahsatu dari Kaum Khawarij yaitu : ‘Abdur Rahman bin Mulzam disaat Sayyidina ‘Ali hendak melaksanakan Shalat Subuh. Bertepatan dengan tanggal 17 Ramadhan tahun 40.H dan dikebumikan di Najf Baghdad.

Kelompok Kaum Khawarij ini terpecah pula menjadi (20) untuk perincian singkatnya,

Bisa dilihat disini :

Rincian Sekte Khawarij

3. Kaum Mu’tazilah

Yang disebut dengan Kaum Mu’tazilah itu ialah suatu Kaum / Sekte yang meyakini bahwa :

  • Alloh itu tidak mempunyai Sifat,
  • Manusia membuat pekerjaan sendiri,
  • Segala amalnya tidak ada campur tangan Alloh,
  • Mukmin yang di Sorga tidak akan melihat Alloh,
  • Serta meyakini orang yang melakukan dosa besar itu akan ditempatkan diantara Sorga dan Neraka,
  • Dan juga mereka sangat meyakini bahwa Mi’rajnya Nabi Muhammad itu hanya Ruhnya saja.

Nah untuk Kaum atau Sekte Mu’tazilah ini, mereka terpecah menjadi ( 20 ) aliran.

Baca juga Versi lengkapnya :

Sekte Mu’tazilah

4. Kaum Murji’ah

Perbedaan sekte Kaum Murji’ah dengan sekte – sekte yang lainnya adalah : Sekte ini sangat meyakini bahwa perbuatan maksiat itu tidaklah apa-apa, tidak menimbulkan kemadlorotan asalkan sudah Iman kepada Alloh.

Seperti halnya orang-orang kafir dikala berbuat kebaikan, tidak akan ada manfaat apa-apa. Nah Kaum Murji’ah ini terpecah menjadi ( 5 ) aliran.

Uraian sekte Mur’jiah

5. Kaum Najjaariyyah

Kaum Najjariyah ini adalah suatu Kaum yang meyakini bahwa amal perbuatan manusia itu dibuat oleh Alloh sama dengan keyakinannya Ahlus sunnah wal Jama’ah, tapi mereka meyakini juga bahwa Alloh itu tidak mempunyai Sifat Qodim dan juga kata mereka bahwa Kalamulloh itu Hadits (dibaca : Baru) dalam hal ini, mereka itu sama dengan pendapatnya Sekte Mu’tazilah. Nah untuk sekte Najjariyyah ini, mereka terpecah juga menjadi (3) aliran kepercayaan.

 

6. Kaum Jabbariyyah

Dalam pengertian Ahlus sunnah wal Jama’ah ini ada yang disebut dengan aliran atau Firqah Jabbariyyah, sedikit ulasan untuk kaum yang disebut dengan jabbariyah itu adalah : “Satu aliran yang meyakini bahwa manusia itu Majbur (Terpaksa/tidak mempunyai ikhtiyar sama sekali) jadi jika menurut mereka itu mau ibadah atau tidak, itu terserah Tuhan saja tanpa mau berusaha. Firqah ini tidak mempunyai pecahan seperti golongan-golongan yang tersebut diatas.

 

7. Kaum Musyabbihah

Yang terakhir dari pecahan-pecahan umat Kangjeng Nabi Muhammad yang tidak termasuk kedalam golongan yang selamat itu adalah Kaum Musyabbihah.

nah yang diswebut dengan Kaum Musyabbihah ini adalah suatu Kaum yang memiliki Keyakinan bahwa Alloh itu sama seperti Makhluk yaitu seperti :

  • Memeiliki Jisim
  • Suka duduk
  • Suka turun
  • Suka naik
  • Punya tangan
  • Punya kaki
  • Punya Muka dan lain sebagainya

Nah Sekte ini juga biasa disebut dengan Julukan Mujassimah karena menisbatkan bahwa Alloh itu punya Jisim. Dan kaum inipun mempunyai hanya mempunyai 1 golongan saja.

Gambarannya seperti ini :

Pengertian Ahlus sunnah wal Jama'ah

Gambaran

Jadi jika ditambah satu Firqah (golongan) maka seluruhnya berjumlah 73, sesuai dengan Hadits yang diriwayatkan oleh Imam at-Turmudzi.

Adapun Kaum Qadariyyah, itu termasuk kedalam golongan/ kelompok Mu’tazilah.

Kaum Bahaiyyah dan Ahmadiyyah Qadliyan, itu termasuk kedalam golongan Syi’ah

Kaum Ibnu Taymiyyah, itu termasuk kedalam golongan Musyabbihah.

Kaum Wahhabi, itu termasuk kedalam jajaran pelaksana dari Kaumnya Ibnu Taymiyyah.

 

Kesimpulannya

Dalam pengertian Ahlus sunnah wal Jama’ah itu kita bisa menyimpulkan bahwa yang disebut dengan Ahlus sunnah wal Jama’ah itu adalah mereka yang meyakini atau mempunyai keyakinan yang sama dengan keyakinannya pengantut Madzhab Imam al-‘Asy’ariy dan Imam al-Maturidiy.

Sedangkan kalau dalam masalah Furu’iyyah atau Fiqih, menganut pada salahsatu Madzhab yang Empat, Madzhab Imam yang empat itu adalah :

  1. Madzhab Imam Abu Hanifah yang lahir pada 80.H di Kuffah, dan wafatnya pada tahun 150.H serta dikebumikan di Baghdad. Usianya ±70 tahun.
  2. Madzhab Imam Maliki Beliau lahir di Madinah pada tahun 93.H dan wafatnya pada tahun 179.H serta dikebumikan di Baqi’ Madinah. Usianya ± 85 tahun.
  3. Madzhab Imam Asy-Syafi’i, Beliau lahir pada tahun 150.H di Ghazzah/Syam, dan wafatnya pada tahun 204.H dikebumikan di Mishri, usianya 45 tahun.
  4. Madzhab Imam Ahmad Bin Hanbal, Beliau lahir pada tahun 164.H di Baghdad dan wafat pada tahun 241.H serta dikebumikan di Baghdad, Usianya 77 tahun.

Dengan demikian, Bagi kita tidaklah diperbolehkan keluar dari salahsatu Madzhab tersebut karena madzhab-Madzhab yang lainnya itu sudah tidak termasuk (tercatat) kedalam kategori madzhab yang Sah, sebab sudah berhenti disana dan tidak ada penerusnya.

Maka Wajib hukumnya bagi yang bukan Ahli Ijtihad, untuk Taqlid (menganut/mengikuti) salahsatu Madzhab yang Empat diatas dalam masalah Furu’iyyah, dikarenakan kita tidak diberi kemampuan untuk menggali sendiri dari tiap-tiap masalah Furu’iyyah.

Adapun jika dalam Ilmu Tasawwuf, kita diwajibkan menganut pada tingkah lakunya Imam Abul Qasim al-Junaydi, yang mana Beliau itu memakai Syari’at, Thariqat, serta Haqiqat. Karena mengacu pada Dawuhan Kangjeng Nabi Muhammad Sholallohu ‘alayhi wasallam :

فَعَلَيْكُم بِسُنَّتِيْ (اَيْ قَوْلًا وَفِعْلًا وَتَقْرِيْرًا) وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ ( اَيْ فِي الْعَقَائِدِ )الدِّيْنِيَّةِ وَالْاَعْمَالِ الْبَدَنِيَّةِ وَالْاَخْلَاقِ الْقَلْبِيَّةِ

FA’ALAYKUM BISUNNATII (AY QOWLAN WA FI’LAN WA TAQRIIRON) WA SUNNATIL-KHULAFAA_IR-ROOSYIDIINA (AY FIL-‘AQOOIDID-DIINIYYATI WAL-A’MAALIL-BADAANIYYATI WAL-AKHLAAQIL-QOLBIYYATI.

Artinya :” Diwajibkan kepadamu untuk memegang teguh Sunnatku ( dalam ucapan,pekerjaan, meninggalkan) dan sunnatnya Khulafaur Rasyidiin (dalam keyakinan agama, dalam amal ibadah lahir dan bathin).

Sampai disini ringkasan tentang pengertian Ahlus sunnah wal Jama’ah yang kita bahas secara garis besarnya saja, adapaun untuk lebih jelas dan gamblang silahkan dikonfirmasikan pada Ulama setempat, atau berselacar mencari info menggunakan jasanya mbah Google

Nb. Mohon saran dan kritiknya, Terima kasih..

Walloohu a’lam

Thoyyib Hidayatulloh

Setia pada proses
Taat pada tujuan

Mungkin Anda juga menyukai

2 Respon

Silahkan tinggalkan komentar walaupun Satu huruf

%d blogger menyukai ini: