5 LANGKAH DASAR DALAM MEMPERKOKOH KEIMANAN

Alhamdulillaahi robbil-‘aalamiin kita masih bisa diperemukan kembali oleh Alloh Subhaanahu wa Ta’alaa, yang mana atas berkah dan rohmat-Nya, kita masih diberikan kesepatan tuk menghirup udara segar, supaya kita bisa lebih mempertebal keimanan.

 

Dan pada pertemuan kita kali ini, kita akan mencoba mengurai dari bahasan yang telah lalu yang tercantum dalam Bahasan yang pertama, pada poin terakhir yang MENJADI SYARAT BERDIRINYA AGAMA pada poin pertama yaitu IMAN
Alasan mendahulukan bahasan tentang Iman ialah dikarenakan, semua tulisan yang ada di Blog ini akan mengulas tentang masalah ke Iman an.

 

Dan semua yang ada kaitannya dengan keimanan. Mulai dari pengertian Iman, Rukun Iman, Jalan Iman, Martabat atau tingkatan Iman, dan kesempurnaan Iman.

Langkah pertama :

1.Pengertian Iman

Sekarang mari kita simak sedikit ulasan tentang pengertian Iman, pengertian Iman adalah :

تَصْدِيْقُ الْقَلْبِ بِمَا جَاءَ بِهٖ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم، مِمَّا عُلِمَ مِنَ الدِّيْنِ بِالضَّرُوْرَةِ

Artinya : ” Membenarkannya Hati akan segala perkara yang didatangkan oleh Kangjeng Nabi Muhammad shollallo adanya Alloh dan sifat-sifat-Nya.
Membenarkan adanya Rosululloh dan sifat-sifatnya.
Membenarkan adanya Kitab-kitab Alloh.
Membenarkan adanya para Malaikat Alloh.
Membenarkan akan datangnya Hari Qiyamat.
Membenarkan akan adanya Qodar.
Membenarkan akan wajibnya shalat, Zakat, Puasa, Naik Haji dan lain sebagainya.

 

Yang tertulis di atas, itu adalah pengertian ( Ta’rifnya ) Iman secara garis besarnya.

 

Untuk selanjutnya yang harus kita ketahui itu adalah Rukunnya Iman. Mari kita simak dan baca sama-sama.

2. Rukun Iman

Pengetahuan mendasar dalam masalah keagamaan dan yang menjadi syarat mutlak untuk syarat berdirinya Agama, yaitu adanya Iman yang mana pengertian tentang iman sudah kita ketahui di atas.
Dan sekarang mari kita baca dengan seksama apa saja Rukun Iman itu.

Rukun Iman jumlahnya ada Enam (6) diantaranya :

 

  1. Iman kepada Alloh.
  2. Iman kepada Malaikat Alloh.
  3. Iman kepada Kitab-kitabnya Alloh.
  4. Iman kepada semua Utusan-utusan Alloh.
  5. Iman kepada Hari Qiyamat.
  6. Iman pada semua kepastian (baik maupun buruk) itu semua dari Alloh.

 

Enam poin diatas, Insya Alloh didalam Blog ini akan dibahas secara panjang lebar walau hanya garis besarnya saja.

Tapi Kalau untuk lebih mendetilnya lagi, silahkan kunjungi Ulama-Ulama terdekat yang sekiranya mumpuni dalam Bab ini.

 

3. Jalan Iman

Setelah membahas Rukun Iman, biar gak salah dalam menempuh arah dan tujuan, maka kita harus tahu terlebih dahulu arah dan jalannya.

 

Karena Dalam keimananpun ada Jalan Iman yang harus ditempuhnya.

 

Sekarang mari kita ulas, apa saja Jalan Iman tersebut, Dan ada berapa Jalan Iman yang harus kita ketahui…?
Jalan Iman yang harus kita ketahui itu, jumlahnya ada Lima (5).

Yang lima itu adalah :

 

1. Iman Mathbu’

Iman Mathbu’ adalah Iman yang sudah menjadi Watak atau kepribadian. Seperti Imannya para Malaikat.

 

2. Iman Ma’shum

Iman Ma’shum adalah Iman yang selalu dijaga, seperti Imannya para Nabi – Nabi Alloh.

 

3. Iman Maqbul

Iman Maqbul adalah Iman yang diterima atau istilah kerennya di Acc. Iman yang ini seperti Imannya orang – orang Mukmin yang memegang teguh dengan pemahaman Ahli Sunnah Wal Jama’ah.

 

4. Iman Mawquf

Iman Mauwquf adalah Iman yang masih ditangguhkan dalam artian belum tentu diterima atau enggaknya.

 

Iman yang demikian itu adalah Imannya Ahli Bid’ah yaitu yang keyakinannya tidak sesuai dengan keyakinan Ahli sunnah Wal Jama’ah, yang jumlahnya sebanyak 72 kelompok (golongan).

 

5. Iman Mardud

Iman Mardud adalah Iman jelas – jelas ditolak oleh Alloh. Keimanan yang demikian itu ialah keimanannya orang -orang yang Munafiq, karena keImanan orang Munafiq ini hanya ada dilidahnya saja, sementara hatinya memungkiri.

Jalan Iman
Ilustrasi #jalan iman

Sampai disini kita bisa menentukan arah dan memposisikan akan keImanan kita, karena suatu perjalan akan sampai pada tempat yang semestinya kalau kita tau akan akan jalan tujuannya.

 

4. Martabat Iman

 

Pengertian Iman sudah dibahas, Rukun Iman telah dilalui, Jalan Iman sudah kita ketahui, sekarang tinggal Martabat atau tingkatan Iman yang akan kita ulas, bertujuan supaya lebih fokus lagi dalam menamankan keImanan dalam hati kita.
Untuk itu, mari kita mulai apa saja Martabat atau tingkatan keImanan itu, Dan ada berapkah Martbat atau tingkatan Iman itu?
Martabat atau tingkatan keImanan itu jumlahnya ada Lima (5) diantaranya :

 

  • Iman Taqlid
  • Iman ‘Ilmi
  • Iman ‘Iyan
  • Imanu haqqin
  • Iman haqiiqatin

 

Yang Lima poin diatas itu, merupakan tingkatan – tingkatan Iman dimana kita bisa mengetahui di tingkatan yang mana kita berada dan yang mana yang bener – bener wajib bagi kita.

 

Untuk itu mari kita simak satu persatu dari poin – poin diatas.

1. IMAN TAQLID

Pertama Iman Taqlid, apa pengertian Iman Taqlid..?
Iman Taqlid adalah :

وَاِيْمَانُ تَقْلِيْدٌ : هُوَ اَلْجَزْمُ بِقَوْلِ الْغَيْر مِنْ غَيْرِ اَنْ يَعْرِفَ دَلِيْلًا

Artinya : ” Yang disebut Iman Taqlid adalah menguatkan ucapan orang lain sementara dia tidak mengetahui dalil – dalilnya.”
Contohnya seperti orang yang mengetahui pada Sifat – Sifat Alloh, tapi dia itu sekedar ikut – ikutan kepada orang yang mengerti akan dalil – dalil tersebut.

 

Imannya orang yang demikian itu dihukumi Sah (masih ada toleransi) cuma masih Durhaka karena dia tidak mau berfikir apalagi otaknya mampu untuk berfikir.

 

Tapi kalau otaknya bener – bener tidak mampu untuk berfikir, itu tidak masalah sebab sudah pemberian dari sananya demikian.

 

2. IMAN ‘ILMI

Poin kedua adalah Iman Ilmi, untuk pengertian dari Iman ‘Ilmi adalah :

وَاِيْمَانُ عِلْمٍ هُوَ مَعْرِفَةُ الْعَقَائِدِ بِاَدِلَّتِهَا

Artinya : ” Iman ‘Ilmi itu adalah mengetahui pada segala apa yang wajib untu di Yakini serta tahu dengan dalil – dalilnya.

 

Adapun orang yang menyandang akan Iman Taqlid dan Iman ‘Ilmi, orang itu masih Terhijab yaitu pada pangkat Taqorrub Ilallooh. (Dirindukan Alloh).

 

3. IMAN ‘IYAN

Poin ketiga yaitu Iman ‘Iyan, adapun pengertian dari Iman ‘Iyan itu adalah :

وَاِيْمَانُ عِيَانٍ هُوَ مَعْرِفَةُ اللّٰهِ بِمُرَاقَبَةِ الْقَلْبِ فَلَا يَغِيْبُ عَنْ خَاطِرِهٖ طَرْفَةَ عَيْنٍ بَلْ هَيْبَتُهُ دَائِمًا فِيْ قَلْبِهٖ كَاَنَّهُ يَرَاهُ

Artinya : ” Iman ‘Iyan itu adalah Tahu kepada Allohnya itu tidak ada habisnya (selamanya) terus mengingat Alloh dalam hatinya (Muroqqobah). Dengan demikian, tidak ada waktu sekejap matapun membuat dirinya samar kepada Alloh dari akalnya, sehingga dia selalu merasa takut dan sangat malu oleh Alloh, seolah – olah melihat pada Alloh Ta’ala.

Iman ‘Iyan itulah yang disebut Maqom Muroqbah atau Maqom Ihsan atau disebut juga dengan ‘Ainul Yaqin.

 

4. IMANU HAQQIN

Poin ke Empat adalah Imanul Haqqi, adapaun pengertian Imanul Haqqi adalah :

وَاِيْمَانُ الْحَقِّ هُوَ رُؤْيَةُ اللّٰهِ تَعَالَى بِقَلْبِهٖ

Artinya : “Imanul Haqqi itu adalah melihat Alloh dengan Hatinya : menurut Ulama :

اَلْعَارِفُ يَرٰى رَبَّهُ فِي كُلِّ شَيْئٍ

Artinya: ” Orang yang sudah menduduki Maqom Ahli Ma’rifat itu Melihat ( hatinya selalu ingat ) pada Alloh disetiap perkara.

 

Dalam artian segala apa ciptaan Alloh yang dilihatnya, itu semua menjadikan bahan baginya untuk selalu mengingat-Nya, akan kekuasaan dan keAgungan Alloh yang menciptakan segala perkara yang ada di jagat raya, sehingga membuat dirinya selalu memuji kepada-Nya.

 

Dan yang disebut Iman Haq itu adalah Maqom Musyahadah atau disebut juga Haqqul – Yaqiin.

 

Maka barang siapa yang sudah mempunyai pangkat Haqqul – Yaqiin, maka Hatinya sudah dihalangi dari segala hal yang Baru ( tidak lagi tertarik dengan hal keduniawian ). Dari segala apa yang ada didalam urusannya seluruhnya ditujukan Untuk Alloh semata.

5. IMANU HAQIIQAT

Poin ke Lima adalah Imanu Haqiiqatin, adapun pengertian dari Imanu Haqiiqatin adala :

وَاِيْمَانُ حَقِيْقَةٍ هُوَ اَلْفَنَاءُ بِاللّٰهِ وَالسَّكَرُ بِحُبِّهٖ فَلَا يَشْهَدُ اِلَّا اِيَّاهُ كَمَنْ غَرَقَ فِيْ بَحْرٍ لَمْ يَرَلَهُ سَاحِلَا

Artinya : “Lenyapnya akal menjadi Bengong karena sangat Ma’rifat (mengerti pada keagungan Alloh dan kekuasaan Alloh) sehingga membuat dirinya dimabuk kepayang.

Iman
Ilustrasi Iman haqiqat

Sehingga tiada satupun yang disaksikan olehnya kecuali Alloh, dengan rasa cinta yang tak terhingga. Laksana orang tenggelam ditengah Samudra yang tak bertepi.

 

Dari Lima poin diatas, yang wajib bagi Mukalaf (yang baligh dan berakal sehat), itu hanya ada dua diantarany :

  1. Iman Taqlid.
  2. Iman ‘Ilmi.

Adapun kalo yang tiga lagi, yaitu :

  1. Iman ‘Iyan.
  2. Iman Haqq.
  3. Iman Haqiiqat.

 

Itu merupakan suatu Hadiah langsung dari Alloh yang tidak bisa di Kasab , tetapi langsung dianugrahkan pada siapa saja yang dikehendaki Oleh-Nya.

 

5. Kesempurnaan Iman

 

Poin terakhir yaitu Kesempurnaan Iman, apa saja yang bisa menjadikan Iman kita sempurna dalam pandangan Yang maha kuasa..??

 

Keimana kita bisa dibilang sempurna jikalau sudah menepat yang Empat perkara, yaitu :

1. Iqroorun bil lisaan

Iqroorun bil lisaan adalah Mengakui dengan lisannya dengan cara mengucapkan Dua kalimat Syahadat.

2. Tashdiiqun bil Jinaan

Tashdiiqun bil Jinaan adalah membenarkan dengan Hatinya.

3. ‘Amalun bil A’dlooi

Amalun bil a’dloi adalah melaksanakan dengan semua anggota badan, seperti : “Shalat lima waktu, zakat, puasa dan lain sebagainya.

4. Itbaa’us sunnati

Itba’us sunnati adalah meniru semua pertingkah keyakinannya Kangjeng Nabi Muhammad shollallohu ‘alayhi wa sallam.

 

Kesimpulannya

Maka barang siapa meninggalkan :

  • Iqror maka dia Kafir
  • Tashdiq maka dia Munafiq
  • Amal maka dia Fasiq
  • Itba’ maka dia termasuk Ahli bid’ah yang Sesat. Maka wajib hukumnya bagi Orang Fasiq dan Ahli Bid’ah untuk segera berTaubat.

والله اعلم

Alhamdulillaah lengkaplah sudah ulasan 5 Langkah dasar dalam memperkokoh ke imanan.

Semoga ada manfaatnya bagi kita semua.

Wassalaamu’alaykum warohmatulloohi wa barokaatuh..