4 POIN RAHASIA DIBALIK HUBUNGAN HUKUM ADAT DAN AQIDAH

Alhamdulillaah saat ini kita bisa dipertemukan kembali setelah mengulas secara ringkas bahasan Rahasia dibalik hukum adat , dan sekarang yang akan kita urai adalah yang masih ada kaitan erat dengan yang sebelumnya yaitu : 4 poin rahasia dibalik hubungan antara hukum adat dan aqidah.

Didalam kehidupan ini semuanya tak lepas dari suatu ikatan, entah itu dalam urusan agama, negara, hukum dan lain sebagainya. Disini juga kita akan sedikit menguak tentang 4 poin rahasia dibalik hukun adat dan aqidah, karena sangat penting untuk kita ketahui supaya bisa membedakan mana hukum adat, dan mana aqidah.

Sebab dalam hal ini sangatlah banyak orang-orang yang tidak tepat dalam menempatkan suatu hukum, sehingga salah persepsi dikemudian hari. Pokok utama dalam kesalahan tersebut ialah salah penempatan.

Kesalahan penempatan suatu hukum itu kedepannya bisa menggiring kita pada kekufuran lho, seperti menempatkan :

Hukum adat yang dijadikan Hukum akal 

Disaat salah penempatan tersebut bisa menyebabkan pada kekufuran dan yang paling minimnya bisa menjerumuskan kepada golongan orang Fasiq.

Yang menjadi sebab dalam hukum adat itu seperti Golok bisa melukai, makanan bisa mengenyangkan, obat bisa menyembuhkan, api bisa menggosongkan dan lain sebagainya. Ungkapan yang demikian itu, jika dalam masalah ini terbagi menjadi 4 bagian.

1. Talazum ‘Aqliy (4 POIN RAHASIA DIBALIK HUBUNGAN HUKUM ADAT DAN AQIDAH)

 

4 POIN RAHASIA DIBALIK HUBUNGAN HUKUM ADAT DAN AQIDAH yang pertama adalah :

“Orang yang meyakini bahwa Makanan itu bisa mengenyangkan oleh karakter makanan itu sendiri, serta Talazum ‘aqli (setiap makan pasti kenyang) atau setiap terbakar pasti gosong.

Seluruh Ulama sepakat  memfonis pada orang-orang yang punya keyakinan demikan, dan mengkategorikannya bahwa mereka termasuk kedalam golonga. Orang yang Kufur.

Dan juga pada orang-orang yang meyakini jika Api bisa menggosongkan, Golok bisa melukai, dan obat bisa menyembuhkan oleh karakternya masing-masing.

Keyakinan yang demikian itu sangatlah tidak dibenarkan, dan bisa menggiring pada kekufuran. Supaya ringkas dan menghemat waktu, saya ambil salah satu dari contoh diatas yaitu Makanan. Adapun untuk contoh yang lainnya tinggal di kiyaskan saja sekalian mengelola daya fikir kita.

4 POIN RAHASIA DIBALIK HUBUNGAN HUKUM ADAT DAN AQIDAH

Habibana Umar bin Hafidz

Untuk poin selanjutnya mari kita simak lagi ya saudaraku.

2. Talazum ‘Adiy (4 POIN RAHASIA DIBALIK HUBUNGAN HUKUM ADAT DAN AQIDAH)

 

4 POIN RAHASIA DIBALIK HUBUNGAN HUKUM ADAT DAN AQIDAH yang kedua adalah sekelompok orang yang mempunyai keyakinan bahwa Makanan bisa mengenyangkan dan memberi kekuatan, yang mana kekuatan itu di ciptakan oleh Alloh serta disimpan pada makanan itu, serta Talazum ‘aadiy{Lazim menurut adat} (yakni tidak setiap makan mesti akan kenyang), gak mesti setiap kena api akan gosong.

Nah keyakinan yang demikian itu adalah keyakinannya kelompok Mu’tazilah. Dan kelompok ini Kufurnya masih di ikhtilafkan (diperdebatkan oleh para Ulama), namun jika merujuk pada Qoul Ulama yang shohih maka tidak samapi pada derajat Kufur, hanya saja mereka itu termasuk pada golongan Ahli Bid’ah yang sasar (ضلالة). 

Itu untuk poin yang kedua dari keterkaitan 4 POIN RAHASIA DIBALIK HUBUNGAN HUKUM ADAT DAN AQIDAH, untuk poin selanjutnya mari kita tela’ah sama-sama dalam ulasan berikut ini.

3. Talazum ‘Aqliy sabab Musabbab (4 POIN RAHASIA DIBALIK HUBUNGAN HUKUM ADAT DAN AQIDAH)

 

4 POIN RAHASIA DIBALIK HUBUNGAN HUKUM ADAT DAN AQIDAH yang selanjutnya adalah orang yang berkeyakinan bahwa Makanan dan lain sebagainya itu tidak bisa mengenyangkan dan menguatkan.

Akan Tetapi yang mengenyangkan, menggosongkan, melukai, dan menyembuhkan itu hanya Alloh Ta’ala semata, hanya saja mereka berkeyakinan bahwa antara sabab dan musabbab Talazum ‘aqli yakni menganggap menyelisihi kelaziman (kebiasaan yang ada).

Karena menurut keyakinananya itu, sudah semestinya jika setelah ada sabab harus ada bukti Musabbab (akibat). Sekarang kita ambil contoh saja supaya tidak pusing memikirkannya. “ Setiap habis makan pasti kenyang, setiap makan obat pasti sembuh dan banyak lagi contoh-contoh yang lainnya”.

Contoh diatas itu, kalo menurut keyakinan golongan atau kelompok yang ini, menganggap tidak sah (menyelisihi kebiasaan) jika tidak demikian.

Dengan keyakinan mereka yang seperti itu, maka seluruh Ulama mengkategorikan mereka kedalam golongan orang-orang Jahil (bodoh) tapi tidak sampai pada kategori Kufur.

Disebut bodoh itu karena mereka tidak mengetahui akan Haqiqat Hukum adat, Padahal jika mereka tau bahwa hukum adat itu sangat sah untuk salah.

Tapi terkadang dengan kebodohannya itu bisa narik dan menggiring mereka pada kekufuran. Seperti Menolak akan Karomahnya para Waliyulloh, Mukjizat, Ba’ats (dibangkitkan dari Kubur). Maka jika mereka sampai melakukan hal yang demikian, maka mereka secara otomatis termasuk kaedalam kategori orang-orang yang Kufur.

 

4. Talazum ‘adiy yang sah untuk salah

 

Yang terakhir, mari kita mengulas 4 POIN RAHASIA DIBALIK HUBUNGAN HUKUM ADAT DAN AQIDAH yaitu :

Orang yang meyakini bahwa yang mempunyai tapak jejak itu hanya Alloh Ta’ala, dan menganggap bahwa makanan tidak bisa mengenyangkan, obat tidak bisa menyembuhkan, golok tidak bisa melukai, api tidak bisa menggosongkan, dan lain sebagainya, serta mereka meyakini bahwa antara sebab dan musabbab (akibat) itu Talazum ‘adiy( lazim/biasa menurut adat), untuk Sah menyalahinya.

Jadi disaat api menempel, Alloh biasanya menjadikannya gosong, tapi itu tidak semua demikian sebab itu tidak akan terjadi gosong jika Alloh tidak menggosongkannya, walaupun sengaja dibakar juga. Dan adakalanya walaupun tidak terkena api tapi kalau Alloh menghendaki untuk gosong, maka gosonglah ia.

Demikian juga sama halnya dengan makanan, golok, obat dan lain sebagainya. Semuanya tidak mempunyai tapak-jejak sama sekali jika Alloh tidak menjadikannya.

Nah yang terakhir inilah, kelompok orang yang masuk kedalam kategori orang yang mempunyai keyakinan yang benar dan selamat dalam pandangan Alloh Ta’ala, dan keyakinan ini adalah keyakinannya golongan Ahli sunnah Wal Jama’ah.(اه الدسوقي)

Lengkaplah sudah ulasan tentang RAHASIA DIBALIK HUBUNGAN HUKUM ADAT DAN AQIDAH 

Semoga bisa menambah wawasan dan keimanan kita pada-Nya.

Aamiin

 

Thoyyib Hidayatulloh

Setia pada proses
Taat pada tujuan

Mungkin Anda juga menyukai

Silahkan tinggalkan komentar walaupun Satu huruf

%d blogger menyukai ini: